Ini 10 Pekerjaan Paling Mematikan


http://us.images.detik.com/content/2013/08/23/4/cover.jpg Foto: Forbes

Jakarta - Bila pekerjaan anda sehari-hari tampak membosankan, hanya rapat-rapat, minum kopi, atau mengetik di komputer. Anda masih cukup beruntung memiliki pekerjaan seperti itu.

Tiap tahun di Amerika Serikat (AS), ada ribuan pekerja yang meninggal karena luka saat bekerja. Biro Statistik Tenaga Kerja Nasional AS menyatakan, sepanjang 2012 lalu, ada 4.383 pekerja yang mengalami luka karena kecelakaan kerja. Jumlah ini turun dari 2011 yang mencapai 4.693 pekerja.


Biro ini memberikan daftar pekerjaan yang berbahaya di Amerika. Peringkat teratas adalah penebang kayu. Secara total ada 62 orang penebang kayu yang meninggal karena pekerjaannya tahun lalu.


Berikut daftar lengkap pekerjaan paling mematikan di AS. Seperti dikutip dari Forbes, Jumat (23/8/2013):



readmore »»  

Pertamina Butuh US$ 150 Juta/Hari untuk Impor BBM

Jakarta - PT Pertamina (Persero) membutuhkan US$ 150 juta per hari untuk melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Kalau BBM itu yang kita butuhkan kan, kalau misalnya dolarnya kan sudah tahu, kita US$ 150 juta," ungkap Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan saat ditemui di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat (23/8/2013)


Ia mengakui kebutuhan perseroan terhadap valuta asing cukup besar. Alasannya karena impor minyak per hari mencapai 300.000 barel.


"Karena itu kaitannya dengan pemasok 300.000 barel per hari meng-input dan juga kemarin sempat yang produk 400.000 barel per hari, semua butuh likuiditas," jelas Karen.


Untuk meredam hal tersebut, Karen menilai perlu ada perubahan dari sisi pengolahan BBM. Misalnya dengan cara pemanfaatkan energi terbarukan tujuannya untuk mengurangi impor BBM.


"Ini memang waktunya kita menggunakan bio (fuel), bio itu yang menyeluruh, misalnya premium ya, mau berapa persen. Bisa 2,5%, kalau misalnya solar 10 % ya 10%. Ini harus gerakan nasional," sebutnya.


Menurutnya hal itu bisa dilakukan dalam jangka pendek. Asalkan, prosesnya bisa dilakukan secara keseluruhan. Termasuk dengan para industri. Sebab, pemanfaatannya kedepan dapat mengurangi impor BBM. Penggunaan biofueel untuk kebutuhan industri kini sudah ada 7,5%.


"Ini juga tidak hanya untuk kendaraan, jadi bahan bakar yang digunakan oleh PLN kiga harus sama dan semua pemain yang memasok BBM juga sama diperlakukan. Jadi tidak Pertamina saja yang menjual Bio, tapi seluruh pemain menjual Bio," jelas Karen.


(mkl/hen)



readmore »»  

Tekan Impor Solar, Pemerintah Perbesar Konsumsi Biodiesel Dalam Negeri

Jakarta - Pemerintah akan meningkatkan penggunaan biodiesel (biofuel) dalam negeri dalam rangka menekan impor BBM khususnya solar. Kebijakan ini dalam rangka memperbaiki neraca transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah, sebagai bagian 4 paket ekonomi pemerintah.

"Menurunkan impor migas, dengan memperbesar biodiesel dalam solar untuk mengurangi konsumsi solar dari impor. Kebjakan ini akan menurunkan impor migas secara signifikan," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2013)


Menurut Hatta, pemerintah juga akan melakukan langkah-langkah mendorong ekspor dan memberikan pengurangan pajak kepada industri yang berorientasi ekspor, untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah.


Menurut Hatta, gejolak di pasar keuangan dipicu oleh kekhawatiran memburuknya neraca perdagangan, karena neraca berjalan menunjukkan defisit 4,4% dari PDB.


"Pemerintah mengambil langkah-langkah stabilitasi ekonomi dalam jangka pendek," katanya.


Seperti diketahui kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri makin meningkat tiap tahun, sementara jumlah kilang tidak bertambah. Hasilnya, Indonesia harus ketergantungan impor BBM.


Sekretaris Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto mengatakan, untuk bensin jenis premium, dalam setahun produksi dari kilang di dalam negeri adalah 12 juta kiloliter (KL). Sementara total kebutuhan dalam negeri adalah 30 juta KL per tahun.


Indonesia harus mengimpor premium 18 juta KL per tahun untuk mencukupi kebutuhan BBM nasional. Tak hanya premium, Indonesia juga harus mengimpor 5 juta KL solar per tahun untuk mencukupi kebutuhan solar dalam negeri yang mencapai 16 juta KL.


