Dirut Garuda Temui 2 Bos Perusahaan Dunia di APEC CEO Summit

Nusa Dua - Para direktur utama (dirut) BUMN ikut hadir pada agenda APEC CEO Summit 2013 di Nusa Dua, Bali. Misalnya Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emrirsyah Satar, bertemu dengan CEO General Electric (GE) John Rice dan CEO Fedex Michael Ducker.

Emir yang ditemui di sela-sela agenda APEC mengatakan pertemuan yang dilakukan untuk tetap menjaga hubungan korporasi antara Garuda dengan perusahaan lainnya,secara secara personal maupun perusahaan.


"Lebih banyak menjaga relationship. Saya ketemu CEO GE, kita meeting dinner," ungkapnya di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Minggu (6/10/3013)


Ia menuturkan sebenarnya tidak ada transaksi baru yang dilakukan. Ketika bertemu dengan bos Fedex Michael Ducker, Emir mengaku hanya lebih banyak berdialog ringan. "Kita tanya apa-apa yang mempermudah kita masuk ke sana. Juga apa yang bisa mempermudah, saya ketemu CEO Fedex gitu," sebutya


Sebagai petinggi BUMN, semakin banyak membangun jaringan menurut Emir akan lebih baik. Sayang sekali dalam agenda Internasional ini tidak dimanfaatkan untuk membangun dan menjaga jaringan.


"Jadi lebih banyak networking, kita lihat apa kita bisa explore, baru nanti kita follow up," katanya.



readmore »»  

Mau Investasi? Perhatikan Hal-hal Ini

Jakarta - Masyakarat Indonesia sudah mulai mengenal investasi berupa investasi emas, deposito, properti hingga reksa dana. Bagi yang awam, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah memilih jenis investasi.

Head of Operation and Business Development Panin Asset Manajemen Rudiyanto mengatakan, sebelum memulai investasi pilihlah produk yang legal, jangan lupa pilih produk sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan.


"Pilih produk yang service dan performance-nya bagus, kita harus tahu kalau produk yang kita pilih legal. Investasi bodong biasanya service nya bagus tapi performance-nya tidak," kata Rudi di acara Indonesia Financial Expo & Program (IFEF) 2013, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (6/10/2013).


Rudiyanto menjelaskan untuk bisa berinvestasi dengan benar, diperlukan mind-set yang benar, tujuan yang cerdas, dan produk investasi yang bagus.


"Setelah mind-set benar, tujuan smart, produknya bagus, lalu ya action. Kalau nggak action ya nggak akan terjadi," ujarnya.


"Kalau sudah punya cara yang benar kita harus pilih produk yang tepat, legal dan sesuai kebutuhan. Legal itu semua pengumpulan dana lebih dari 50 orang, itu sudah harus ada izin dari OJK. Kalau tanpa seizin OJK itu ilegal, itu contohnya yang dilakukan Yusuf Mansur, ngumpulin dana kemudian bangun properti tapi belum ada izin," terangnya.


Menurutnya, cek dan ricek itu perlu untuk mengetahui apakah kita sudah memilih produk investasi yang legal.Next


(drk/rrd)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pada Forum APEC, PBB Puji Pembangunan di Indonesia

Nusa Dua - Banyak yang menilai pembangunan Indonesia tidak dilakukan secara merata, melainkan hanya di wilayah tertentu saja. Meski demikian, pembangunan di Indonesia ternyata mendapatkan apresiasi dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Saya mengapresiasi langkah pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk komitmennya dalam mengembangkan pembangunan berkelanjutan di tingkat kawasan," kata Direktur Pembangunan Jaringan Solusi Berkelanjutan (SDSN) PBB Jeffrey Sachs.


Hal tersebut disampaikan dalam pidato Sachs, dalam acara Konferensi Internasional Tri Hita Karana untuk Pembangunan Berkelanjutan dalam rangkaian KTT APEC di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10/2013).


Sachs menyatakan pihaknya mengapresiasi komitmen Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan dengan pembuatan jaringan untuk mengembangkan program tersebut sebagai kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDG's) yang akan berakhir 2015.


Ia menambahkan diperlukan suatu jaringan internasional yang khusus membidangi sektor pembangunan berkelanjutan. Jaringan tersebut terdiri dari kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai sektor bisa menjadi contoh untuk digerakkannya program tersebut di negara lain.


"Tentu kita membutuhkan fundamental energi untuk pembangunan, karena itu dibutuhkan pertemuan tingkat tinggi (high level panel) untuk berjalannya pembangunan berkelanjutan," ujar Sachs yang berpidato di depan Presiden SBY ini.


Menurutnya PBB akan mendukung penuh Indonesia dalam pendirian pusat penelitan bersama negara lain untuk pengembangan program pembangunan berkelanjutan ini. Sachs mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon sudah mengutarakan komitmennya dalam membangun jaringan dalam mengembangkan pembangunan berkelanjutan.


