Jakarta - Sejak resmi memimpin pada 28 November 2015, jajaran direksi baru di PT Pertamina (Persero) banyak melakukan gebrakan dan efisiensi. Dalam 2-3 bulan awal tahun ini, ratusan miliar rupiah telah berhasil dihemat. Apa saja gebrakannya dan hasilnya?
Salah satu yang paling disorot masyarakat adalah penggantian fungsi anak usaha Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang dulunya melakukan pengadaan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM). Fungsi ini sekarang dilakukan Integrated Supply Chain (ISC) di Pertamina.
Pertamina juga melakukan perombakan ditubuh petinggi Petral. Salah satunya mengganti Dirut Petral dari Bambang Irianto ke Totok Nugroho pada Selasa (20/1/2015).
Berikut adalah sejumlah gebrakan Pertamina yang dirangkum detikFinance, Rabu (1/4/2015):