Tarif Listrik Naik Lagi, Hotel Bintang 5 Tak Berani Naikkan Sewa Kamar

Jakarta - Pengusaha hotel bintang 3 hingga 5 tidak akan menaikkan tarif sewa kamar hotel dalam waktu dekat. Walaupun mereka tertekan naiknya tarif listrik tahap kedua pada 1 April 2013 dengan rata-rata sebesar 4,3%.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Johnnie Sugiarto mengatakan kenaikkan tarif listrik 1 April nanti sangat menekan pengelola hotel.


"Tapi pengelola hotel khususnya bidang 3 hingga bintang 5 tidak akan menaikan harga sewa kamar," kata Johnnie ketika dihubungi detikFinance, Minggu (24/3/2013).


Alasannya Johnnie, saat ini okupansi (tingkat keterisian kamar) hotel sejak 2012 hingga sampai saat ini masih rendah. Jika dinaikkan maka jumlah pengunjung akan semakin turun.


"Okupansi rata-rata hotel 3-5 saat ini masih 60%-70%, tidak seperti pada 2010-2011 yang di atas 80%," ungkapnya.


Apalagi daya beli masyarakat juga belum meningkat. "Sementara upah UMP (Upah Minimum Provinsi) naik, tarif listrik naik, tetap daya beli masyarakat belum naik," ucapnya.


Apabila tarif sewa hotel ikut dinaikkan tentunya paling ditakutkan okupansi akan semakin turun. "Antisipasi kita ya kurangi karyawan dan banyak matikan lampu yang tidak terlalu penting, ya konsekuensinya hotel banyak yang gelap kalau malam hari," tandasnya.


Seperti diketahui hotel bintang 3 mengalami kenaikan tarif listrik pada 1 April 2013 sebesar 8,23%, naik dari Rp 1.216/Kwh menjadi Rp 1.315/Kwh. Sedangkan hotel bintang 5 terkena kenaikannya sebesar 10,26% dengan tarif naik dari Rp 975/Kwh menjadi Rp 1.076/Kwh.


(rrd/hen)



readmore »»  

1 April Tarif Listrik Naik Lagi, Pengusaha Hotel Pangkas Karyawan

Jakarta - Kenaikkan tarif listrik akan kembali diberlakukan pada 1 April 2013, dengan rata-rata kenaikan sebesar 4,3%. Kenyataan ini membuat banyak pengusaha hotel memutar otak untuk membuat strategi, antaralain mengurangi pemakaian lampu bahkan mengurangi karyawan.

"Kenaikkan tarif listrik ini membuat pengelola hotel makin tertekan lagi," kata Wakil Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Johnnie Sugiarto ketika dihubungi detikFinance, Minggu (24/3/2013).


Dikatakan Johnnie, tingkat pengunjung kamar hotel (okupansi) yang masih rendah ditambah lagi kenaikam Upah Minimum Provinsi (UMP) yang naik awal tahun 2013.


"Tingkat keterisian hotel tidak sebaik pada 2010 dan 2011, sekarang makin turun, sementara UMP awal tahun naik, kami makin tertekan saja," ucap Johnnie.


Untuk mengatasi hal tersebut kata Johnnie, manajemen hotel tentu akan mengurangi beberapa karyawan. "Kita akan kurangi karyawan, itu pasti, karena kenaikan tarif listrik nanti pasti akan menekan hotel, ini terjadi hampir disemua hotel bintang 3, 4 dan 5," ungkapnya.


Hal lain yang akan dilakukan ujar Johnnie adalah mengurangi penggunaan lampu. "Ya hotel juga akan banyak mematikan lampu pada malam hari, ya ini memang cukup mengganggu, biasanya malam hari hotel itu terlihat menarik karena banyak lampu yang menyala, kali ini bakal banyak yang gelap, yang nyala hanya yang sekiranya diperlukan saja," tandas Johnnie.


Seperti diketahui Pemerintah akan memberlakukan kenaikan tarif listrik secara bertahap pada 1 April 2013 sebesar 4,3%. Kenaikan sebelumnya terjadi pada 1 Januari 2013 sebesar 4,3%. Hotel bintang 3 hingga 5 mengalami kenaikan tarif listrik cukup besar dikarenakan tahun ini sudah tidak diberi subsidi listrik oleh pemerintah.


