Menurut pengakuan Fitri (30) warga Duren Sawit, menggunakan gas alam tidak semurah dulu. Saat pertama kali menggunakan gas alam tahun 2003, biaya awal pemasangan gas alam hanya sekitar Rp 1 juta. Sedangkan biaya bulanannya pun sangat murah hanya Rp 16.000.
"Tahun 2003 pakai gas alam masih murah karena belum banyak yang pakai, pemasangan awal cuma Rp 1 juta, 2 kali bayar, dulu masih disubsidi jadi murah, sebulannya juga paling Rp 16.000," kata Fitri saat ditemui detikFinance, di kediamannya di Jalan Mawar Merah IV RT.3/RW.12 No.107, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2015).
Fitri menjelaskan, tagihan pemakaian gas alam dari tahun ke tahun terus naik. Dari semula hanya Rp 16.000 per bulan menjadi Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per bulan. Kini Fitri harus membayar biaya tagihan Rp 180.000 per bulan.
"Sekarang per bulan Rp 180.000. Dulu paling gede Rp 80.000. Memang sih masak sekalian pakai dagang, warungan nasi, tapi masaknya dari jam 5 shubuh sampai jam 10 pagi, nggak jauh beda waktu belum dagang juga. Ini naik banget pas habis Lebaran," jelasnya.
Fitri mengaku, saat ini di lingkungan rumahnya banyak yang protes soal harga gas alam yang mulai mahal. "Awal-awal memang murah, ke sini-ke sininya mahal. Sekarang banyak yang komplain," keluhnya.
Hal tersebut juga didukung pernyataan Arifin Hendaryanto (60), pensiunan Perum Perumnas itu sudah menggunakan gas alam dari tahun 1989-1990.Next
(drk/hen)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com