"Karena kapasitas kilang kita hanya mampu produksi solar maksimal 11 juta KL per tahun, sehingga perlu tambahan impor 5 juta KL lebih untuk mencukup kebutuhan 16 juta KL per tahun solar nasional," ujar Djoko.


(hen/dnl)



readmore »»  

Dolar Tembus Rp 11.000, Ini 4 Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Jakarta - Hari ini, pemerintah mengumumkan 4 paket kebijakan ekonomi baru. Presiden SBY batal mengumumkan kebijakan ini dan diwakili oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Apa paket kebijakannya?

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, paket kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi terjaga, dan dampak guncangan ekonomi ke dunia usaha minim, sehingga penyediaan lapangan pekerjaan terjaga.


"Dengan langkah-langkah ini, maka diharapkan defisit transaksi berjalan pada triwulan III dan IV akan menurun, dan pertumbuhan ekonomi dapat kita jaga. Paket kebijakan ini kita kombinasikan juga dengan paket dari BI dan OJK yang utamanya menstabilkan sektor keuangan dan nilai tukar. Paket-paket tersebut akan diumumkan BI dan OJK terpisah pada hari ini," tutur Hatta dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2013).


Paket pertama dibuat untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam paket ini yang akan dilakukan adalah mendorong ekspor dan memberikan keringan pajak kepada industri yang berorientasi ekspor. Lalu pemerintah juga akan menurunkan impor migas dengan memperbesar biodiesel dalam solar untuk mengurangi konsumsi solar yang berasal dari impor.


Kemudian pemerintah juga akan menetapkan pajak barang mewah lebih tinggi untuk mobil CBU dan barang-barang impor bermerek dari rata-rata 75% menjadi 125% hingga 150%. Lalu pemerintah juga akan memperbaiki ekspor mineral.


Paket kedua untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Pemerintah akan memastikan defisit APBN-2013 tetap sebesar 2,38% dan pembiayaan aman. Pemerintah memberikan insentif kepada industri padat karya, termasuk keringanan pajak.


Paket ketiga untuk menjaga daya beli. Dalam hal ini, pemerintah berkoordinasi dengan BI untuk menjaga gejolak harga dan inflasi. Pemerintah berencana mengubah tata niaga daging sapi dan hortikultura, dari impor berdasarkan kuota menjadi mekanisme impor dengan mengandalkan harga.


Paket keempat untuk mempercepat investasi. Pemerintah akan mengefektifkan sistem layanan terpadu satu pintu perizinan investasi. Sebagai contoh, Hatta mengatakan, saat ini sudah dirumuskan pemangkasan perizinan hulu migas dari tadinya 69 izin menjadi 8 izin saja.


"Pemerintah juga akan mempercepat revisi peraturan daftar negatif investasi (DNI), mempercepat investasi di sektor berorientasi ekspor dengan memberikan insentif, serta percepatan renegosiasi kontrak karya pertambangan," kata Hatta.


Hatta juga mengatakan, proyek-proyek infrastruktur strategi akan dipercepat. Ini semua dilakukan agar neraca transaksi berjalan turun dan pertumbuhan ekonomi bisa dijaga tahun ini.


(dnl/hen)



readmore »»  

Pemerintah Beri Keringanan Pajak Bagi Industri Padat Karya

Jakarta - Pemerintah akan memberikan insentif berupa keringanan pajak bagi industri padat karya. Harapannya, industri yang bersangkutan tidak terkena dampak fluktuasinya ekonomi global dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut Menteri Keuangan Chatib Basri, insentif ini diberikan dalam rangka mengurangi defisit, salah satunya melalui peningkatan ekspor melalui pemberian insentif.


"Usaha padat karya dari buruhnya akan bisa dikenakan tambahan pengurangan pajak. Dengan demikian maka biaya produksi perusahaan itu akan bisa turun," kata Chatib saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2013).


"Kalau biaya turun, maka keuntungan perusahaan bisa bertahan di kondisi seperti ini. Jadi perusahaan tidak terimbas dan tidak lakukan PHK. Sehingga daya beli domestik akan tetap terjaga," ujarnya.


Industri-industri padat karya yang dimaksud Chatib adalah tekstil, garmen, sepatu, furnitur, dan mainan yang berorientasi ekspor. Keringanan pajak terhadap para buruh di industri ini akan dikurangi menjadi 125-150% dari yang biasanya 100%.


"Jadi kita harapkan perusahaan-perusahaan ini tidak akan lakukan PHK," tambahnya.


Ia mengatakan, Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) juga dihapuskan terhadap barang mewah yang sudah bisa diproduksi dalam negeri.


"Dalam jangka menengah ini kita tidak bisa tergantung kepada impor, jadi harus ada insentif di produk-produk sehari-hari," imbuhnya.