(rrd/hen)



readmore »»  

SMI Suntik Rp 300 Miliar untuk Proyek Tol Cikampek-Palimanan 116 Km

Bogor - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) telah menyiapkan fasilitas pembiayaan 2 proyek baru di tahun ini sebesar Rp 500 miliar.

Kedua proyek itu antaralain tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116,75 km senilai Rp 300 miliar dan pembangunan mini hydro berkapasitas 70 megawatt di Sumatera senilai Rp 200 miliar.


"Pembiayaan yang paling baru tahun ini ada mini hydro Sumatera Rp 200 miliar. Jalan tol Cikampek-Paliman porsinya Rp 300 miliar sudah komitmen," kata Direktur Utama SMI Emma Sri Martini usai acara Media Gathering, di Hotel Aston Bogor, Minggu (24/3/13).


Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pembiayaan yang difokuskan pada sektor infrastruktur dan ketenagalistrikan. "Kita akan tetap fokus di 2 sektor utama yaitu infrastruktur dan ketenagalistrikan," ujarnya.


Emma menjelaskan, untuk proyek jalan tol Cikampek-Palimanan, proyek tersebut nantinya akan bekerjasama dengan 4 konsorsium, namun dia belum mau memberikan secara rinci investor yang akan digandeng. "SMI membuat transaksi besar dan bersinergi dengan sumber-sumber lainnya, harus menggandeng stakeholder terkait," ujarnya.


Menurut Emma, proyek pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan sudah pada tahap pembebasan lahan. "Financial closing sudah 100% selesai. Pembebasan lahan hampir 100 persen," terangnya.


Total investasi tol ini menelan Rp 12,562 triliun termasuk Rp 550 miliar untuk pembebasan lahan, jika tak ada aral melintang tol ini akan rampung 2014.

Sementara itu, SMI juga telah menyiapkan untuk proyek mini hydro di Sumatera yang berkapasitas 70 megawatt.


"Total 70 megawatt karena mini hydro di bawah 10 megawatt. Kita belum closing. Yang sudah ada dalam pipeline untuk proyek-proyek baru 2013, ada gas, mini hydro, pelabuhan, bandara," kata Emma.


(hen/hen)



readmore »»  

Kawasan Jakarta Utara Makin Dibidik Pengembang Properti

Jakarta - Kawasan hunian yang masuk dalam 10 besar di kawasan Jakarta dan sekitarnya, kebanyakan tersebar di luar Central Business District (CBD) atau segitiga emas. Salah satu yang menjadi pilihan favorit adalah kawasan Pluit, Jakarta Utara.

"Semua pihak memang mempunyai prediksi yang sama tentang bisnis sektor properti di Jakarta dan sekitarnya. Diprediksikan sektor properti itu akan mengalami perkembangan yang sangat pesat," kata CEO Binakarya Propertindo Group, Go Hengky Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3/2013)


Menurut Hengky harga tanah maupun hunian di Jakarta Utara diperkirakan mampu mencatatkan pertumbuhan positif sampai akhir tahun ini. Makin terbatasnya lahan hunian di Jakarta Utara, menyebabkan permintaan meningkat sehingga akhirnya harga tanah maupun rumah terkerek.


"Apalagi kalau dilihat dari segi lokasi dan infrastruktur, Jakarta Utara terutama kawasan Pluit dan Kelapa Gading, cukup menunjang untuk mobilitas penghuninya. Selain itu, berbagai sarana mulai dari ritel, bisnis, hingga pendidikan juga tersedia," katanya.


Menurut hasil survei, persepsi konsumen bahwa Jakarta Utara merupakan wilayah dengan hunian terbaik bagi kelas menengah dan atas mendorong peningkatan harga jual tanah di wilayah ini.


Ia mencontohkan kawasan Pluit, Jakarta Utara saat ini telah berubah menjadi kawasan elit yang didukung oleh kemudahan akses karena dekat dengan akses tol bandara maupun tol dalam kota dan lingkar luar.


Untuk itu pihaknya kini terus mengembangkan apartemen Pluit Sea View di Jakarta Utara. Hingga kini dari dua tower yang ada di Pulit Sea View, yaitu tower Maldives dan tower Belize sudah terjual 85%.


"Kami telah melakukan soft launching tower ke-3 yaitu tower Ibiza pada kuartal ke-4 tahun 2012 lalu yang ternyata juga mendapatkan respons positif dari masyarakat," jelas Hengky.


