Sekretaris Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tanjung Balai-Asahan, Sumatera Utara Dahli Sirait mengaku rasa kepedulian penjagaan wilayah laut Indonesia hidup kembali karena visi misi Susi Pudjiastuti. Sosok Susi dinilai Dahli berbeda dengan menteri kelautan lainnya.
"Justru nelayan termotivasi karena bu Susi juga," ungkap Dahli kepada detikFinance, Selasa (30/12/2014).
Setelah penangkapan ini, Dahli menerima masukan kuat dari para kelompok nelayan Jaring Puput, Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara agar kapal asing ini ditenggelemkan dengan cara dibakar. Hal ini pernah dilakukan terhadap 3 kapal Vietnam di Perairan Kepulauan Riau dan 2 kapal Papua Nugini di Ambon.
"Mereka berharap kejadian sama seperti di TV, dibakar dan ditenggelamkan untuk efek jera," katanya.
Ia mengatakan aparat Kepolisian dan TNI AL harus memperdalam dan melakukan identifikasi lebih lanjut siapa pemilik kapal. Bisa jadi pemilik kapal justru berada di Indonesia bukan di negara asal kapal.
"Pemilik harus juga ditangkap dan dipidana. Selama ini kasus yang terjadi hanya melibatkan nakhoda dan ABK saja," tandasnya.
Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Nelayan Jaring Puput, Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, menangkap sebuah kapal asing asal Myanmar yang mencuri ikan, kemarin. Penangkapan terjadi pada pukul 08.00 WIB di zona LU 03.32.539.BT 100.00.360.WPP-RI 571 atau tepatnya di Perairan Selat Malaka. Kini kapal dan ABK telah diserahkan kepada TNI AL.
(wij/hen)