Jangan Samakan Kondisi Ekonomi RI Sekarang dengan Krisis 1998 dan 2008

Jakarta -Indonesia telah melalui masa-masa sulit dalam menjalani perekonomian. Mulai dari krisis pada 1998, berlanjut ke 2008 dan 2013. Kemudian sekarang permasalahan itu kembali terulang.

Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi sekarang sangat berbeda dengan 3 periode sebelumnya. Karena fundamental ekonomi jauh lebih membaik.


"Dibanding 1998, 2008, 2013, jauh lah bedanya. Jangan dibandingkan. Fundamental sekarang jauh lebih baik," ungkapnya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (17/12/2014).


Ia menuturkan pada krisis 1998, Indonesia terbelenggu persoalan politik yang sangat rumit. Hingga terjadinya pergantian rezim. Kemudian ditambah dampak dari jatuhnya ekonomi Asia dan merembet ke Indonesia.


"Pada 1998 ada kombinasi persoalan politik dan ekonomi. Makanya kondisinya sangat buruk," sebutnya.


Kemudian berlanjut pada periode 2008 saat terjadinya kehancuran ekonomi Amerika Serikat (AS). Untungnya, Indonesia terbantu dengan tingginya harga komoditas. Sehingga pelemahan rupiah tidak turun drastis.


"Pada 2011 sebenarnya sempat ada gejolak, karena jatuhnya Eropa. Krisis Yunani dan Spanyol itu memberikan dampak. Tapi dampaknya kecil dan kita cepat untuk recovery," terang Mirza.Next


(mkl/ang)