Hengky menuturkan apartemen Pluit Sea View dibanderol pada kisaran harga yang sangat kompetitif untuk jenis apartemen view laut di kawasan Jakarta Utara khususnya Pluit. Di Tower Ibiza, tipe studio ditawarkan di harga Rp 200 juta-an, sedangkan tipe 2 Bed Room di harga Rp 300 juta-an. Untuk tipe 3 Bed Room berada di kisaran Rp 420 juta-an


Head of Corporate Communication Binakarya Propertindo Group Endang Susilomurti menyatakan bahwa pihaknya terus melaksanakan tahapan pembangunan Pluit Sea View sesuai jadwal. Untuk tahap pertama direncanakan serah terima pada 2014 mendatang. Dalam rangka sosialisasi aktivitas pembangunan dan pemasaran, berlangsung acara Dimsum Party pada hari ini (24/3/2013).


(hen/hen)



readmore »»  

PGN Bangun Pipa Gas Bitung-Cimanggis 90 Km Senilai Rp 350 Miliar

Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk akan melakukan pembangunan pipa gas untuk jaringan distribusi Bitung - Cimanggis (Ringline 2) sepanjang 90 Km. Investasi tersebut senilai lebih dari US$ 36 juta atau kurang lebih Rp 350 miliar.

"Kamis, 20 Maret 2013 lalu, PGN telah menandatangani pengadaan pipa baja untuk jaringan distribusi Bitung - Cimanggis (Ringline 2) sepanjang 90 Km. Pipa baja dipasok oleh KSO PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT KHI Pipe Industries, PT Indal Steel Pipe dengan diameter pipa 24 inchi senilai lebih dari US$ 36 juta," ujar Direktur Teknologi dan Pengembangan PGN Djoko Saputro dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3/2013).


Ditambahkan Djoko, saat ini PGN juga masih dalam proses penyelesaian Proyek Pembangunan jaringan distribusi Cikande – Bitung (CP3B). Jaringan ini merupakan bagian dari distribusi Bojonegara-Bitung, dimana distribusi Bojonegara – Cikande (CP3A) telah beroperasi tahun lalu.


"PGN telah menyelesaikan konstruksi CP3B lebih dari 55 %. Penyelesaian kedua jalur tersebut akan memperluas jangkauan penyaluran gas bumi dari pipa transmisi SSWJ yang mengalir melalui Stasiun Bojonegara, dimana akan disalurkan ke pelanggan di jaringan distribusi melalui offtake di Cikande dan Bitung," ungkapnya.


Seperti diketahui sumber gas dari pipa transmisi SSWJ ke Jawa Bagian Barat dialirkan melalui dua stasiun, yaitu Bojonegara dan Muara Bekasi.


Proyek distribusi Bitung-Cimanggis merupakan kelanjutan kedua jaringan distribusi utama tersebut yang akan menghubungkan dengan jaringan distribusi eksiting yang telah beroperasi dari Muara Bekasi-Cimanggis.


Nantinya jaringan distribusi dari Bojonegara-Cimanggis tersebut akan dapat menyalurkan gas bumi dengan kapasitas maksimum sampai 216 MMMSCFD dengan penyaluran melalui Offtake Cikande dan Bitung sebesar 148 MMSCFD dan penyaluran ke pipeline Bitung – Cimanggis sebesar 68 MMSCFD.


"Jaringan-jaringan ini mempunyai nilai strategis dalam meningkatkan kehandalan penyaluran gas di jaringan distribusi Jawa Bagian Barat, yang meliputi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat serta dapat menjangkau pasar-pasar baru. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk melayani dan meningkatkan kepuasan pelanggan serta bukti nyata kontribusi PGN dalam menjalankan amanah pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi," tandas Djoko.


(rrd/hen)



readmore »»  

Banyak Peminat, Beli Rumah Seharga Rp 1,9 Miliar di BSD City Harus Diundi

Jakarta - Rumah dan kavling baru di kluster Inika Island, The Avani BSD City banyak diburu konsumen. Unit di kluster ini masing-masing dibanderol dari Rp 1,7 miliar untuk kavling dan Rp 1,9 miliar untuk rumah .

Jumlah formulir pemesanan sementara sudah mencapai 370 formulir, padahal unit yang ditawarkan sangat terbatas yaitu 42 unit rumah dan 53 unit kavling tanah sehingga pihak pengembang BSD City harus melakukan pengundian.


Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra memberikan apresiasi kepada para konsumen.


