Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras pada April sebanyak 31.145 ton naik 16% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 26.867 ton, nilai impor beras April juga naik dari US$ 13,5 juta, jadi US$ 11,2 juta.
Salah satu importir beras dari PT Beras Kita Utama, Hendra menjelaskan tren kenaikan permintaan beras premium karena tingginya permintaan menjelang bulan Puasa dan Lebaran.
"Permintaan memang naik menjelang Ramadan tetapi tidak terlalu signifikan karena beras premium punya kelas tertentu. Tidak banyak orang yang mengkonsumsi beras khusus atau premium ini," kata Hendra kepada detikFinance, Selasa (03/06/2014).
Permintaan tertinggi kebutuhan beras khusus/premium menjelang puasa masih disumbang dari sektor bisnis seperti hotel dan restoran.
"Biasanya permintaan tertinggi beras premium itu datang dari restoran dan hotel bintang lima. Restoran seperti restoran Jepang dan Korea masih mengandalkan beras premium sebagai bahan baku makanan yang disajikan," imbuhnya.
Sedangkan permintaan beras khusus/premium rumah tangga juga mengalami peningkatan, namun permintaannya tak setinggi dari sektor restoran dan hotel. "Permintaan rumah tangga juga besar. Tetapi itu kelas tertentu saja," jelasnya.
Seperti diketauhi, impor beras pada bulan April 2014 naik cukup signifikan dibandingkan 2 bulan sebelumnya. Pada Februari, Indonesia mengimpor beras sebanyak 2.200 ton atau U$$ 1,2 juta, kemudian Maret sebanyak 26.867 ton atau US$ 11,2 juta. Sementara itu, akumulasi dalam 4 bulan pada tahun ini (Januari-April) sudah mencapai 91.942 ton atau US$ 40,4 juta.
Impor beras pada April paling banyak berasal dari India dengan 13.445 ton atau US$ 4,9 juta. Kemudian disusul Thailand 11.450 ton (US$ 4,8 juta), Pakistan 3.500 ton (US$ 1,3 juta), dan akumulasi negara-negara lainnya 2.250 ton (US$ 711 ribu).
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!