"Cirebon kita bikin jadi besar, jalan saya bangun. Terus jadi apa kalau mau bangun di situ (pelabuhan di Subang)?" tegas RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II, saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Bila pelabuhan di Subang jadi dibangun, lanjut Lino, maka akan berdekatan dengan Cirebon. Dua pelabuhan besar dalam jarak yang berdekatan bisa dibilang mubazir.
Kemudian bila pelabuhan di Subang dan Cirebon beroperasi secara bersamaan, Lino menilai Indonesia tidak akan bisa lepas dari ketergantungan terhadap jasa pelayaran Singapura.
"Selama ini kita mau kurangi volume kita ke Singapura. Kalau bangun 2 pelabuhan jaraknya dekat, volumenya terbagi 2 kan? Kalau volumenya dibagi 2, artinya yang datang kapal kecil. Kalau kapal kecil yang datang nanti justru ke Singapura lagi kan? Ongkos angkut juga masih tetap tinggi kalau kapal kecil yang masuk," jelas Lino.
Oleh karena itu, Lino pesimistis pelabuhan di Subang akan terbangun. Pelindo II sendiri tetap akan menggenjot pembangunan pelabuhan di Cirebon.
"Tahun ini dimulai, saya sedang siapkan desainnya. Kita nggak butuh uang pemerintah, cicil bond (surat utang/obligasi) untuk pengembangan sekitar Rp 2 triliun," tuturnya.
(hds/ang)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com