Tantangan Kejar Penunggak Pajak: Pegawai Nakal Hingga Preman

Jakarta -Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akan berusaha maksimal mengejar target penerimaan pajak. Namun, Ditjen Pajak masih menghadapi sejumlah tantangan baik dari dalam maupun luar organisasi.

Dadang Suwarna, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, mengatakan tantangan dari internal organisasi adalah masih ada pegawai pajak yang nakal. Mereka melindungi para pengemplang pajak.


"Saya dapat SMS, masih ada pegawai pajak yang nakal," tegas Dadang di Gedung Djuanda, komplek Kemenkeu, Jakarta, Rabu (17/12/2014).


Jika terbukti 'main mata', lanjut Dadang, Ditjen Pajak akan memecat pegawai nakal tersebut. "Kalau dia ikut macam-macam dan terbukti, maka akan dipecat. Makanya kita harus bersih dulu," jelasnya.


Tidak hanya dari dalam, tambah Dadang, petugas pajak juga menghadapi tantangan dari luar. Saat aset milik penunggak pajak disita, petugas pajak sering berhadapan dengan preman.


"Dulu mau sita aset, yang datang preman," ujarnya.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jendeal Pajak Mardiasmo menjelaskan, kini petugas pajak merasa lebih percaya diri. Ditjen Pajak telah menggandeng aparat penegak hukum serta memperoleh dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menindak wajib pajak nakal.


"Sekarang berubah. Ini ada back up Pak Presiden," tuturnya.


(feb/hds)