Dahlan Iskan: Gotong Royong untuk 86,4 Juta Orang Miskin

Jakarta - Pagi ini di Sukabumi. Seluruh direktur utama BUMN berkumpul. Di Sukabumi mereka membubuhkan tanda tangan pertanda ikut gotong royong. Mengikutkan seluruh karyawan dan keluarga mereka ke program BPJS Kesehatan.

Bapak Presiden SBY hadir di acara ini. Beliau tidak hanya menyaksikan. Beliau ingin program bersejarah yang terjadi di era kepemimpinan beliau ini sukses.


BPJS memang akan mengubah sistem jaminan kesehatan nasional. Tahun pertama baru menyangkut 86,4 juta orang, tapi inilah dasar yang kokoh untuk sistem kesehatan negara modern ke depan.


Karyawan BUMN dan keluarganya tidak termasuk yang 86,4 juta itu. Keikutsertaan BUMN bisa menambah kualitas layanan untuk yang 86,4 juta orang itu.


Siapakah 86,4 juta orang itu? Mereka adalah rakyat miskin dan hampir miskin. Mulai tanggal 1 Januari 2014 depan, kesehatan mereka ditanggung pemerintah. Melalui layanan Askes yang berganti nama BPJS Kesehatan.


Baru kali ini terjadi dalam sejarah Republik Indonesia pengobatan untuk seluruh orang miskin dan hampir miskin ditanggung oleh pemerintah.


Tentu layanan yang bisa diberikan kepada 86,4 juta orang miskin itu belum akan memuaskan. Tiap orang baru mendapat jatah Rp 19.000 per bulan. Rata-rata. Artinya kalau banyak yang tidak sakit jatah untuk yang sakit bisa lebih besar dari itu.Next


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Produk Batik Pakai Pewarna dari Jengkol Laris di Jerman Hingga China

Jakarta - Pasar produk batik terus berkembang, tidak hanya di dalam negeri tetapi tembus pasar ekspor. Kini juga berkembang produk batik yang menggunakan pewarna alami dari bahan buah jengkol yang juga laris di luar negeri.

Perajin batik dari Clean Batik Initiative, Juni mengatakan batik alami ini model corak batiknya mulai dikembangkan di Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Madura hingga Kalimantan.


"Batik-batik tersebut terbuat dari warna-warna alami, warna dari jengkol, mangga, manggis, kulit pohon dan lainnya," ucap Juni ditemui disela acara JERIN Festival 2013, di Plasa Senayan Selatan, Minggu (20/10/2013).


Juni mengungkapkan batik-batik dari pewarna alami ini sudah banyak terjual di Jerman, Jepang, China, Singapura dan negara-negara lainnya. "Kami aktif ikut pameran di luar negeri, hasilnya banyak negara yang menyukai batik dari bahan alami ini," katanya.


Selain itu, agar diminati banyak negara, Clean Batik Initiative juga bekerjasama dengan para desainer.


"Kita juga kerjasama dengan 5 desainer untuk menciptakan model dan corak baru tidak lagi corak-corak klasik, agar lebih menarik orang-orang dari berbagai negara," ungkapnya.


Juni menambahkan proses pembuatan batik dengan penggunaan pewarna alami memerlukan waktu lebih panjang dan lebih rumit, sehingga harganya lebih mahal dibandingkan dengan batik pada umumnya.


"Memang sedikit lebih mahal karena lebih rumit prosesnya, terutama dari mendapatkan warna alamnya, perlu proses sedikit lebih panjang, makanya harganya lebih mahal sedikit, paling murah Rp 400.000-Rp 600.000 untuk kain ukuran 2 x 1,15 (meter)," katanya.


Batik dengan pewarna alami ini memang warnanya tidak secerah kain batik yang menggunakan pewarna kimia.


"Ya namanya warna alami, tidak secerah batik dengan warna tekstil, tapi perawatannya sama saja, yang namanya batik tidak boleh dicuci dengan deterjen, pakai sabun khusus batik," tandasnya.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Wamen ESDM: Larangan Mobil Dinas dan Truk Beli BBM Subsidi Tak Efektif

Jakarta - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Susilo Siswoutomo mengakui kebijakan larangan mobil dinas, truk, dan kapal niaga menggunakan BBM subsidi tidak efektif. Sehingga pemerintah akan mencari cara lain agar kuota BBM subsidi setiap tahun tak terus jebol.

