Cerita Presiden Korsel Banggakan 'Gangnam Style' di KTT APEC

Nusa Dua - Fenomena Gangnam Style asal Korea Selatan (Korsel) memang sudah mendunia. Sampai-sampai, Presiden Korsel Park Geun-hye membanggakan Gangnam Style di depan para pengusaha-pengusaha besar di Asia Pasifik dalam Forum KTT APEC 2013 Nusa Dua, Bali.

Presiden Park Geun-hye mengatakan Gangnam Style bentuk konkret ekonomi kreatif yang dimiliki negaranya. Gangnam Style yang dipopulerkan oleh Psy sangat menguntungkan posisi Korsel sebagai sebuah negara.


"Kami ada Gangnam Style, Psy yang sangat populer di Youtube sampai 1,7 miliar orang yang melihat. Itu memberikan nilai tambah bagi kami," kata Park saat memberikan sambutan di acara APEC CEO Summit 2013 di Westin Plenary Hall, Nusa Dua Bali, Minggu (6/10/2013).


Selain dari sektor tambang, Korea Selatan juga unggul dengan sektor ekonomi kreatif. Sektor tersebut menurutnya mampu berkontribusi banyak terhadap perekonomian Korsel.


"Dalam ekonomi kreatif tidak ada batasan untuk terus tumbuh," katanya.


Ia mengatakan, kemajuan ekonomi Korea Selatan saat ini tidak terlepas dari model ekonomi Miracle of Han River. "Kita pernah mengalami kemajuan pesat dengan Miracle of Han River pada tahun 1961. Dalam setengah abad kita bisa maju," kata Park.



readmore »»  

Usai KTT APEC, Bagaimana Nasib Ruang Retreat di Hotel Sofitel?

Nusa Dua - Ruang retreat-pertemuan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik di Sofitel Luxury Hotel Nusa Dua, Bali didesain secara khusus untuk KTT APEC 2013. Lantas, bagaimana nasib ruangan istimewa ini setelah KTT APEC usai?

Presiden Direktur Agung Podomoro Land Tbk Trihatma K Haliman sudah memikirkannya. Trihatma tidak mungkin untuk merobohkannya dan membangun ulang.


Ia akan mempertahankan bangunan ini. "Ini bangunan bersejarah, punya nilai historis. Kami tetap akan membiarkan ruangan ini," kata Trihatma saat ditemui di Sofitel Luxury Hotel, Minggu (6/10/2013).


Rencananya, bekas ruang retreat nanti akan difungsikan sebagai ruang multifungsi. "Nanti multifunction, ini punya sejarah. Bisa jadi tempat pernikahan semacam wedding chapel," ujar Trihatma. Ruang sebelahnya bisa difungsikan sebagai club untuk keluarga.


Menurutnya ruang retreat memang didesain khusus karena desain awal tidak seperti itu. Ruang yang digunakan pertemuan 21 pemimpin ekonomi Asia Pasifik ini ‎memiliki desain yang spesifik.


Ada meja melingkar untuk konferensi plus dengan tempat duduk yang empuk. Bagian langit-langit juga diberi desain khusus sehingga tampak elegan. "Bisa saja nanti kami kasih tulisan 'Meja Putin' atau nama pemimpin negara lainnya," kata Trihatma berkelakar.


Ruang retreat ini juga memiliki teras yang menghadap ke laut, dengan taman yang indah. "Mungkin nanti space yang di belakang itu kita gunakan untuk health care," kata Trihatma.


‎Untuk diketahui, Trihatma membangun Sofitel Luxury Hotel dengan biaya Rp 1 triliun. Pengerjaan hotel ini diselesaikan dalam waktu singkat, sekitar 1,5 tahun. Hotel bintang lima ini memiliki 400 kamar dan 17 vila.



readmore »»  

Bos Fedex: Perdagangan Bebas Bantu UKM Bisa Ekspor

Nusa Dua - Usaha Kecil Menengah (UKM) dianggap sektor yang mendapat keuntungan paling besar dari sistem perdagangan bebas di dunia. Sebab, perdagangan bebas bisa mewujudkan sebuah UKM dapat melakukan ekspor ke negara lain.

Hal ini disampaikan oleh CEO International Fedex Express Michael Ducker dalam diskusi perdagangan bebas pada rangkaian agenda APEC CEO Summit 2013, di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10/2013)


"Saya rasa tentu saja UKM akan menjadi penerima manfaat yang besar," ungkapnya.


Sebelum memasuki tahun 2000-an, Ducker mengatakan hanya 1% UKM yang melakukan ekspor ke negara lain. Namun, dalam kajian terakhir, ada 94% UKM sudah mampu menembus batas negara alias mengekspor produknya.


"Melihat kajian terakhir Ebay, bahwa 94% konsumen dari UKM mulai ekspor lintas batas dan mengekspor ke berbagai negara," katanya.


