Akankah Monorel Jakarta Bangkrut Seperti di Australia dan Malaysia?

Jakarta -Proyek monorel Jakarta dinilai tidak akan layak jika rutenya hanya menjangkau daerah tengah kota. Dikhawatirkan, monorel akan sepi peminat dan bangkrut seperti yang terjadi di Australia dan Malaysia.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, di Sydney (Australia) proyek monorel bangkrut dan berhenti beroperasi karena sepi peminat. Dia tidak menginginkan hal serupa terjadi di proyek monorel Jakarta.


‎"Itu di Australia nggak dioperasikan lagi karena nggak laku dan merugi," kata Djoko kepada detikFinance, Kamis (18/12/2014).


Djoko mengatakan, hal itu bisa saja terjadi pada monorel Jakarta jika rute monorel yang direncanakan pihak PT Jakarta Monorail masih sama, yaitu hanya berkeliling di pusat kota Jakarta tanpa menjangkau daerah-daerah permukiman dan pinggiran.


Jika demikian, menurut Djoko, monorel Jakarta akan sepi peminat dan pada akhirnya tidak laku dan berhenti beroperasi.


"Ada kemungkinan seperti itu (tidak laku), kecuali dia nggak di tengah kota. Orang bergerak dari pinggir kota, atau kawasan-kawasan permukiman. Kalau cuma muter-muter begitu saya kira kurang. Saya nggak tahu mereka gimana cari rute," tuturnya.


Sebelumnya, pengamat transportasi Darmaningtyas pun pernah menyebut bahwa selain di Sydney, monorel di Malaysia pun mengalami kebangkrutan karena di nilai tak layak.


"Monorel itu di mana saja bangkrut. Di semua negara, Malaysia itu kan bangkrut. Di Sydney saja sekarang bangkrut. Monorel itu nggak akan balik modal, sampai kiamat itu pun nggak akan balik modal," katanya Maret lalu.


(zul/hds)