Vice President Refining Technology Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero), Budi Santoso Syarif mengatakan, kapasitas kilang Pertamina total mencapai 1,03 juta barel per hari.
"Desain awal 6 kilang ini mengolah 89% minyak dalam negeri, dan hanya 11% dari impor. Namun seiring turunnya produksi minyak, saat ini kilang minyak kami hanya mengolah 60% minyak nasional dan 40%-nya dari impor," kata Budi dalam workshop Direktorat Pengolahan Pertamina, Sabtu (24/1/2015).
Budi mengatakan, kilang-kilang minyak Pertamina, hanya bisa mengolah minyak yang kandungan sulfur (belerang) di bawah 1%.
"Untungnya kita diberkahi oleh jenis minyak sweet crude yang kadar sulfurnya di bawah 1%, misalnya minyak dari lapangan Minas sulfurnya 0,12%, lapangan Duri 0,25%, Arjuna 0,12%, Handil 0,11%, dan lainnya," ungkap Budi.
Jika sulfur terlalu tinggi, maka akan membuat korosi atau karat pada peralatan kilang," ucapnya.
Dari proses pengolahan kilang mulai dari pencampuran minyak bumi, distilasi (pemisahan), konversi (craking dan reforming yang membentuk BBM, LPG dan produk lainnya, sampai pada proses blending untuk menghasilkan produk bahan bakar sesuai spesifikasi.Next
(rrd/ang)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com