Bos PLN Ingin Pembangkit Listrik yang Seluruhnya 'Merah Putih'

Jakarta - Setiap tahunnya, PT PLN (Persero) selalu menghabiskan dana triliunan rupiah untuk belanja peralatan kelistrikan di luar negeri. Tercatat tahun 2012 capex atau belanja modal perseroan sebesar Rp 50 triliun yang hampir keseluruhan dibelanjakan produk luar negeri.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji saat peringatan hari listrik nasional di kantor PLN Distribusi Jabodetabek, Gambir, Jakarta, Minggu (27/10/2013), mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Ia menginginkan semua belanja perusahaan itu untuk produk dalam negeri. Sehingga ada pembangkit berlabel merah putih.


"Realisasi capex PLN tahun 2012 saja mencapai Rp 50 triliun. Dari angka pengeluaran itu, hanya sebagian kecil yang dinikmati di dalam negeri. Sebagian besar belanja PLN selama ini mengalir ke luar negeri. Peralatan-peralatan kelistrikan selama ini didominasi produk impor," ujarnya


Bila anggaran sebesar itu dapat diamanfaatkan oleh pengusaha di dalam negeri akan banyak manfaat yang didapat. Terutama dalam memajukan perekonomian domestik.


"Jika bergulir di dalam negeri maaakan menciptakan efek domino yang sangat besar terhadap kemajuan perekonomian dalam negeri," sebutnya


Saat ini perseroan sudah mencoba untuk memacu penggunaan produk dalam negeri. Termasuk juga menggunakan tenaga kerja dari Indonesia. Dalam dua tahun kedepan diharapkan 18 proyek pembangkit listrik karya anak bangsa tersebut akan terlahir.


"Sedikitnya ada 18 lokasi PLTU Merah Putih dengan total kapasitas 350 MW akan dibangun PLN dalam kurun waktu dua tahun ke depan," ujarnya.


Ke-18 proyek PLTU skala kecil yang tersebar di luar Jawa-Bali tersebut merupakan proyek PLTU Merah Putih. Karena, selain dikerjakan putra putri terbaik bangsa Indonesia, juga material utama yang digunakan untuk membangun PLTU ini nyaris semuanya memanfaatkan produk-produk lokal.


"Saat ini, material utama seperti boiler, generator, dan turbin untuk PLTU skala kecil sudah dapat diproduksi di dalam negeri," kata Nur.


(mkl/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bank Ini Dapat Penghargaan Terbaik Dalam Layanan Khusus Orang Kaya

Singapura - Private Banker International, sebuah jurnal yang ahli dalam industri pengelolaan kekayaan global, menetapkan Citigold Private Client sebagai penerima penghargaan "Outstanding Wealth Management Provider for the Affluent" yang disponsori oleh AG Delta.

Penghargaan tersebut diumumkan pada bulan Oktober di Singapura. Panelis dalam penghargaan ini merupakan para ahli dalam industri layanan perbankan prioritas.


Citi Asia Wealth Management Head, Paul Hodes, yang mewakili Citi dalam menerima penghargaan tersebut mengungkapkan penghargaan ini merupakan pengakuan internasional.


"Penghargaan ini juga merupakan bukti atas komitmen tiada henti yang kami kerahkan dalam menyediakan layanan terbaik kepada nasabah berpenghasilan tinggi," kata Paul dalam siaran persnya, Minggu (27/10/2013).


Nasabah Prioritas Citigold (“Citigold Private Client/CPC") merupakan sebuah layanan yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan perorangan yang berpenghasilan tinggi. CPC menyediakan model pelayanan nasabah yang eksklusif dengan fitur personalisasi yang mencakup layanan kekayaan dan kebutuhan bisnis pribadi yang menyeluruh dan lengkap.


Citibank beroperasi di 14 pasar di Asia dengan 530 pusat ritel. Pada September 2013, Citi Asia Wealth Management memiliki aset dana kelolaan sebesar US$218 miliar.


Citi juga mendapat penghargaan Outstanding Global Private Bank in Asia dan Outstanding Private Bank for Ultra High Net Worth pada acara penghargaan yang diselenggarakan oleh Private Banker International.


(dru/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Duh, Ada PNS Dipecat Akibat Nyetir Sambil Pacaran

Jakarta - Ada kisah unik dari seorang aparatur negara. PNS ini dipecat akibat mengemudikan mobil sambil pacaran.