"Saat ini merupakan era baru dalam pembangunan berkelanjutan, dan Sekjen PBB Ban Ki Moon memberikan rekomendasi penuh untuk diadakannya pertemuan tingkat tinggi," ujar Sachs.



readmore »»  

7 Resep Atasi Gonjang-ganjing Ekonomi

Jakarta - Di tahun 2013, perekonomian global menunjukkan dinamikanya tersendiri. Ada yang meraih pertumbuhan, tetapi juga tidak sedikit yang alami pelambanan. Kondisi tersebut justru menggarisbawahi pentingnya APEC.

Demikian benang merah pidato pembukaan yang disampaikan Presiden SBY di depan peserta the APEC CEO Summit yang dihelat Minggu pagi (06/10/2013) di Bali Internasional Convention Centre. Hadir dalam kesempatan itu ratusan CEO dari Ekonomi APEC dan para anggota kabinet Indonesia. Menurut rencana, dalam kegiatan ini juga dihadirkan pembicara dari beberapa negara termasuk PM Singapura.


Lebih lanjut disampaikan Presiden, banyak negara maju sedang mengalami pertumbuhan positif sebaliknya terdapat negara-negara berkembang mengalami pelemahan ekonomi. Gonjang-ganjingnya perekonomian global tahun ini dipastikan akan menyebabkan defisit neraca perdagangan, larinya modal serta depresiasi mata uang banyak negara.


Hal yang sama dialami oleh Ekonomi APEC. Namun demikian, forum Asia Pasifik ini diperkirakan tetap sangat penting sebagai sumber pertumbuhan global. Berdasarkan data yang dikeluarkan IMF, ekonomi APEC masih akan tumbuh sebesar 6,3 persen tahun ini dan 6,6 persen tahun 2014. Angka pertumbuhan ini disinyalir lebih dari dua kali lipat dari pertumbuhan rata-rata dunia.


Konsekuensinya, APEC mau tidak mau akan menjadi lokomotif pertumbuhan global. Maklumlah, ekonomi APEC mewakili 54 persen dari GDP dunia, dan 44 persen dari perdagangan dunia. Di kawasan APEC sendiri, perdagangan terus membumbung tujuh kali lipat sejak pendiriannya, sedangkan tarifnya turun 70 persen. Tidak hanya itu, biaya usaha juga turun tajam sehingga terdapat efisiensi senilai 59 miliar dolar AS.


“Semua ini hanya menunjukkan bahwa APEC berada dalam posisi ideal untuk membantu bangunnya ekonomi global. Karenanya, anggota APEC harus melakukan upaya yang lebih baik untuk mendorong pertumbuhan,” kata SBY.


Untuk menjadi lokomotif ekonomi global, maka SBY menyampaikan tujuh langkah-langkah penting. Pertama, menghindari keluarnya kebijakan proteksionis dalam arti mendorong liberalisasi perdagangan. Kedua, merangsang investasi di kawasan guna menjaga momentum pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja. Ketiga, membangun infrastruktur yang lebih baik dan elemen-elemen penting dalam konektifitas.


Resep keempat adalah memastikan adanya pertumbuhan yang berimbang yang melibatkan pengusaha kecil dan menengah yang merupakan tulang punggung pertumbuhan. Kelima, semua pihak harus memastikan stabilitas finansial yang merupakan persyaratan mutlak bagi aktivitas ekonomi yang berkesinambungan. Keenam, harus diterapkannya konsep pembangunan untuk semua. Tidak boleh dilupakan jaring pemngaman sosial bagi si miskin dan unsur finansial untuk kemakmuran semua pihak.


“Ketujuh, ekonomi APEC dapat mencapai semua ini apabila kita semua mengintensifkan kebijakan koordinasi dan konsultasi,” kata Presiden SBY.



readmore »»  

Investasi Reksa Dana Cukup Bermodal Rp 200.000/Bulan

Jakarta - Saat ini untuk investasi reksa dana tidak perlu dana besar, cukup dengan Rp 200.000 per bulan masyarakat sudah berinvestasi dengan mudah.

Marketing PT Sinarmas Sekuritas Ari Eko mengatakan ada namanya reksa dana campuran, investasi ini bisa menjadi pilihan ditengah kondisi pasar saham yang terus turun tajam, bahkan investasi ini bisa dialihkan ke deposito atau obligasi.


"Dengan investasi reksa dana campuran ini, cukup Rp 200.000 per bulan, investor bisa meraih total dana sebesar Rp 133.701.352 selama 15 tahun dengan asumsi return rata-rata 15% per tahun," ungkap Ari yang ditemui detikFinance disela acara Indonesia Financial Expo & Program (IFEF) 2013, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (6/10/2013).


