Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Susi Pudjiastuti, mentargetkan produksi nener atau bibit bandeng sebesar 7,2 miliar ekor.
"Pemenuhan kebutuhan nener dalam negeri masih menjadi prioritas untuk memenuhi target produksi bandeng tahun 2015 yang mencapai 1,2 juta ton dan memerlukan nener sebanyak 7,2 miliar benih bandeng," ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/04/2015).
Produksi bibit bandeng dan nener secara nasional juga terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Produksi bandeng di tahun 2010 sebanyak 421.757 ton, dan nener sebanyak 2,4 miliar ekor. Jumlah itu melesat di 2014, dengan produksi bandeng 621.393 ton dan produksi nener 3,2 miliar ekor.
"Peningkatan produksi bandeng ini tentunya adalah kerja keras semua stakeholder (pemangku kepentingan), yang bekerja tak kenal lelah untuk terus membangun perikanan budidaya, khususnya budidaya bandeng," paparnya.
Selain dibudidayakan di dalam negeri, nener juga diekspor keluar negeri. Selama ini Filipina menjadi pasar utama ekspor benih bandeng asal Indonesia.
"Produksi nener ini memang tidak sepenuhnya digunakan di dalam negeri, karena sekitar 15 % nener di ekspor ke luar negeri khususnya Filipina," tuturnya.
Lebih lanjut Slamet mengatakan, dengan tingginya produksi nener, Indonesia tidak perlu impor nener. Akan tetapi yang perlu diperhatikan saat ini terkait produksi nener adalah, peningkatan kualitas nener yang dihasilkan oleh unit pembenihan yang harus memenuhi kualitas A dan prima.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas nener adalah penyediaan induk unggul bandeng, melalui penguatan Jejaring Induk Unggul Bandeng.
"Penyediaan induk unggul bandeng sangat diperlukan agar dapat dihasilkan nener bermutu secara kontinyu. Kemudian yang perlu juga diperhatikan adalah penyediaan pakan benih yang berkualitas selama masa pembenihan. Jenis pakan, kualitas pakan, cara pemberian pakan dan hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan pakan pada saat pembenihan harus diperhatikan, sehingga dapat menghasilkan nener yang berkualitas," jelas Slamet.
(wij/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com