Dolar Rp 13.000, Ini Barang dan Jasa di Mal yang Kena Dampak

Jakarta -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar terus melemah hingga menembus Rp 13.000/US$. Untuk sektor ritel, pelemahan kurs rupiah ini berdampak pada kenaikan harga barang/jasa.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan ada beberapa barang/jasa yang memang langsung terkena imbas kurs rupiah yang melemah. Namun ada beberapa barang yang tetap bertahan meski barang tersebut harus diimpor.


Stefanus mencontohkan barang-barang elektronika sudah pasti yang paling cepat menyesuaikan kenaikan harga. Alasannya selain mematok harga dengan dolar AS, sistem stok produk elektronika relatif singkat. Artinya barang yang dibeli pedagang, memakai kurs terbaru, sehingga sangat cepat menyesuaikan harga.


Ia mencontohkan produk elektronika seperti komputer atau laptop, monitor, hardisk, telepon seluler (ponsel) langsung menyesuaikan harga. Rentang kenaikannya harganya menurut Stefanus tergantung jenis barang mengikuti pergerakan rupiah terhadap dolar AS.


"Bahkan harga produk elektronika setiap hari bisa berubah, komputer dan monitor dipatok harganya dalam dolar, jadi tinggal dikalikan saja kalau ada perubahan kurs," katanya kepada detikFinance, Selasa (10/3/2015).


Selain itu, produk jasa di mal seperti perusahaan agen perjalanan di mal khususnya untuk paket-paket perjalanan ke luar negeri kena dampak kenaikan biaya. Hal ini biasanya para agen perjalanan mematok biaya dengan dolar, sehingga bila dolar menguat, efeknya langsung pada harga paket perjalanan yang di dalamnya ada biaya pesawat, hotel dan lainnya.


"Agen perjalanan juga naik, karena pakai US dolar, itu langsung naik," katanya.Next


(hen/hds)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com