CT Minta Kasus Penyelundupan Minyak Terbesar Dalam Sejarah RI Diusut Tuntas

Jakarta -Pekan lalu Ditjen Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan minyak terbesar di Indonesia. Minyak yang akan diselundupkan ke Malaysia itu mencapai 50 ribu ton atau 400 ribu barel. Kasus ini harus diusut tuntas.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung meminta kasus ini diusut tuntas oleh aparat. Selain itu, pria yang biasa disapa CT ini meminta semua pihak yang terlibat dalam kasus ini dijerat dengan hukuman pidana.


"Filosofisnya semua bentuk penyelundupan harus diberantas. Itu melanggar hukum. Saya tidak peduli (semua pihak dijerat hukum)," tegas CT saat ditemui di kantornya Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (9/06/2014).


Seperti diketahui, nilai minyak yang akan diselundupkan ini mencapai rp 450 miliar. Ini merupakan tangkapan minyak selundupan terbesar yang pernah dilakukan Bea Cukai. Penyelundupan memang bukan barang baru lagi di Indonesia. Beberapa waktu sebelumnya, Bea Cukai juga telah berhasil mencegah terjadinya upaya penyelundupan di tempat lain.


Kapal penyelundup itu bernama MT Jelita Bangsa yang membawa 60.000 metrik ton minyak. Kapal tersebut disewa PT Pertamina (Persero) untuk mengantar minyak mentah ke Kilang Balongan, Jawa Barat.


(wij/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!