Kata Analis Asing Soal Pudarnya Jokowi Effect dan Dolar Rp 13.000


//images.detik.com/content/2015/03/09/6/073733_dolar4.jpg

Jakarta - Pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus Rp 13.000/US$. Ini merupakan titik terlemah sejak 17 tahun terakhir, alias sejak era krisis ekonomi 1998 (krisis moneter/krismon).

Mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga sejumlah menteri menyatakan, pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor eksternal. Terutama karena mulai menguatnya perekonomian Amerika Serikat (AS), setelah dilanda krisis hebat pada 2008 lalu.


Kondisi ini membuat dolar AS yang menyebar di negara-negara berkembang 'pulang kampung'. Sehingga tak hanya rupiah, tapi banyak mata uang di duna yang juga melemah terhadap dolar.


Namun analis asing punya pendapat lain soal pelemahan rupiah yang terjadi. Berikut rangkumannya seperti dikutip, Senin (9/3/2015).