Hati-hati! Pencurian Data Nasabah Bank Lewat Internet Makin Marak

Jakarta -Semakin canggih teknologi, semakin lihai pula pelaku kejahatan memanfaatkannya. Akhir-akhir ini makin marak pencurian data nasabah bank melalui internet.

Nasabah pun biasanya secara sukarela memberikan data-data pentingnya kepada pelaku kejahatan karena tidak tahu cara kerja kejahatan itu sendiri.


Salah satu yang marak terjadi adalah melalui teknik phishing. Kejahatan phishing dilakukan oleh penjahat cyber, dengan menyusupkan virus ke komputer korban melalui email.


Email yang dikirim biasanya permintaan untuk memperbarui data nasabah mengatasnamakan salah satu bank. Si penjahat biasanya memberikan link khusus untuk ditekan nasabah.


Nah, link tersebut akan membuka halaman web yang mirip dengan tampilan web resmi bank yang bersangkutan. Di situ nasabah diminta memasukan berbagai data, mulai dari nomor rekening sampai PIN.


Nasabah yang tidak sadar dengan sukarela akan mengisi data-data tersebut di halaman yang disediakan di penjahat tersebut, bukan halaman resmi bank. Jika ini terjadi, maka si penjahat sudah sukses mendapatkan data nasabah.


"Dewasa ini semakin meningkat kejahatan yang kita sebut sebagai 'kerah putih'. Sejalannya semakin canggihnya teknologi informasi. Jadi kejahatan internet itu menerpa konsumen perbankan," kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2015).Next


(ang/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com