Ia menuturkan perdagangan saar ini sudah cukup terbantu dengan kehadiran internet. UKM dengan mudah menampilkan produknya di sebuah website, melakukan transaksi jual beli dengan bank dan mengirimkan barang jasa perusahaan.


"Ada peluang besar untuk menjual lintas batas. Mereka bisa mulai dari garasinya kemudian masuk ke internet, jual beli dan kirim," kata Ducker.


Ia meyakini, bisnis ke depan akan tumbuh lebih cepat. Di mana dengan mengkolaborasi antara kemampuan individu dan teknologi serta sistem perdagangan bebas. "Saya rasa bisnis UKM akan menerima manfaat di dunia. UKM menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan di sanalah memulai bisnis," pungkasnya.



readmore »»  

52 Juta Pekerja UMKM Berharap pada KTT APEC

Denpasar - Di tengah hiruk pikuk ribuan anggota delegasi selama penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi APEC, delegasi Indonesia bernafas lega. Para pejabat dari berbagai kementerian dan Lembaga itu berhasil menggolkan nasib UKM ke dalam forum paling bergengsi di Asia Pasifik.

Wajar kalau delegasi Indonesia menghela nafas panjang. Urusan UKM bukan beban yang enteng. Saat ini, tercatat setidaknya 52 juta warga Indonesia menggantungkan nasibnya dan keluarganya, pada sektor usaha kecil dan menengah ini. Sayangnya, baru 25% (sekitar 13 juta) UKM di Indonesia yang mendapat akses ke lembaga keuangan.


UKM boleh dibilang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pada 2011, sebanyak 97% tenaga kerja Indonesia berteduh dibawah UKM. Mereka adalah penyumbang 60% total Produk Domestik Bruto. Masih terlintas di ingatan, UKM adalah sektor utama yang menyelamatkan Indonesia ketika menghadapi krisis keuangan dan ekonomi pada 1997-1998. Nasib UKM inilah yang tersimpan di kantong para diplomat, yang harus ngotot menegosiasikannya di forum APEC. Hasilnya?


Alhamdulillah, Pertemuan Tingkat Menteri (AMM) yang berlangsung 4 – 5 Oktober 2013 telah menyepakati UKM sebagai salah satu fokus perhatian kerja sama ekonomi APEC saat ini dan masa mendatang. Telah dibahas cara-cara untuk memperkuat daya saing UKM dan meningkatkan pemberdayaan UKM perempuan.


Ini menjadi bagian dari strategi menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan pemerataan (sustainable growth with equity). Namun perlu juga diingat juga bahwa embrio keberpihakan APEC terhadap UKM telah dimulai dalam KTT APEC Honolulu, Nopember 2011, yang sepakat bulat untuk membantu UKM melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan.


Secara khusus, di Bali kali ini, pembahasan kerja sama dalam bidang ini juga harus melibatkan perempuan dipertajam. Maklumlah, sekitar 60% UKM di Indonesia dikelola oleh kaum perempuan. “Pokoknya, di Bali, pengarusutamaan UKM lebih didorong, seperti isu akses keuangan dan CSR,” ujar Iman Pambagyo, Dirjen KPI Kemendag.


APEC kini menjadi harapan baru UKM. Dengan kesepakatan itu, kerja sama APEC nantinya harus mengembangkan kewirausahaan bagi pengelolaan UKM yang baik dan memperluas akses pembiayaan bagi UKM untuk memulai dan menjalankan usaha. Ekonomi APEC juga harus bekerja sama untuk memberdayakan UKM agar dapat bersaing di pasar internasional.


Lembaga keuangan, terutama kalangan perbankan nasional, tentu saja harus memberikan dimensi baru dalam masalah UKM. Selama ini, cukup banyak bank nasional yang memiliki program pengembangan UKM. Bank BNI misalnya, hingga saat ini telah menggelontorkan Rp. 197 milyar kredit kepada lebih dari 25 ribu UKM. Bank pelat merah ini juga secara aktif melakukan pembinaan kapasitas UKM-UKM tersebut.


Namun, ke depannya program itu tampaknya mesti lebih dikembangkan lagi. Melalui kerja sama APEC, lembaga keuangan tidak hanya dituntut untuk mensejahterakan kehidupan UKM. Lebih dari itu, para bankir juga harus kreatif dan inovatif untuk mempersiapkan pengusaha kecil dan menengah bertarung di pasar global.



readmore »»  

Negara Diklaim Tak Rugi Gara-gara PPnBM Mobil Murah 0%

Jakarta - Keberadaan mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) tak dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Sehingga pendapatan negara berpotensi kehilangan sumber pemasukan pajak dari mobil murah, namun negara diklaim tidak rugi.

