First Asia Capital: Waspada Aksi Ambil Untung Investor Asing

Jakarta -IHSG akhir pekan lalu melanjutkan tren konsolidasi, kembali ditutup flat di 4937,176 setelah bergerak dalam rentang terbatas 29 poin. Pemodal asing mulai melakukan aksi ambil untung terutama atas sejumlah saham unggulan sektor perbankan seperti BBRI dan BMRI. Akhir pekan lalu asing net selling Rp258,04 miliar. Sentimen positif dari global market dipicu pemotongan tingkat bunga acuan ECB ke 0,15% dan deposit rate hingga minus 0,1%. Namun sentimen positif tersebut dibayangi sentimen negatif dari domestik menyusul tren pelemahan rupiah atas dolar hingga 1,8% selama sepekan terakhir berada di Rp11823.

Ini membuat IHSG selama sepekan menguat terbatas 0,88% dengan volume dan nilai transaksi menipis. Rata-rata nilai transaksi sepekan kemarin turun di Pasar Reguler menjadi hanya Rp4 triliun dibandingkan rata-rata harian sepanjang Mei lalu yang mencapai Rp8 trliun. Seiring tren pelemahan rupiah atas dolar AS saham-saham sektoral yang sensitif interest rate kembali tertekan sedangkan aksi beli selektif cenderung melanda saham-saham pertambangan.


Sementara Wall Street sepekan terakhir kembali melanjutkan tren bullish mencatatkan rekor tertinggi baru. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 1,24% dan 1,34%. Ini sejalan dengan tren pemulihan ekonomi AS yang ditopang dengan data manufaktur, tenaga kerja, dan penjualan rumah yang meningkat. Memasuki perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan tren konsolidasinya.


Sentimen positif yang berasal dari perekonomian global masih akan dibayangi dengan ancaman melebarnya defisit transaksi berjalan di mana April lalu mencatatkan defisit USD1,96 miliar membuat tekanan atas rupiah dan sentimen politik menjelang pilpres bulan depan. Aksi ambil untung pemodal asing juga mesti diwaspadai menyusul tekanan atas rupiah. IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan support di 4900 dan resisten di 4960.


IHSG : S1 4900 S2 4870 R1 4960 R2 5000


Saham Pilihan

JPFA 1280-1390 TB, SL 1265

KLBF 1590-1650 TB, SL 1570

ADRO 1290-1350 TB, SL 1260

TINS 1370-1440 BoW, SL 1355

INCO 3850-3950 BoW, SL 3800

UNTR 22500-23400 TB, SL 22100

HRUM 2425-2520 BoW, SL 2400


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!