"Pengendalian BBM subsidi yang dilakukan BPH Migas dan aparat sebagai implementasi aturan Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2013 kurang efektif," ujar Susilo dalam pesan singkatnya, Minggu (20/10/2013).


Kementerian ESDM sejak tahun lalu melarang mobil dinas membeli BBM subsidi ditandai dengan stiker khusus, kemudian aturan tersebut diperluas dengan keluarnya Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 1 Tahun 2013 tentang pengendalian penggunaan bahan bakar minyak.


Dalam aturan tersebut mobil dinas pemerintah, Pemda, BUMN dan BUMD, mobil barang roda empat lebih yang ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi dilarang menggunakan BBM subsidi terutama BBM premium atau Ron 88.


Akibat aturan tersebut kurang efektif maka pemerintah mengeluarkan cara baru yakni melakukan sistem pembelian BBM subsidi dengan cara non tunai.


"Cara beli BBM non tunai itu kan salah satu bentuk dari implementasi aturan Permen ESDM Nomor 1 tahun 2013, ya kan banyak yang bilang juga aturan pengendalian yang sebelumnya dilakukan tidak efektif. Nah, sistem baru ini usaha pemerintah supaya kuota BBM subsidi yang tahun 2013 ini sebesar 48 juta Kiloliter (KL) terkendali, jangan sampai lewat," tutupnya.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Gunakan Bahan Alami, Batik Made in Indonesia Pakai Pewarna dari Jengkol

Jakarta - Uni Eropa bersama Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman, EKONID sejak 4 tahun lalu memberikan bantuan agar batik Indonesia bisa dibuat dengan bahan-bahan alami atau bebas bahan kimia. Misalnya penggunaan bahan pewarna alami yang ada di Indonesia, termasuk buah jengkol.

"Batik-batik yang kami produksi adalah batik-batik yang menggunakan bahan-bahan alami, warnanya dari buah, pepohonan sampai jengkol," kata Pengurus Clean Batik Initiative, Juni ditemui di JERIN Festival 2013, Plaza Senayan Selatan, Minggu (20/10/2013).


Clean Batik Initiative ini merupakan lembaga yang dibiayai oleh Uni Eropa dan Kadin Jerman yang bertujuan agar para perajin batik menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.


"Saat ini kan banyak perajin batik baik yang tulis maupun cetak, warna yang digunakan adalah warna tekstil. Penggunaan warna-warna kimia lambat laut akan merusak lingkungan dan air di sekitar tempat produksi batik tersebut," ujar Juni.


Pihak Clean Batik Initiative aktif mensosialisasikan penggunaan bahan-bahan alami untuk memproduksi batik di Indonesia.


"Warna-warna yang digunakan seperti warna dari buah manggis, kulit pohon mahoni, sampai kulit jengkol bisa menghasilkan warna yang bisa digunakan untuk warna kain batik," ujarnya.


Clean Batik Initiative saat ini telah membina 500 industri kecil menengah (IKM) batik di Indonesia dan 100 IKM batik pada 2 daerah di Malaysia.


"Di Indonesia kita membina IKM-IKM di 6 daerah seperti Pekalongan, Jogyakarta, Solo, Cirebon, Tarakan dan Sumenep dan di dua daerah di Malaysia salah satunya di Terengganu. Clean Batik Initiative ini tidak melihat batik itu asli dari mana, yang penting dalam produksi batik kami mendorong menggunakan warna-warna alami yang baik bagi lingkungan," ucap Juni.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Harga Daging Sapi di Ritel Modern Masih Tembus Rp 100.000/Kg

Jakarta - Harga daging sapi di ritel modern saat ini masih di kasaran Rp 100.000 per Kg. Harga daging sapi seharusnya sudah bisa turun ke level Rp 65.000/Kg

"Saat ini harga daging di ritel-ritel rata-rata masih Rp 100.000 per Kg, masih cukup mahal," kata Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid ketika berbincang dengan detikFinance, Minggu (20/10/2013).


Satria mengatakan masih mahalnya harga daging sapi di ritel karena pasokan yang terbatas dari para supplier daging lokal maupun impor. "Padahal impor juga sudah dibuka," katanya.


Menurut Satria, seharusnya apabila keran impor daging sudah dibuka dan suplainya juga masuk ke ritel lancar maka harga daging di tingkat ritel bisa turun.


"Ini yang terjadikan tidak, daging impornya malah masuk ke Horeka (hotel, restoran dan katering) bahkan ada yang masuk ke pasar tradisional," ucapnya.


