"Jangan dibikin rumit, hidup kita sudah rumit. Simple saja, RAPBN 2015 hanya baseline. Hanya gaji dan operasional. Kalau tidak suka, ubah saja Januari. Selesai, jangan dibikin susah hidup ini," jelas Chatib Basri, Menteri Keuangan, kala ditemui di komplek Istana Negara, Jakarta, Minggu (17/8/2014).
Oleh karena itu, lanjut Chatib, RAPBN 2015 sama sekali tidak memasukkan program-program insiatif baru. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang gerak penuh bagi pemerintah baru nantinya.
"Pemerintah yang akan datang sangat diberi ruang, mau naikin atau apa. Jadi ini hanya baseline supaya pemerintahan bisa tetap berjalan sampai akhir tahun. Setelah itu 2 januari juga sudah boleh bikin APBN-Perubahan," paparnya.
Chatib juga menambahkan, sepertinya sulit bagi presiden baru untuk membuat program 100 hari. Pasalnya, presiden baru dilantik pada 20 Oktober dan selama 100 hari masih akan menjalankan APBN-P 2014 dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Masalahnya begini, kalau dia ingin bikin program 100 hari maka programnya itu kan harusnya sudah ada. Tidak bisa tiba-tiba, semua yang ada itu selalu berdasarkan anggaran. Praktis kalau untuk 2014 ya tinggal dijalankan, kan ini negara," terangnya.
(hds/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!