Market Flash eTrading

Jakarta - Pada perdagangan Jumat (8/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 67,58 poin (+0,47%) ke 14.397,07 setelah rilis data non-farm employment change US yang lebih baik dari ekspektasi.

Minyak light sweet diperdagangkan di level US$92 per barel di New York ditengah positifnya rilis data tenaga kerja US.


IHSG Jumat lalu (8/3) ditutup naik 26,20 poin (+0,54%) ke 4.874,50 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp686 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. ASII, BMRI, BBRI, UNTR, dan PGAS.


Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9.685 per Dollar AS.


Secara teknikal kenaikan IHSG hari menghasilkan formasi candlestick dengan upper tail.


Pada perdagangan hari ini (11/3) IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi setelah kenaikan yang cukup signifikan selama minggu lalu, dimana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator Stochastic yang sudah berada pada area overbought dan diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 4.820-4.950 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, BHIT, dan HRUM.


(etr/ang)



readmore »»  

Tips Investasi Reksa Dana Tahun Ini


img

Jakarta - Istilah investasi saat ini sudah tak asing lagi. Orang mulai belajar dan berpindah dari semula hanya menabung bertahap ke jenjang yang lebih tinggi yaitu investasi.

Namun, jangan dilupakan bahwa konsep investasi itu adalah menyisihkan sebagian dari dana kita untuk dikelola dengan tujuan mendapatkan kenaikan imbal hasil di masa yang akan datang, bukan memperoleh keuntungan fantastis dalam waktu singkat.


Jika melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan yang terus mengalami kenaikan, hal itu bisa menjadi salah satu pertimbangan investor untuk mencoba berinvestasi di reksa dana.


Lihat saja, hingga Februari 2013, IHSG sudah mengalami kenaikan sebesar 13% dan diprediksi bisa meroket hingga 17% di akhir tahun 2013. Angka itu sudah lebih tinggi dari kenaikan IHSG tahun 2012 yang mencapai 12,4%.


Untuk itu, coba kita tilik progres jenis-jenis reksa dana apa saja yang memberikan imbal hasil paling menggiurkan di tahun ini. Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mencoba memberi pandangan seperti dikutip, Senin (11/3/2013)



readmore »»  

Pangeran Arab Protes Tak Masuk 10 Besar Terkaya Dunia, Ini Jawaban Forbes

Jakarta - Pangeran Alwaleed Bin Talal asal Arab Saudi protes karena Majalah Forbes tidak memasukkannya ke dalam peringkat 10 besar orang terkaya di dunia, dan menganggap Forbes salah menghitung kekayaannya. Apa jawaban Forbes?

Seperti dikutip dari situsnya, Senin (11/3/2013), Kerry A. Dolan selaku staf Forbes yang mengerjakan soal kekayaan dan daftar miliuner dunia menjawab hasil wawancara CNBC dengan Direktur Keuangan Kingdom Holding Shadi Sanbar selaku perusahaan milik Pangeran Alwaleed.


Menjawab soal kesalahan menghitung kekayaan si pangeran, Forbes mengatakan pihaknya sangat independen dalam menghitung kekayaan dan aset pada miliuner yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.


"Kami sudah 27 tahun menghitung kekayaan para miliuner di seluruh dunia, mulai dari Amerika, Eropa, China, INdia, Afrika, dan juga beberapa negara di Asia," ujar Kerry dalam pernyataannya.


Kemudian, Forbes juga memanggil para ahli untuk dimintai nasihat dan pandangan terkait kekayaan seorang miliuner untuk Kingdom Holding. Kerry mengatakan, Forbes telah menghitung semua aset, baik itu hotel yang dimiliki pangeran seperti Four Seasons, dan juga saham-saham yang dimiliki hotel tersebut, seperti di Hotel Savoy, London ataupun di Hotel George V di Paris. Perhitungan ini dibuat dengan berkonsultasi bersama para bankir investasi dan juga pada pakar bisnis perhotelan.


"Kami juga menghitung harga terkini dari Hotel Marriott dan Starwood sebagai pembanding, sehingga bisa dilihat pemasukan dari bisnis hotel. Kami juga menghitung nilai modal dari laporan keuangan 2012 dari Kingdom Holding yang kami perkirakan banyak dihasilkan dari bisnis hotelnya," kata Kerry.


Terkait pernyataan Sanbar soal perlakuan berbeda Forbes untuk perhitungan kekayaan orang Timur Tengah, Kerry mengatakan, selama ini pihaknya telah menghitung lusinan kekayaan para miliuner asal Timur tengah, dan tidak pernah mendapat komplain atau protes.


"Bahkan beberapa tidak mau bekerjasama dengan kami. Tidak ada juga yang meminta dihilangkan dari daftar orang terkaya Forbes. Jika ada yang meminta untuk dihilangkan dari daftar Forbes, maka kami tidak bisa melakukannya, kecuali kekayaannya ternyata di bawah US$ 1 miliar," ujar Kerry.


