Jatuhnya mata uang ruble Rusia ke titik terendahnya menambah kekhawatiran akan melambatnya ekonomi dunia. Saham-saham energi mulai rebound meski harga minyak dunia masih rendah.
Harga minyak jenis Brent dan U.S. light crude sudah jatuh lebih dari 50% sejak menyentuh titik tertinggi pertengahan tahun ini.
"Situasi pasar sekarang maju-mundur. Biasanya akhir tahun begini harusnya menguat," kata Daniel Morgan, manajer portofolio senior dari Synovus Trust Company di Atlanta, seperti dikutip Reuters, Rabu (17/12/2014).
Saham Microsoft jatuh 3,2% ke level US$ 45,16, dan Amazon anjlok 3,6% ke level US$ 295,06. Keduanya menjadi pemebrat bagi laju S&P 500. Sektor energi ditutup positif, tapi dari awal tahun ini sudah jatuh 16,6%.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 111,97 poin (0,65%) ke level 17.068,87, Indeks S&P 500 kehilangan 16,89 poin (0,85%) ke level 1.972,74 dan Indeks Komposit Nasdaq anjlok 57,32 poin (1,24%) ke level 4.547,83.
(ang/ang)