Jero Wacik: Investor Asing Jangan Wait and See, Ayo Investasi

Jakarta - Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II kurang dari satu tahun akan berakhir. Investor khususnya di sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) diminta terus tanam investasinya di Indonesia.

"Pemerintahan yang sekarang kurang dari 1 tahun lagi, namun Republik Indonesia akan terus berjalan 1.000 tahun lebih lagi, jadi jangan karena Pemerintah yang sekarangi ini Oktober 2014 selesai, semua terus wait and see," kata Jero dalam sambutannya diacara IATMI Oil & Gas Business Forum, di Hotel Mulia, Senayan, Senin (21/10/2013).


Jero meminta investor asing tetap investasi, seperti di sektor Migas, semua komitmen investasinya harus dikerjakan.


"Investor asing jangan wait and see, semua komitmen harus dikerjakan, lebih cepat lebih baik. Kalau bisa besok jangan ditunda-tunda tahun depan," ucap Jero.


Plt Kepala SKK Migas, Johanes Widjonarko menambahkan investasi di sektor migas harus terus dilakukan untuk meningkatkan produksi Migas.


"Kami akan awasi terus kontraktor-kontraktor kerjasama agar tetap investasi sesuai komitmen dalam WP&B," ujarnya.


Tahun ini investasi kontraktor kontrak kerjasama senilai US$ 26 miliar dari 321 kontrak.


"Dari 321 kontrak senilai US$ 26 miliar diluar cost recovery ini, baru 79 perusahaan yang sudah produksi, sisanya masih eksplorasi dan lainnya, ini kami akan awasi agar investasinya terus berjalan. Hingga Oktober 2013 realisasi investasi tersebut sudah mencapai 80%," tutup Johanes.


(rrd/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Tuntut UMP 2014 Naik 50%, Serikat Buruh Demo DPR

Jakarta - Siang ini ribuan massa buruh mendatangi gedung DPR-RI Senayan, Jakarta. Mereka tetap menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014 sebesar 50%.

Aksi demo para buruh ini membuat kemacetan Jalan Gatot Soebroto, Senayan dan sekitarnya.


Para Serikat buruh mencakup Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan serikat pekerja lainnya melakukan long march menuju DPR. Mereka berdatangan dari sisi selatan Jl Gatot Soebroto dan Jl Asia Afrika kawasan Senayan.


Pantauan detikFinance, jumlah massa buruh mencapai ribuan dan berseragam. Tampak ikut serta kaum ibu maupun kaum bapak.


"Kami pokoknya minta upah tahun depan naik 50%. Kita nggak ke instan kita langsung ke DPR," kata Joko koordinator demo, Senin (21/10/2013)


Mereka membawa bendera spanduk masing-masing organisasi serikat pekerja. Namun tak terlihat tulisan atau tuntutan dari spanduk.


(hen/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

20 Bank Ramai-ramai Suntik Charoen Pokphand US$ 500 Juta

Jakarta - Perusahaan pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) hari ini menandatangani fasilitas pinjaman sindikasi dengan 20 bank senilai US$ 500 juta.

Pinjaman ini akan digunakan perseroan untuk menopang pertumbuhan bisnis di semua lini usaha dan membayar kembali (refinancing) semua outstanding pinjaman perbankan perusahaan.


"Ini merupakan pinjaman sindikasi ketiga terbesar pasca 1998 Asian Financial Crisis yang diterima CPIN," kata Corporate Secretary CPIN Hadijanto Kartika dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (21/10/2013).


Ia menjelaskan, fasilitas pinjaman ini adalah unsecured basis artinya tidak ada aset perusahaan yang dijaminkan yang terdiri pinjaman dalam dolar AS dan Rupiah masing-masing US$ 130 juta dan Rp 2 triliun dan meliputi 2 skema.


Fasilitas pertama, amortizing term loan facility senilai US$ 130 juta dan Rp 800 miliar dengan jangka waktu pengembalian 5 tahun.


