Sentimen yang mendorong derasnya dana asing yang masuk dari eksternal adalah, banjirnya likuiditas global setelah ECB (bank sentral Eropa) pada pertemuannya pekan lalu memutuskan dimulainya program stimulus, bond-buying program, mulai Senin ini (9/3), dengan nilai sebesar 60 miliar euro, atau US$ 68 miliar tiap bulan, hingga September 2016.
Selain dorongan likuiditas dari zona Euro, sebelumnya langkah China memotong tingkat bunga simpanan dan pinjaman masing-masing 25 bps turut memberikan sentimen positif di pasar.
Dari domestik, langkah Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari lalu yang memotong tingkat bunga 25 bps menjadi 7,%, bergabung dengan kebijakan pelonggaran moneter bank sentral dunia lainnya, ikut mengangkat sentimen positif pasar saham, meskipun berdampak negatif terhadap pergerakan rupiah atas dolar AS.
Sepekan terakhir, IHSG melanjutkan tren bullish menguat 1,2%. Ini merupakan penguatan dalam lima pekan berturut-turut. Sedangkan rupiah atas dolar AS melemah hampir 1% di Rp 12.983/US$.
Bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu, rupiah telah melemah hampir 4,4%. Dana asing yang masuk ke pasar saham dalam bentuk pembelian bersih mencapai Rp 893,39 miliar pekan kemarin. Sejak awal tahun, pembelian bersih asing mencapai Rp 11,71 triliun. Tahun 2014 lalu pembelian bersih asing mencapai Rp 42,60 triliun.
Sementara Wall Street akhir pekan lalu dilanda aksi ambil untung, setelah pasar merespons berita positif data tenaga kerja AS dengan kekhawatiran percepatan kenaikan tingkat bunga The Fed. Next
(dnl/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com