Jokowi Rencana Naikkan Harga BBM, Ini Skenario APBN 2015

Jakarta -Dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2015 yang rencananya bakal disahkan DPR siang ini, kuota BBM subsidi tidak dikunci, meski jatahnya ditetapkan 46 juta kiloliter (KL). RAPBN memperhitungkan kenaikan harga BBM subsidi.

Memang pemerintahan baru pimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), berencana menaikkan harga BBM subsidi meski besaran dan waktunya belum dipastikan.


Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Ahamdi Noor Supit menyebutkan, kenaikan harga BBM subsidi mampu menahan konsumsi bensin premium maupun solar subsidi. Sehingga kuota 46 juta kiloliter yang ditetapkan tahun depan tidak akan kembali jebol.


"Kalau naikkan harga BBM pasti tidak akan terlampaui (kuota)," ujar Ahmadi di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (29/9/2014)


Ini terbukti seperti tahun lalu, saat harga BBM subsidi jenis premium dinaikkan menjadi Rp 6.500 per liter dan solar menjadi Rp 5.500 per liter, konsumsi BBM subsidi bisa turun 2 juta KL dari yang diperkirakan.


"Dari pengalaman kita 2013 itu otomatis drastis menurun. Mungkin masyarakat ingin lebih mengirit pengeluaran," sebutnya.


Aksi penyelundupan BBM yang masih terjadi, menurut Ahmadi, juga akan hilang dengan sendirinya. Karena harga BBM subsidi yang dijual tidak terlalu jauh berbeda dengan negara-negara tetangga.Next


(mkl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!