Fasilitas kedua, revolving credit facility senilai US$ 190 juta dan Rp 1,2 triliun dengan jangka waktu pengembalian 3 tahun dan mempunyai 2 tahun opsi perpanjangan dengan diskresi dari kreditur.


Hadijanto mengatakan, pinjaman sindikasi ini akan digunakan untuk mengamankan sebagian besar dari kebutuhan pendanaan perusahaan dalam pertumbuhan usaha untuk 5 tahun ke depan.Next


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pedagang Pasar Tradisional Bantah Jual Daging Sapi Impor

Jakarta - Pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Warakas, Jakarta Utara membantah menjual daging sapi impor. Mereka mengaku hanya menjual daging sapi segar yang baru dipotong dari rumah pemotongan hewan (RPH).

Hal ini menanggapi dugaan Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid yang curiga ada rembesan daging sapi beku impor ke pasar tradisional. Daging sapi beku impor menurut peraturan hanya digunakan untuk hotel, restoran dan katering (horeka) dan industri.


"Nggak ada, ini daging sapi segar. Bisa dicek di pasar ini nggak ada yang jual daging sapi impor beku," ungkap Marwal salah satu pedagang daging di Pasar Warakas, Jakarta Utara kepada detikFinance, Senin (21/10/2013).


Menurut Marwal, untuk melihat perbedaan antara daging sapi beku impor dan daging segar cukup mudah. Biasanya daging sapi beku impor warnanya jauh lebih merah pekat dan berair karena proses pembekuan. Sedangkan untuk daging sapi segar, warnanya cerah dan segar dengan memiliki bau khas.


"Perbedaannya cukup signifikan, kalau yang segar baunya khas baru dipotong dan segar tampilannya. Sedangkan untuk daging sapi beku warnanya merah pekat dan berair karena susut habis di-es," imbuhnya.


Ia mengakui saat menjelang Idul Fitri lalu memang menjual daging sapi beku impor milik Bulog. Namun hal itu tidak terjadi saat ini karena tidak ada pasokan lagi dari Bulog.


"Waktu mau Idul Fitri kemarin jujur saja saya menjual daging sapi beku impor punya Bulog. Kita jual tetapi kita informasikan kepada pelanggan saat itu, ini daging segar dan ini daging beku impor. Waktu itu harga daging sapi bekunya cukup murah hanya Rp 80.000/kg sedangkan harga daging sapi segar mulai merangkak naik ke angka Rp 98.000/kg," jelasnya.


(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Para Perwakilan Perusahaan Percetakan Uang Kumpul di Indonesia

Jakarta - Indonesia kembali menjadi tuan rumah kegiatan Pacific Rim Banknote Printers Conference atau konferensi percetakan uang dan bank sentral di Asia Pasifik yang ke-20. Program ini merupakan kegiatan rutin dua tahunan.

Kegiatan berlangsung 20-26 Oktober 2013 di Jakarta dan Bali. Tercatat ada 15 anggota yang hadir antaralain AS, Australia, Brasil, China, Kolombia, Chili, Thailand, Filipina, Meksiko, Korea Selatan, Jepang, Indonesia, India, Hong Kong, dan Kanada.


"Ini merupakan acara rutin untuk menuangkan pertukaran ide pengembangan teknologi, kalau nanti menghadapi Cashless Society bagaimana teknologi itu mendukung roadmap tersebut," kata Wakil Menteri BUMN M Yasin di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (21/10/2013)


Anggota yang hadir antaralain dari perwakilan para bank sentral dan perusahaan percetakan uang. Beberapa masalah yang dibahas antaralain soal pengembangan teknologi, sistem distribusi uang, pencegahan pemalsuan, peningkatan pengamanan uang dan lain-lain.


Sebelumnya Indonesia pernah menjadi tuan rumah acara ini yaitu tahun 1983 yang merupakan kegiatan ke-6 atau 30 tahun lalu.