Memang pihak Pangeran Alwaleed meminta untuk dihilangkan dari daftar orang terkaya Forbes karena merasa Forbes tidak menghitung kekayaannya dengan benar. Semua miliuner yang masuk daftar Forbes adalah mereka dengan kekayaan US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9,5 triliun ke atas.


"Forbes akan tetap memasukkan Pangeran Alwaleed dalam daftar miliunernya selama hasil riset kami menyatakan kekayaannya US$ 1 miliar ke atas. Kami tidak memerlukan kerja sama dari dia untuk menghitung kekayaannya," cetus Kerry.


(dnl/ang)



readmore »»  

PLN 'Sulap' Limbah Pertanian Jadi Listrik

Manado - PT PLN (Persero) sedang mengembangkan pembangkit listrik mandiri untuk daerah-daerah terpencil seperti pulau-pulau kecil dan daerah pegunungan. PLN akan menyiapkan pembangkit listrik berukuran 50 kilo watt (KW) dengan bahan baku sampah atau limbah hasil pertanian.

Dengan bahan baku seperti tongkol jagung, tempurung kelapa, kemiri dan lain-lain, bahan-bahan tersebut bisa diolah sebagai bahan baku untuk membangkitkan mesin pembangkit tenaga listrik.


Hal ini diungkapkan oleh Manajer Area PLN Gorontalo Priyo kepada detikFinance di Manado Sulawesi Utara akhir pekan lalu.


"Uji coba memanfaatkan potensi daerah. Kita coba bahan baku yang bisa dibudidayakan. Misal tempurung kelapa, kemiri, tongkol jagung. Itu hasil budidaya pertanian sebagai bahan bakar," tutur Priyo.


Pengembangan teknologi pembangkit listrik biomassa atau bahan baku sampah ini, sekarang sedang dilakukan uji coba Pulau Bala di Gorontalo.


Setelah sukses, pembangkit listrik mandiri akan dipasang dan diadopsi di daerah terpencil yang sulit diakses jaringan listrik PLN. Untuk membangun pembangkit teknologi pembangkit ini, setidaknya PLN harus merogoh kocek untuk ukuran pembangkit 500 KW sebesar Rp 500 juta.


"Kita coba yang 50 KW itu Setara bisa mengalari 120 rumah dengan kapasitas 450 VA. Itu untuk rumah tangga sederhana," tambahnya.


Pengembangan model listrik seperti ini, jauh lebih murah daripada menyambungkan atau membangun jaringan listrik milik PLN dengan daerah yang belum memiliki akses listrik. Pengembangan pembangkit listrik ini, nantinya bisa dikombinasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).


(feb/hen)



readmore »»  

Warga Tolak Pembangunan SPBU Shell di Jakarta Barat

Jakarta - SPBU milik Shell yang berlokasi di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat sudah selesai pembangunannya dan siap beroperasi. Namun hingga kini masih mendapat penolakan dari warga sekitar.

Padahal sejak akhir tahun lalu SPBU ini sudah dibangun konstruksinya. Warga beralasan lokasi SPBU Shell terlalu berdekatan dengan pemukiman.


Berdasarkan pantauan detikFinance, Minggu (10/9/2013) sebuah spanduk merah masih tampak tebentang di depan halaman SPBU tersebut bertuliskan 'Warga Total SPBU Shell'. Padahal spanduk itu sudah beberapa bulan terpasang di lokasi SPBU Shell.


Juru bicara PT Shell Indonesia, Inggita Notosusanto mengatakan Shell Indonesia sudah berdialog dengan warga setempat yang menolak keberadaan SPBU Shell.


"Kami sudah berdialog dengan warga, permintaan warga yang dicatat dari pertemuan di Kelurahan Joglo yang dipimpin Lurah dan Kapolsek sudah dipenuhi oleh Shell," kata Inggita kepada detikFinance, Minggu (10/3/2013).


Menurut Inggita, saat ini beberapa anggota warga masyarakat di daerah sekitar sudah melamar bekerja di SPBU tersebut, bahkan ada yang sudah dibekerja di SPBU Shell. "Dan anggota warga sudah ada yang melamar untuk bekerja di SPBU tersebut dan ada yang sudah bekerja disana walau SPBU tersebut belum beroperasi," ungkapnya.


Inggita menambahkan walau terkesan ada penolakan dari warga setempat, namun sebenarnya situasinya saat ini sudah kondusif. "Sebenarnya situasinya kondusif kalau warga mau terus berdialog, dengan fasilitasi lurah dan Pak Kapolsek, RT, RW dan Babinsa setempat," tandas Inggita.


(hen/hen)



readmore »»  

Bakal Jadi 'Orchard' Indonesia, Harga Tanah Kawasan Satrio Rp 20 Juta/Meter

Jakarta - Kawasan Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan akan menjadi pusat komersial utama di Jakarta. Kawasan ini akan 'disulap' layaknya Orchard Road Singapura atau seperti Ginza shopping and entertainment district di Tokyo.