Padahal seharusnya harga daging di ritel bisa lebih rendah mencapai Rp 65.000 per Kg.


"Kalau pasokannya ada dan lancar, baik itu dari sapi lokal maupun impor, harga daging di ritel itu paling mahal hanya Rp 65.000 per Kg. Ritel kan nggak bisa impor, pasokan dari lokal sangat sedikit sekali. Sementara yang impor yang katanya keran impornya dibuka sampai saat ini pasokannya juga terbatas," tutupnya.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Dalam 5 Tahun Hanya Ada 1 Pabrik Gula Baru yang Berhasil Dibangun

Blora - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengapresiasi langkah PT Gula Multi Manis (GMM) membangun pabrik gula baru, karena akan meningkatkan produksi gula, dapat mengurangi impor dan membantu pemerintah dalam program swasembada gula. GMM diklaim satu-satunya pabrik gula baru yang berdiri sejak 5 tahun terakhir atau sejak 2009.

Pabrik gula GMM dibangun dengan investasi sebesar Rp 1,7 triliun. Pabrik ini akan memiliki kapasitas penggilingan tebu sebesar 6.000 TCD (Ton of Cane per Day). Tahun 2014 rencananya pabrik baru gula ini akan mulai berproduksi. Dengan rendemen minimal sampai 8 persen, produksi gula pabrik GMM akan mencapai 50 ribu ton pe tahun.


Suswono mengatakan program swasembada gula banyak mengalami kendala. Pertama, kendala lahan karena dibutuhkan setidaknya tambahan lahan 350.000 hektar khusus untuk menanam tebu.


"Hingga sekarang tambahan lahan itu tidak ada, sehingga luas panen tebu sejak dicanangkan tahun 2009 hingga sekarang tidak bertambah," kata Suswono saat meresmikan gudang gula milik pabrik gula PT Gula Multi Manis (GMM) di Desa Jappah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikutip Minggu (20/10/2013)


Kedua, adalah revitalisasi pabrik gula. Pabrik gula yang ada merupakan pabrik gula peninggalan Belanda. Mesin-mesinnya perlu diremajakan agar dapat meningkatkan rendemen, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi gula nasional. Namun langkah revitalisasi pabrik gula juga tidak dilakukan. Sehinga pabrik-pabrik yang ada masih beroperasi menggunakan mesin-mesin lama.


Ketiga, adalah pembangunan pabrik gula baru. Untuk mencapai swasembada gula ketika itu diperlukan 20-25 pabrik gula baru. Tetapi sejak 2009 baru satu pabrik yang dibangun yakni GMM.


"Ya baru GMM ini, pabrik (gula) baru yang dibangun sejak 2009," kata Suswono. Next


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

6 Panduan Sebelum Membeli Kondotel untuk Investasi

Jakarta - Setelah sebelumnya marak di Amerika, beberapa tahun terakhir ini, penawaran kondominium hotel (kondotel) merebak di bursa properti Indonesia.

Penawaran-penawarannya biasa dikemas dengan strategi marketing yang menarik, iming-iming guaranteed return, hak menempati unit selama 12-30 hari dalam setahun dan lokasi yang strategis di tengah kawasan bisnis atau tempat wisata.


Di Indonesia, lokasi favorit penawarannya adalah di Jakarta, Bali, Bandung dan Yogyakarta.


Apa sih sebenarnya kondotel? Dari namanya, kondotel berasal dari Kondominium Hotel yaitu kondominium atau bangunan tinggi alias apartemen yang dioperasikan sebagai hotel dan memiliki fasilitas hotel.


Bedanya, unit-unit atau kamarnya dimiliki oleh investor perorangan, tetapi biasanya dioperasikan pihak ketiga yaitu pihak managemen hotel (misalnya Aston, Ascott dan lain-lain).


Kelebihannya dari hotel adalah tata ruangnya yang relatif lebih nyaman. Satu unit kondotel biasanya dilengkapi dengan ruang tamu, ruang makan dan dapur sehingga ideal untuk tinggal lebih lama dan harga sewanya bisa lebih tinggi dari hotel.


Apakah kondotel bisa menjadi salah satu alternatif investasi? Dengan berbagai skema menarik yang ditawarkan oleh Developer, kondotel menjadi salah satu alternatif investasi properti selain tanah, rumah/apartmen sewa ataupun ruang bisnis dan kos-kosan.Next


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»