(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Perusahaan China Beli Pencakar Langit JPMorgan di New York Rp 7,2 Triliun

Jakarta - JPMorgan Chase menjual pencakar langit One Chase Manhattan Plaza kepada Fosun International. Perusahaan asal China itu harus merogoh kocek US$ 725 juta (Rp 7,25 triliun) untuk menara yang terletak di New York tersebut.

Penjualan itu dilakukan pekan lalu, diketahui melalui keterbukaan informasi yang disampaikan Fosun, perusahaan bermarkas di Shanghai yang bergerak di sektor farmasi, investasi, properti, dan industri baja, seperti dikutip dari CNN, Senin (20/10/2013).


Menara 60 lantai itu yang berada di Lower Manhattan itu merupakan gedung terkenal yang jadi salah satu ikon New York. Masih belum jelas apakah gedung yang terletak di distri finansial tersebut akan dilanjutkan menjadi perkantoran komersial atau diubah menjadi apartemen.


Juru bicara JPMorgan yang dihubungi CNN belum mau memberikan komentar. Sementara juru bicara Fosun menyatakan nilai properti gedung itu akan naik, terutama karena lokasinya yang bergengsi.


Ini bukan pertama kalinya perusahaan China membeli properti mahal di New York. Pekan lalu, perusahaan asal Shanghai Greenland Group membeli 70% saham di Atlantic Yards, gedung residensial dan komersial seluas 22 hektar di Brooklyn.


Awal tahun ini, salah satu pengembang properti China juga sudah membeli 40% saham di General Motors Building yang terletak di Manhattan.


Bagi JPMorgan yang saat ini sedang menyelesaikan banyak masalah dengan pemerintah, penjualan gedung ini akan menjadi suntikan dana dalam jumlah besar.


Perusahaan investasi ini sudah memindahkan kantor pusatnya dari One Chase Manhattan Plaza ke sebuah gedung dekat Stasiun Grand Central di 1996. Namun beberapa karyawan masih ada yang bekerja di pencakar langit yang baru saja terjual itu.


Pasca penjualan, nasib para karyawan ini belum jelas, apakah dipindahkan kantornya atau bertahan di gedung tersebut.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Dahlan Iskan: Gotong Royong untuk 86,4 Juta Orang Miskin

Jakarta - Pagi ini di Sukabumi. Seluruh direktur utama BUMN berkumpul. Di Sukabumi mereka membubuhkan tanda tangan pertanda ikut gotong royong. Mengikutkan seluruh karyawan dan keluarga mereka ke program BPJS Kesehatan.

Bapak Presiden SBY hadir di acara ini. Beliau tidak hanya menyaksikan. Beliau ingin program bersejarah yang terjadi di era kepemimpinan beliau ini sukses.


BPJS memang akan mengubah sistem jaminan kesehatan nasional. Tahun pertama baru menyangkut 86,4 juta orang, tapi inilah dasar yang kokoh untuk sistem kesehatan negara modern ke depan.


Karyawan BUMN dan keluarganya tidak termasuk yang 86,4 juta itu. Keikutsertaan BUMN bisa menambah kualitas layanan untuk yang 86,4 juta orang itu.


Siapakah 86,4 juta orang itu? Mereka adalah rakyat miskin dan hampir miskin. Mulai tanggal 1 Januari 2014 depan, kesehatan mereka ditanggung pemerintah. Melalui layanan Askes yang berganti nama BPJS Kesehatan.


Baru kali ini terjadi dalam sejarah Republik Indonesia pengobatan untuk seluruh orang miskin dan hampir miskin ditanggung oleh pemerintah.


Tentu layanan yang bisa diberikan kepada 86,4 juta orang miskin itu belum akan memuaskan. Tiap orang baru mendapat jatah Rp 19.000 per bulan. Rata-rata. Artinya kalau banyak yang tidak sakit jatah untuk yang sakit bisa lebih besar dari itu.Next


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»