Ini Pesan Menteri Susi Kepada Para Calon PNS KKP

Jakarta -Hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melantik 448 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebanyak 448 orang CPNS ini akan ditempatkan di 10 Direktorat Jenderal (Ditjen) KKP.

"Saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung bagi 448 CPNS yang diterima. Anda semua patut bersyukur, dari jumlah pelamar 11.000 pelamar jadi luar biasa saya ucapkan selamat," kata Susi di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (13/04/2015).


Namun menurut Susi, para CPNS KKP jangan terlalu bergembira karena diterima di kementeriannya. Hal itu karena pekerjaan PNS KKP cukup berat apalagi saat ini program kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah memberantas praktik illegal fishing.


"Akan tetapi kegembiraan ini menjadi berubah menjadi satu tekad untuk menjadi abdi negara yang punya integritas, kualitas, dedikasi. Kejujuran adalah bagian terbesar dari integritas dan loyalitas bagian terbesar dari qualitas. Anda semua mensyukuri dengan kesungguhan kerja dan semangat bekerja keras," tuturnya.


Susi ingin agar CPNS KKP bekerja keras bisa membantu pemerintah memberantas praktik illegal fishing. Cara ini dilakukan agar nilai ekspor produk ikan Indonesia bisa jauh lebih baik dibandingkan kondisi sekarang.


"Menyamakan antara fakta dan realita. Faktanya kita negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, realitasnya nilai ekspor kita hanya nomor 5. Itu kerja yang sangat besar untuk menyamakan fakta dan realita tadi menemukan titik temu keduanya agar relevan," paparnya.


Selain memberantas praktik illegal fishing, para CPNS KKP juga diupayakan membuat program kerja yang berdampak pada kesejahteraan rakyat. Para CPNS KKP juga ikut bekerja dalam mendata kapal-kapal eks asing serta menata alat-alat tangkap tak ramah lingkungan.


"Saya berharap anggota KKP sampai eselon I dan staf bahu membahu, bekerja sama dan bekerja sama-sama dengan integritas dan dedikasi kepada negara dan bangsa Indonesia," jelas Susi.


(wij/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com