Lho kok bisa?


Kejadian itu menimpa seorang PNS yang berprofesi sebagai seorang guru. Rupanya sang PNS ini kesengsem dengan anak murid yang masih di bawah umur. Setelah berhasil memperdaya anak didiknya di sebuah hotel, rupanya sang guru ketagihan. Korban dibohongi akan diajak mengikuti lomba, dan diajak keluar kota.


Peristiwa itu terungkap dalam sidang Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) yang dipimpin Menteri PAN (MenPAN) Azwar Abubakar seperti dikutip dalam artikel di Situs Resmi MenPAN, Minggu (27/10/2013).


Kali ini aksinya dilakukan di dalam mobil pribadinya. Sambil nyetir, operasi pun dilangsungkan. Tanpa disangka, pelaku tersentak, karena di depannya ada razia kendaraan bermotor. Karena kagetnya, mobil yang dikendarai menabrak sebuah angkot yang berhenti tepat di depannya.


Kejadian tersebut otomatis mengundang keramaian, orang-orang di sekitar kejadian pun mengerumuni tabrakan. Polisi yang tengah menggelar razia pun tak ketinggalan, dan langsung menangkap pelaku, yang sedang sibuk merapikan kembali pakaiannya.


Hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar polisi dan warga yang menonton tabrakan tersebut. Akhirnya pelaku dan selingkuhannya digelandang ke kantor polisi. Next


(dru/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Cara PLN Agar Anggaran Subsidi Listrik Tak Boros

Jakarta - Anggaran subsidi listrik untuk tahun 2014 disepakati sebesar Rp 71,4 triliun. Angka tersebut turun sebesar Rp 28,6 triliun atau 28,6% dari anggaran pada APBN Perubahan tahun 2013.

Selain itu anggaran sebesar Rp 10,4 triliun disimpan dalam cadangan risiko energi. Pemerintah mengharapkan agar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero dapat meningkatkan efisiensi, terutama dalam bahan bakar pembangkit.


Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan langkah efisiensi akan terus ditingkatkan. Tahun ini penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit hanya sebesar 12%. Tahun depan diharapkan mencapai 9%.


"Langkah untuk efisiensi terus kita lakukan. Seperti penurunan dalam penggunaan bahan bakar minyak yang sekarang 12%. Tahun depan 9%," kata Nur Pamudji dalam peringatan hari listrik nasional di kantor PLN Distribusi Jabodetabek, Gambir, Jakarta, Minggu (27/10/2013).


Ia mencontohkan seperti konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). Beberapa pembangkit telah siap untuk beroperasi dengan BBG. Misalnya pembangkit Tambalorok yang akan memasok gas sebesar 50 mmscfd.


"Contohnya pembangkit Tambalorok. Mulai November nanti akan terima gas. Full taun depan sudah menggunakan gas. Itu menerima pasokan 50 mmscfd," jelasnya.


Kemudian pembangkit Muara Karang juga telah menggunakan gas sebagai bahan bakar secara penuh. "Muara karang, 30 September sudah 100% gas. Terus tahun depan Arun. Itu 20 mw, semua pakai gas. Pasokannya untuk Aceh dan Sumut," ujar Nur Pamudji.


(mkl/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Menengok Dapur Merpati Training Centre di Surabaya

Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (PT MNA) memiliki pusat pelatihan yang lokasinya di Surabaya yakni, Merpati Training Centre. Ada apa saja di balik MTC?

Merpati Training Centre (MTC) Surabaya ini letaknya di Jalan Juanda International Airport. Di gedung tersebut, selain menjadi kantor distrik Merpati Surabaya, di gedung berlantai dua tersebut juga terdapat sekolah pilot (Merpati Pilot School).


"Kalau di sini hanya materi ruangan saja. Untuk pelatihan penerbangan ada di Sumenep," ujar Capt Novi Isnurianto, General Manager Merpati Pilot School saat bincang-bincang dengan detikFinance di MTC yang dikutip Minggu (27/10/2013).


Selain materi kelas untuk calon pilot, di gedung MTC juga terdapat kelas untuk pendidikan lanjutan bagi teknisi Merpati.


Di gedung tersebut juga terdapat 3 alat simulator penerbangan pesawat yakni jenis Fokker F-27/500, CN-235 dan MA60.


"Untuk full flight simulator F-27 di dunia hanya ada di Perancis dan di Surabaya saja," kata General Manager Simulator Tri Cahyono.