Mengapa bisa mendapatkan dana ratusan juta dalam 15 tahun hanya dengan investasi Rp 200.000 per bulan?


"Misal investor melakukan penempatan sebesar Rp 200 ribu per bulan selama 15 tahun. Jadi perhitungannya Rp 200.000 x 12 bulan x 15 tahun= Rp 36 juta. Selama 15 tahun keuntungan nasabah sebesar Rp 97.701.352 jadi hasil investasi sebesar Rp 133.701.352," jelas Ari.


Ditambahkan Ari, untuk memulai berinvestasi reksa dana di Sinarmas Sekuritas, nasabah bisa dengan mulai membuka rekening Sinarmas secara gratis. Setoran bisa dilakukan autodebet setiap bulannya.


"Bisa dengan membuka rekening Sinarmas dulu gratis dan langsung daftar produk reksa dana campuran Simas Satu, setoran auto debet jadi praktis," ujar dia.


(drk/rrd)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Sofitel Luxury Hotel Jelang Leaders Meeting

Nusa Dua - Sofitel Luxury Hotel, Bali Nusa Dua Beach Resort ‎akan menjadi tempat bersejarah yang tak terlupakan. Di resort berluas 7 hektar inilah para pemimpin Ekonomi Asia Pasifik akan melakukan pertemuan.

Pertemuan para pemimpin ekonomi (leaders meeting) akan berlangsung Senin-Selasa atau 7-8 Oktober 2013. ‎ Satu hari menjelang pertemuan, Sofitel sudah siap digunakan.


Pemantauan detikFinance, Minggu (6/10/2013), hotel yang dibangun dengan biaya Rp 1 triliun ini sudah disterilkan. Pengamanan di hotel yang berada di pinggir laut ini terlihat sangat ketat.


Hari ini, hotel ini akan dipergunakan Presiden SBY untuk melakukan pertemuan bilateral. Antara lain pertemuan bilateral dengan Presiden Meksiko dan pemimpin Hong Kong.


Senin, Presiden SBY akan menerima satu per satu pemimpin ekonomi di serambi depan hotel Sofitel untuk memulai leaders meeting. Saat ini, karpet merah sudah digelar. Booth untuk foto Presiden SBY dengan masing-masing pemimpin ekonomi juga sudah dipasang.


Berbagai ruangan untuk pertemuan bilateral juga sudah siap. Begitu juga dengan ruangan retreat (pertemuan para pemimpin ekonomi), ruang makan, dan holding room juga sudah disterilkan.


Presiden Direktur Agung Podomoro Land Trihatma K Haliman, yang merupakan pemilik Sofitel Luxury, menegaskan Sofitel sudah siap digunakan untuk KTT APEC. "Semua ruangan dan area hotel ini sudah siap," kata Trihatma saat ditemui di Sofitel Luxury. Next




readmore »»  

Mengintip Sofitel Luxury Hotel Tempat Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC

Nusa Dua - Sofitel Luxury Hotel, Bali Nusa Dua Beach Resort ‎akan menjadi tempat bersejarah yang tak terlupakan. Di resort berluas 7 hektar inilah para pemimpin Ekonomi Asia Pasifik akan melakukan pertemuan.

Pertemuan para pemimpin ekonomi (leaders meeting) akan berlangsung Senin-Selasa atau 7-8 Oktober 2013. ‎ Satu hari menjelang pertemuan, Sofitel sudah siap digunakan.


Pemantauan detikFinance, Minggu (6/10/2013), hotel yang dibangun dengan biaya Rp 1 triliun ini sudah disterilkan. Pengamanan di hotel yang berada di pinggir laut ini terlihat sangat ketat.


Hari ini, hotel ini akan dipergunakan Presiden SBY untuk melakukan pertemuan bilateral. Antara lain pertemuan bilateral dengan Presiden Meksiko dan pemimpin Hong Kong.


Senin, Presiden SBY akan menerima satu per satu pemimpin ekonomi di serambi depan hotel Sofitel untuk memulai leaders meeting. Saat ini, karpet merah sudah digelar. Booth untuk foto Presiden SBY dengan masing-masing pemimpin ekonomi juga sudah dipasang.


Berbagai ruangan untuk pertemuan bilateral juga sudah siap. Begitu juga dengan ruangan retreat (pertemuan para pemimpin ekonomi), ruang makan, dan holding room juga sudah disterilkan.


Presiden Direktur Agung Podomoro Land Trihatma K Haliman, yang merupakan pemilik Sofitel Luxury, menegaskan Sofitel sudah siap digunakan untuk KTT APEC. "Semua ruangan dan area hotel ini sudah siap," kata Trihatma saat ditemui di Sofitel Luxury. Next




readmore »»