"Keindahan Cluster Inika Island serta lokasi-nya yang strategis dan beragam fasilitas membuat Cluster Inika Island menjadi hunian yang siap memberikan kenyamanan dalam sebuah kehidupan. Beragam aspek unggulan itulah yang membuat kami menawarkan harga mulai dari Rp 1,7 Miliar untuk kavling dan Rp 1,9 Miliar untuk rumah,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3/2013)


Kluster Inika Island memiliki luas 36.896 m2 dan dikelilingi area hijau seluas 6.371 m2 menyuguhkan konsep hunian tropis. Inika yang berarti “The Little Earth” memberikan suasana alami dengan pemandangan indah yang menyejukkan mata bagi setiap penghuninya.


"Kluster Inika Island adalah sebuah terobosan baru dalam konsep hunian eksklusif yang memanjakan masyarakat dengan pemandangan indah, udara bersih dan segar untuk meningkatkan kualitas kehidupan penghuninya," kata Ishak.


Cluster Inika Island ditawarkan dengan unit terbatas, yakni hanya 42 unit rumah dengan tipe LB/LT 128/168 dan 53 kavling tanah. Inika adalah cluster unggulan terkini yang ditawarkan oleh The Avani, setelah sebelumnya sukses menghadirkan Cluster Aleeka, Cluster Nittaya, Cluster Ammarila, Cluster Lavanya, Cluster Anantha, Cluster Chadna, Cluster Divena, serta Cluster Deshna.


(hen/hen)



readmore »»  

Ada Pertandingan Bola Indonesia Vs Arab Saudi, Agenda Earth Hour Gagal

Jakarta - Peringatan Earth Hour 2013 atau memadamkan listrik sementara pada hari Sabtu 23 Maret 2013 dari pukul 20.30-21.30 (padam 1 jam), tidak berdampak pada penurunan konsumsi listrik di Indonesia. Salah satu faktor konsumsi listrik naik karena adanya pertandingan sepak bola Indonesia melawan Arab Saudi.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto mengatakan konsumsi listrik pada peringatan Earth Hour secara umum naik dibandingkan pada jam yang sama minggu lalu (16 Meret 2013).


"Tapi khusus untuk wilayah Jakarta beban turun cukup signifikan," kata Bambang kepada detikFinance, Minggu (24/3/2013).


Dikatakan Bambang, beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan beban listrik itu karena adanya dugaan imbas meningkatnya penggunaan listrik untuk televisi saat pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Arab Saudi pada pukul 19.00-21.00 WIB yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi.


"Kemungkinan dipengaruhi beberapa hal, seperti adanya pertandingan sepak bola antara Indonesia-Arab Saudi pada pukul 19.00-21.00 WIB, dimana pertandingannya disiarkan langsung oleh stasiun televisi," ungkap Bambang.


Hal lain yang mempengaruhi konsumsi beban listrik naik juga karena cuaca yang secara umum cukup panas sehingga mendorong orang untuk mengoperasikan AC, sehingga berdampak pada konsumsi listrik cukup besar.


Berdasarkan pantauan PLN, beban listrik pada jam 21.00 sebagai berikut :



  • Jawa Bali : 16 Maret 2013 beban 17.696 Mega Watt (MW) dan pada 23 Maret 2013 beban 18.860 atau naik 1164 MW

  • Sumatera Bagian Utara (Sumatra Utara dan Aceh) : 16 Maret 2013 beban 1475 MW dan pada 23 Maret 2013 beban 1481 MW atau naik 6 MW

  • Sumatera Bagian Selatan (Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung) : 16 Maret 2013 beban 1220 MW dan pada 23 Mare beban 1330 MW atau naik 110 MW

  • Sumatera Bagian Tengah (Sumbar Riau) : 16 Maret 201 beban 1001 MW dan pada 23 Maret beban 1000,8 MW atau turun 0,2 MW.




Khusus untuk Jakarta yang tercatat mengalami penurunan beban listrik:

16 maret 2013 beban listrik 3401 MW dan 23 Maret 2013 beban 3165 MW atau beban turun 236 MW.


Pada program Earth Hour tahun lalu, beban secara nasional beban listrik turun 575 MW dan beban Jakarta turun 214 MW. Hal ini kemungkinan terjadi karena warga Jakarta jauh lebih banyak tersoalisasi kampanye program Earth Hour dibanding masyarakat di daerah.


(rrd/hen)



readmore »»