Surabaya juga merupakan salah satu di dunia yang terdapat simulator MA 60. Sedangkan simulator untuk jenis CN-235 hanya ada di 5 negera.


"Kalau CN 235 ada di Korea, Turki, Spanyol, Malayasia dan Indonesia di Surabaya," tandasnya sambil menambahkan, bahwa semuanya telah bersertifikat.


(roi/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bahan Baku Kena Bea Masuk, Produsen Pipa Migas Mengeluh

Jakarta - Pengenaan bea masuk pada pipa migas membuat produsen mengeluh. Produsen pipa migas yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Pipa OCTG dan Accessories (PROA) menyayangkan pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) yang dikenakan untuk impor bahan baku produksi mereka.

Pasalnya, semenjak dikenakan BMTP berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 108/PMK.11/2013, saat ini harga produk casing, tubing dan aksesoris pipa migas yang mereka produksi menjadi kalah bersaing dibandingkan produk sejenis yang diproduksi oleh produsen asing yang membuka usaha sejenis di Indonesia.


Padahal mayoritas anggota PROA merupakan para produsen lokal yang usahanya mulai berkembang seiring maraknya kegiatan eksplorasi migas serta energi panas bumi di Indonesia.


"Keputusan yang diambil pemerintah ini sangat tergesah-gesah karena tidak melibatkan kita sebagai pelaku industri nasional," kata Ketua Umum PROA, Muliana Sukardi dalam keterangan persnya Minggu (27/10/2013).


Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Keuangan baru saja menerbitkan PMK Nomor 108/PMK.11/2013 tentang penerapan BMTP atas produksi dalam negeri, khususnya Casing dan Tubing Ex 7304.29.00.90.


"PMK 108 ini sangat merugikan industri dalam negeri karena penerapan safe guard untuk pipa semi finished maupun finished dikenakan tarif jauh diatas harga produk jadi sebesar Rp 28.000 rupiah per kilogram (kg). Padahal harga pipa jenis ini dipasaran rata- rata hanya Rp 22.000 per kg," tegasnya.


Sebaliknya produsen yang memiliki fasilitas heattreatmen dan penguliran yang populasinya hanya 3 perusahaan dan mayoritas berstatus PMA (Penanaman Modal Asing), justru terbebas dari pengenaan BMTP karena hanya mengimpor bahan baku green pipe dan plain end dengan HS Code 7304.29.00.10. Next


(zul/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Sudah Berjalan 68 Tahun, Kok Masih Ada yang Belum Dapat Listrik?

Jakarta - Masyarakat Indonesia tepat pada hari ini memperingati hari listrik nasional ke-68. Artinya sudah selama 68 tahun pemerintah mengelola listrik yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

Tapi kok masih banyak rumah yang belum mendapatkan listrik?


Direktur Utama PT PLN persero Nur Pamudji mengatakan selama 68 tahun, sudah banyak sekali capaian soal listrik. Walaupun, Ia mengakui belum 100%. Sehingga masih ada daerah yang tidak mendapatkan aliran listrik.


"Memang belum 100%, karena banyak yang harus diselesaikan," ungkapnya pada peringatan hari listrik nasional di kantor PLN Distribusi Jabodetabek, Gambir, Jakarta, Minggu (27/10/2013).


Ia menuturkan, beberapa capaian yang terlihat seperti kapasitas listrik yang terus bertambah. Tahun 2009 hanya tercatat 30.000 mw, namun tahun 2013 sudah tercapai 46.000 mw.


"Kita ada progres yang luar biasa. Tahun 2009 ada 30.000 mw, sekarang tahun 2013 ada 46.000 mw. Dalam waktu 4 tahun bertambah lebih dari 50%," ujarnya.


Sementara itu untuk rasio elektrifikasi juga telah ada peningkatan tajam. Artinya dari waktu ke waktu banyak rumah yang sudah teraliri listrik.


"Kemudian rasio eletrifikasi meningkat luar biasa. Sekarang 70%. 10 tahun lala itu cuma 58%," sebutnya.


Untuk langkah efisiensi juga selalu diupayakan oleh perusahaan pelat merah ini. Misalnya dengan mengganti penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Bahan Bakar Gas (BBG).


"Penggunaan BBM itu menurun drastis. Sekarang 12%, tahun depan ditargetkan 9%. Jadi sudah ada capaian-capaian," kata Nur.


(mkl/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»