"Mobil LCGC ini memang menghapuskan PPnBM, itu bukan produsen mobil yang diuntungkan, tetap konsumen, konsumen tidak perlu bayar pajak PPnBM 10%," ujar Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi ketika berbincang dengan detikFinance, seperti dikutip Minggu (6/10/2013).


Apakah negara rugi karena kehilangan PPnBM 10% dari mobil murah?


"Tidak, negara masih dapat pajak PPN 10%, pajak daerah 10%," ungkapnya.


Menurut Budi, jika pemerintah tidak memberikan keringanan pajak agar harga mobil ramah lingkungan ini bisa lebih murah harganya dan terjangkau oleh masyarakat menengah di Indonesia maka akan ada kesempatan yang hilang bagi Indonesia.


"Kalau tidak diberi, ini opportunities loss bagi kita, karena mereka kalau tidak ada itu (keringanan pajak) maka mereka tidak mau datang masuk ke kita (Indonesia), sekarangkan dengan ada itu mereka mau buka pabrik disini, jadi tidak ada yang rugi," ungkapnya.


Ditambahkan Budi, tapi kalau Indonesia tidak buat mobil murah, maka pada perdagangan besar 2015, Indonesia akan diserbu mobil-mobil murah buatan negara ASEAN lainnya.


"Saat ini negara-negara tetangga kita juga pada buat mobil ini, contoh Thailand, kebayang nggak kalau kita sekarang nggak buat? 2015 mobil murah dari luar negeri pada masuk ke Indonesia, kita cuma jadi pembeli saja," tutupnya.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

RI Urutan Kedua Setelah China Sebagai Tujuan Utama Investasi CEO APEC

Jakarta - Hasil survei terbaru PricewaterhouseCoopers (PwC) terhadap 500 chief executive officers (CEO) di negara-negara Asia Pasifik (APEC) menunjukkan 68% para petinggi perusahaan tersebut berencana meningkatkan investasinya beberapa tahun ke depan.

Setidaknya ada tiga negara yang menjadi tujuan investasi utama para CEO APEC untuk 3-5 tahun ke depan yaitu China urutan pertama, Indonesia urutan kedua dan AS urutan ketiga.


Survei PwC dilakukan terhadap 500 CEO di Asia Pasifik dengan tema 'Menuju ketahanan dan pertumbuhan: bisnis di Asia Pasifik dalam transisi'


Para CEO tersebut percaya beberapa tahun ke depan proses urbanisasi yang cepat, bertambahnya kelas menengah, peningkatan infrastruktur akan menopang pertumbuhan bisnis mereka.


"China diakui oleh para CEO dunia sebagai negara tujuan utama investasi bisnis di masa mendatang, karena biaya produksi yang kompetitif dan pertumbuhan keterampilan dalam hal teknologi," kata Senior Partner for Beijing David Wu dikutip dari Chinadaily, Minggu (6/10/2013)


China dikenal sebagai negara yang memasok tenaga kerja yang murah tanpa batas, akses kredit yang mudah dan ekonomi yang terus tumbuh. Namun saat ini memang ekonomi China terus melambat, upah tenaga kerja yang naik, membuat ekonom mengingatkan bahwa kesempatan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut bisa menguap.


Para CEO di Asia Pasifik masih berpikir ekonomi China paling siap dalam menghadapi perubahan. Alasannya karena faktor stabilitas makro ekonomi China dan kepastian regulasi.Next




readmore »»  

Dirut Garuda Temui 2 Bos Perusahaan Dunia di APEC CEO Summit

Nusa Dua - Para direktur utama (dirut) BUMN ikut hadir pada agenda APEC CEO Summit 2013 di Nusa Dua, Bali. Misalnya Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emrirsyah Satar, bertemu dengan CEO General Electric (GE) John Rice dan CEO Fedex Michael Ducker.

Emir yang ditemui di sela-sela agenda APEC mengatakan pertemuan yang dilakukan untuk tetap menjaga hubungan korporasi antara Garuda dengan perusahaan lainnya,secara secara personal maupun perusahaan.


"Lebih banyak menjaga relationship. Saya ketemu CEO GE, kita meeting dinner," ungkapnya di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Minggu (6/10/3013)


Ia menuturkan sebenarnya tidak ada transaksi baru yang dilakukan. Ketika bertemu dengan bos Fedex Michael Ducker, Emir mengaku hanya lebih banyak berdialog ringan. "Kita tanya apa-apa yang mempermudah kita masuk ke sana. Juga apa yang bisa mempermudah, saya ketemu CEO Fedex gitu," sebutya


Sebagai petinggi BUMN, semakin banyak membangun jaringan menurut Emir akan lebih baik. Sayang sekali dalam agenda Internasional ini tidak dimanfaatkan untuk membangun dan menjaga jaringan.


"Jadi lebih banyak networking, kita lihat apa kita bisa explore, baru nanti kita follow up," katanya.



readmore »»