Sejalan dengan rencana tersebut, harga tanah di kawasan ini ikut terangkat. Warga sekitar kawasan itu telah membanderol harga tanahnya Rp 20 jutaan per meter persegi.


Misalnya Amirudin, warga RT 17/04, Kelurahan Karet Kuningan mengatakan sejak 2010 harga tanah masih di patok Rp 5 juta per meter. Namun, sejak adanya kabar itu harga tanah di perkampungan wilayah Karet Kuningan melesat menjadi Rp 20 juta per meter persegi.


"Dari 3 tahun lalu itu Rp 5 juta per meter dan sekarang ada yang mencapai sekitar Rp 20 juta per meter," ungkap Amirudin kepada detikFinance ke kediamannya kawasan Karet Kuningan, Jakarta, Minggu (10/3/2013)


Ia menuturkan, tanah di kawasan sekitar rumahnya saat ini sudah dibeli oleh pengembang Agung Podomoro Group. Diperkirakan luasnya mencapai 4.000 m2. Lokasinya, berada diantara dua gedung Ciputra World I dan II yang saat ini sedang tahap konstruksi.


"Ada 4.000 m2 lahan yang sudah dibeli oleh Agung Podomoro," cetusnya.


Dari informasi yang ia peroleh, kawasan itu akan dibangun Gedung perkantoran, apartemen atau pusat perbelanjaan. "Belum tahu, tapi isunya banyak gedung, apartemen, mal nggak tau juga,"tambahnya.


Rencananua sebagian warga yang sudah dipastikan transaksi pembayaran tanahnya, harus meninggalkan lokasi pada Agustus tahun ini dan paling lambat akhir 2014. "Ada habis lebaran nanti itu sudah mulai disuruh pindah. Paling lambat akhir 2014 itu sudah habis," jelasnya


Amirudin yang juga buka usaha warung makan mengaku warga setempat tidak keberatan dengan penjualan tanah. Pasalnya, harga tanah yang ditaksir sesuai dengan keinginan warga.


Selain itu warga juga banyak yang terdesak dengan isu-isu yang berkembang. Seperti rencana pelebaran jalan utama yang memungkinan penurunan harga tanah. "Mereka datang perorangan untuk jual beli tanah ke warga, ya mereka juga banyak yang butuh uang, jadi dilepas saja," pungkasnya


Sebelumnya pengusaha Ciputra mengaku terkesan dengan perkembangan mega proyek Ciputra World Jakarta I dan II di Jalan Satrio, Jakarta. Ia menuturkan ide pembangunan kawasan komersial terpadu ini tercetus sejak 20 tahun lalu.


"Proyek ini adalah cita-cita saya 20 tahun lalu karena lokasinya yang strategis. Ini pusat dari segitiga emas, khusus komersil," kata Ciputra beberapa waktu lalu.


Ia percaya Jalan Dr Satrio akan menjadi pusat komersial utama di Jakarta, layaknya Orchard Road Singapura atau seperti Ginza shopping and entertainment district di Tokyo.


(hen/hen)



readmore »»  

Kisah Pembangunan SPBU Shell yang Ditolak Warga di Jakarta

Jakarta - SPBU milik Shell yang berlokasi di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat sudah selesai pembangunannya dan siap beroperasi. Namun hingga kini masih mendapat penolakan dari warga sekitar.

Padahal sejak akhir tahun lalu SPBU ini sudah dibangun konstruksinya. Warga beralasan lokasi SPBU Shell terlalu berdekatan dengan pemukiman.


Berdasarkan pantauan detikFinance, Minggu (10/9/2013) sebuah spanduk merah masih tampak tebentang di depan halaman SPBU tersebut bertuliskan 'Warga Total SPBU Shell'. Padahal spanduk itu sudah beberapa bulan terpasang di lokasi SPBU Shell.


Juru bicara PT Shell Indonesia, Inggita Notosusanto mengatakan Shell Indonesia sudah berdialog dengan warga setempat yang menolak keberadaan SPBU Shell.


"Kami sudah berdialog dengan warga, permintaan warga yang dicatat dari pertemuan di Kelurahan Joglo yang dipimpin Lurah dan Kapolsek sudah dipenuhi oleh Shell," kata Inggita kepada detikFinance, Minggu (10/3/2013).


Menurut Inggita, saat ini beberapa anggota warga masyarakat di daerah sekitar sudah melamar bekerja di SPBU tersebut, bahkan ada yang sudah dibekerja di SPBU Shell. "Dan anggota warga sudah ada yang melamar untuk bekerja di SPBU tersebut dan ada yang sudah bekerja disana walau SPBU tersebut belum beroperasi," ungkapnya.


Inggita menambahkan walau terkesan ada penolakan dari warga setempat, namun sebenarnya situasinya saat ini sudah kondusif. "Sebenarnya situasinya kondusif kalau warga mau terus berdialog, dengan fasilitasi lurah dan Pak Kapolsek, RT, RW dan Babinsa setempat," tandas Inggita.


(hen/hen)



readmore »»