(ang/hen)



readmore »»  

Magnus Capital: Indeks Mixed, Menguat

Jakarta - Pada perdagangan kemarin, IHSG kembali melemah dan ditutup turun -47.03 poin ke level 4171.413 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 6.8 triliun. Pemodal asing melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 647 miliar. Pelemahan di pengaruhi oleh hasil rapat The Fed yang mengisyaratkan

dukungan terhadap pengurangan stimulus perekonomian AS namun belum

jelas kapan akan dilakukan. Hal tersebut menyebabkan semakin liarnya

pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar dan menekan laju IHSG.

Sementara itu Presiden SBY dijadwalkan akan mengumumkan beberapa paket yang akan diumumkan hari ini antara lain buyback saham BUMN tanpa RUPS pelonggaran batas maksimum porsi investasi BUMN asuransi dan dana pensiun, revisi daftar aturan negatif investasi dan kenaikan penghasilan tidak kenapajak. Pemerintah menyiapkan amunisi penuh yang tidak sekedar untuk

meredam gejolak pasar, melainkan untuk mendorong sektor riil.

Indeks Dow jones semalam ditutup naik 66.19 poin ke level 14963.74 sedangkan indeks S&P ditutup menguat 14.16 poin ke level 1656.96 dan indeks Nasdaq juga ditutup menguat 38.92 poin ke level 3638.71. Penguatan dipengaruhioleh serangkaian data ekonomi yang dirilis antara lain jobless claim yangmenguat sebanyak 336.000 sedikit diatas ekspektasi analis 330.000 dan USmanufacturing menunjukan penguatan yang signifikan sejak bulan Maret. DataPMI China dan Eropa yang mengindikasikan pemulihan ekonomi Dunia jugamenjadi katalis penopang bursa wall st.Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerek mixed cenderung menguatterbatas pada kisaran 4000-4300. Cermati saham ANTM, INCO, ADRO, AALI,

LSIP, PTBA.

Corporate News

PTBA: Perseroan siap membeli kembali saham dipasar, jika memperoleh

persetujuan dari kementrian BUMN dan sesuai peraturan yang berlaku.

Perusahaan pertambangan batubara milik negara itu masih memiliki dana

buyback sebesar Rp 650 miliar.

WSKT: Perseroan meraih tambahan kontrak baru sebesar Rp 1 triliun pada

periode Juli- Agustus 2013. Dengan demikian , perseroan membukukan total

kontrak baru senilai rp 7 triliun, setara dengan 39% dari target tahun ini Rp

79 triliun.

ACES: Perseroan membidik penjualan Rp 2.2 triliun pada semester II-2013,

naik 29.41% dibandingkan periode saham tahun lalu sebesar Rp 1.77 triliun.

(dru/dru)



readmore »»  

Indonesia Masuki Fase 'Krisis Nilai Tukar'

Jakarta - Nilai tukar rupiah terus menerus anjlok terhadap dolar AS hingga menyentuh Rp 11.000/US$. Indonesia kini memasuki fase krisis nilai tukar.

"Rupiah sudah anjlok 15 persen terhadap dolar AS, lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan pelaku pasar," ungkap Ekonom Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Jumat (23/8/2013).


Di samping anjloknya rupiah, Dradjad mengatakan juga masih ada tiga faktor risiko yang harus ditangani.


"Pertama, defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Kedua, utang swasta yang sebagian besar jatuh tempo September 2013," ungkapnya.


Adapun besaran utang swasta menurut Dradjad yang jatuh tempo jumlahnya sekitar US$ 25,6 miliar.


"Ketiga, dampak dari kebijakan The Fed yaitu Quantitative Easing tappering yang diperkirakan akan dilakukan lagi bulan September," tegasnya.


Hal ini, menurutnya akan menimbulkan dampak besar terhadap pelarian modal atau capital outflows dari Indonesia.


"Melihat ini semua, rasa-rasanya kita harus realistis bahwa kita memasuki tahap awal krisis nilai tukar," tuturnya.


Kebijakan pemerintah, sambung Dradjad tidak bisa lagi didasarkan asumsi normal, tapi sudah harus masuk "respon terhadap krisis". Khususnya respon terhadap ketiga faktor di atas.


"Mudah-mudahan jika responnya tepat dan kredibel, tidak bermimpi seperti dalam mengejar target pertumbuhan 6,4 persen dan tidak anggap enteng, kita bisa mencegah terjadinya full blown crisis," tuturnya.


Seperti diketahui, pemerintah dan BI siap mengeluarkan kebijakan untuk mengantisipasi anjloknya bursa dan rontoknya nilai tukar rupiah. Paket kebijakan akan diungkapkan pada hari ini.


(dru/dnl)



readmore »»