SBY Minta Masalah Lahan Bandara Atas Air Semarang Rampung 2 Minggu

Jakarta -Proyek bandara New Ahmad Yani di Semarang terganjal masalah pembebasan lahan. Ternyata lahan milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang jadi masalahnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) minta masalah ini selesai dalam 2 minggu.

Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (2/4/2014).


Bandara ini digarap oleh PT Angkasa Pura (AP) I, dibangun di atas air dan tanah rawa. Namun proyek ini sudah 1 tahun tak banyak perkembangan karena urusan pembebasan tanah.


"Dari hasil rapat tersebut, yang pertama Pak Presiden meminta dalam waktu 2 minggu ke depan hal yang berkaitan dengan teknis kerjasama antara AP I dengan Kemenhan yang memiliki lahan, baik yang bagi hasil maupun di dalam sewa lahan tersebut tuntas," jelas Hatta.


Jadi akan ada mekanisme bagi hasil antara AP I dengan Kemenhan terkait pembangunan bandara baru ini. Hatta menjelaskan, Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan akan menetapkan pola bagi hasil atau sewa untuk bandara tersebut.


Presiden SBY memang ingin proyek bandara ini bisa diselesaikan dengan segera. Sehingga kapasitas penumpang di bandara tersebut bisa meningkat.


Hatta mengatakan, sudah cukup banyak dana yang keluar untuk membuat bandara baru ini. Pihak AP I melakukan pembangunan infrastruktur udara, atau taxi way di bandara itu. Untuk sisi darat bandara, AP I juga membangun terminal penumpang. Jumlah keseluruhan proyek ini hampir Rp 1 triliun.


Perluasan bandaran tersebut akan mampu menampung hingga 4 juta penumpang per tahun. Sedangkan kapasitas terminal lama, kapasitasnya sebesar 800.000 penumpang, padahal saat ini total penumpang yang datang dan pergi dari Bandara Ahmad Yani mencapai 3,5 juta orang. Nilai proyek bandara ini mencapai Rp 1,1 triliun.


(dnl/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!