"Setelah melalui proses review ulang dua tahun, mulai dari 2013, sampai akhir 2014 properti ini sementara di-review ulang," kata Direktur Utama Peruri Prasetio di Pabrik Percetakan Uang Peruri, Karawang, Jawa Barat.
Prasetio mengatakan, proyek yang sebelumnya direncanakan bakal dibangun 400 meter tersebut belum sesuai dengan syarat dan ketentuan Peruri, tanpa menyebut secara rinci apa-apa saja yang tidak sesuai itu. Namun lokasi, tetap dibangun di kawasan Blok M.
"Kita sudah laporkan juga ke BUMN, dan kita mendapatkan support," tuturnya.
Meski ditunda, dia mengatakan proyek ini masih akan berjalan. Namun, Prasetio belum bisa memastikan kapan realisasi dari proyek ini.
Dia mengharapkan, nantinya proyek yang bakal dibangun di lahan seluas 3,5 hektar tersebut bisa menjadi menara tertinggi di Jakarta.
"Kita inginnya yang paling baik, paling tinggi, dan paling menguntungkan," tutupnya
Tengok desain menara Peruri di sini.
(zul/ang)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com