Misalnya Andi (34), penjaga Toko Electronic and Computer Solution di Blok D Glodok ini mengatakan menjelang Pemilu hingga Pemilu berlangsung dan sesudahnya, penjualan produk-produk elektronika di tokonya turun hingga 30%.
"Ada penurunan, pengunjungnya lebih sedikit. Mungkin pada sibuk ngurusin Pemilu. Bisa juga karena takut ribut, biasanya kan gitu. Kalau dikira-kira 20%-30%," ujar Andi saat disambangi detikFinance di Pusat Elektronika Glodok, Jembatan Millenium, Blok D, Jakarta, Minggu (20/4/2014).
Selain faktor Pemilu, Andi mengungkapkan sepinya penjualan juga dipicu karena adanya renovasi gedung di kawasan Glodok.
"Sekarang menurun selain pengaruh Pemilu juga pengaruh dari renovasi gedung, karena mereka (pedagang) pada pindah ke Glodok City sama Glodok Plaza. Jadi mereka pikir di sini nggak pada jualan. Apalagi bulan depan pendaftaran sekolah jadi orang uangnya lebih ke sana dulu. Untuk biaya sekolah dulu," kata dia.
Andi menambahkan, produk-produk elektronika yang mengalami penurunan antaralain produk PS 2 dan 4, tablet, notebook, dan laptop. "Produk-produk yang bisa buat game kayak PS 2, 4, tablet, notebook, laptop untuk hiburan browsing," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Jeremy, karyawan toko elektronika di Glodok ini mengaku, pengaruh Pemilu dan menjelang pendaftaran sekolah turut mempengaruhi penjualan.
"Sepi. Demo jadi nggak pada belanja. Pada ikut demo, kampanye. Penjualan turun. Kalau ramai bisa sehari 2 kejual, ini lagi sepi belum ada yang kejual. Pembongkaran juga pengaruh banget. Banyak yang nggak tahu," katanya.
Selain itu, Niti seorang pemilik Toko Indah Jaya Sukses menungkapkan, penurunan penjualan yang lebih utama disebabkan karena menjelang pendaftaran sekolah atau tahun ajaran baru. Masyarakat biasanya lebih mengutamakan keperluan sekolah dibanding beli perlengkapan elektronika, sehingga penjualan di tokonya mengalami penurunan hingga 50%.
"Keadaan sepi. Anak-anak lagi ujian, jadi siapa yang mau main games. Biasanya rata-rata penjualan 1-5 per hari. Kalau sepi ya bisa nggak jual. Situasi penurunan bisa 50%. Karena mau pendaftaran sekolah saja ini," pungkasnya.
(drk/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!