Sepanjang 2013, Indonesia Impor Ponsel Hingga Batik China


http://us.images.detik.com/content/2013/12/30/4/batik4.jpg

Jakarta - Tidak bisa menyesuaikan antara produksi dengan kebutuhan masyarakat, membuat Indonesia hanya bertahan dengan barang impor. Mulai dari kebutuhan pokok, hingga yang lainnya.

Sebut saja seperti ponsel yang saat ini menjadi konsumsi utama masyarakat, setelah makanan dan sumber energi. Kemudian batik China hingga bunga.


Selama tahun 2013, barang-barang tersebut masih mengandalkan impor. Terbukti dalam laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) setiap bulannya, barang ini selalu muncul.


Berikut adalah beberapa barang impor Indonesia selama tahun 2013, yang dirangkum detikFinance, Senin (30/12/2013).



readmore »»  

Supaya Disiplin, Pegawai Baru KAI Ikut Pelatihan Militer di Magelang

Jakarta -PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengaku terus berbenah dari segala sisi, termasuk soal sumber daya manusia. Semua pegawai baru di BUMN ini harus menjalani latihan militer terlebih dahulu.

"Supaya disiplin mereka latihan dulu di (Akademi Militer) Magelang," ujar Direktur Utama KAI Ignasius Jonan kepada detikFinance Kamis pekan lalu (26/12/2013).


Saat ditemui di Stasiun Senen lalu, terlihat sejumlah pegawai baru KAI yang kepalanya pelontos usai digembleng di Akademi Militer. "Kami latihan baris berbaris dan memegang senjata. Satu minggu latihan di Magelang pada September 2013 lalu. Status kami pegawai kontrak magang, kami lulusan SMA," kata salah seorang pegawai baru itu.


Jonan mengatakan, sejak dia duduk menjadi orang nomor satu di KAI, para pegawai baru sudah diharuskan untuk menjalani latihan militer. "Jadi semua pegawai baru wajib ikut," ujar Jonan.


Soal gaji pegawai baru, Jonan mengatakan, untuk tiap daerah berbeda-beda sesuai dengan biaya hidup di daerah tersebut.


"Kalau untuk di Jakarta, pegawai bidang administrasi lulusan SMU gajinya kurang lebih Rp 2,8 juta dari sebelumnya Rp 1,5 juta," jelas Jonan.


(dnl/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Dahlan Iskan: Lega Tidak Impor dan Lega di Godean

Jakarta -Inilah berita yang paling menggembirakan bagi bangsa Indonesia di akhir tahun 2013 ini: Indonesia berhasil tidak impor beras lagi. Ini karena pengadaan beras oleh Bulog mencapai angka tertinggi dalam sejarah Bulog. Sampai tanggal 25 Desember kemarin Bulog berhasil membeli beras petani sebanyak 3,5 juta ton.

Inilah berita yang paling menggembirakan seluruh petani desa Godean, Sleman, Yogyakarta: tanaman padi mereka berhasil mencapai masa panen dengan selamat. Tanggal 3 Januari minggu depan mereka mengundang saya untuk ikut panen raya.


Sudah empat tahun lamanya para petani itu hanya bisa menanam padi tapi tidak pernah bisa memanen. Setiap kali padi yang mereka tanam memasuki masa hamil, serbuan tikus merajalela. Ludes. Tumpes. Ngenes. Petani tidak berdaya melawan tikus.


Rupanya ada seorang petani Godean yang mendengar bahwa saya lagi gencar-gencarnya melakukan penataan sistem distribusi pupuk. Saya memang keliling desa-desa untuk mengecek apakah sistem baru rayonisasi distribusi pupuk sudah bisa berjalan sampai ke tingkat yang paling bawah. Ke tingkat kios pupuk di desa-desa.


Dengan rayonisasi itu tidak akan ada lagi "perang pupuk" antar lima pabrik pupuk raksasa milik BUMN. "Perang" yang hanya mengakibatkan seringnya terjadi kelangkaan pupuk di satu daerah dan penimbunan pupuk di daerah lainnya. Saya dukung penuh konsep rayonisasi dari Dirut PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Ir Arifin Tasrif ini.


Seorang petani Godean rupanya tidak tertarik dengan langkah penting yang mendasar itu. "Yang kami perlukan sederhana saja. Bagaimana kami bisa dibantu memberantas hama tikus," tulis Pak Suroyo, petani itu, dalam SMS-nya kepada saya. Pak Suroyo lantas menceritakan duka nestapa para petani Godean selama empat tahun terakhir.


Segera saja saya ke Godean. Mengecek kebenaran pengaduan itu. Ternyata benar. Saya pun mengajak Arifin dan tim PIHC untuk rapat. Apalagi PIHC memang sudah meliliki unit baru bernama "brigade hama". Inilah ujian pertama brigade itu.Next


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Harga Properti Melesat Lebih Tinggi daripada Kenaikan Upah

Jakarta -Angka kekurangan rumah (backlog) di Indonesia masih tinggi mencapai 1 juta unit per tahun dengan total hingga 15 juta rumah. Penyebabnya karena kenaikan harga tanah dan properti yang melampaui kenaikan pendapatan masyarakat setiap tahunnya.

"Angka kekurangan rumah atau backlog 1 juta unit per tahun, karena ekonomi nggak berkualitas, tanah jadi rebutan pemilik modal," kata Pengamat Kebijakan Publik Andrinof Chaniago saat Diskusi Akhir Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Tema "Akselerasi Membenahi Indonesia, Menuju Masa Depan Gemilang," di Kantor HMI, Menteng, Jakarta, Minggu (29/12/2013).


Ia menjelaskan, saat ini harga tanah maupun properti di Indonesia sudah semakin tinggi sehingga tidak mampu dijangkau kalangan menengah ke bawah.


"Indonesia lebih kapitalis dari AS, liberal lebih dari negara pencetusnya, tanah pun dijual. Harga tanah naik terus, dalam 5 tahun sudah naik berapa, bandingkan dengan upah ekonomi bawah, nggak mampu beli rumah," terangnya.


Ia mencontohkan, rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang tengah dicanangkan pemerintah tak lain hanyalah mega proyek properti pemerintah.


"Ini mega proyek properti, bukan infrastruktur yang bisa tingkatkan ekonomi," katanya.


Saat ini, kata dia, pembangunan yang digarap pemerintah cenderung menguntungkan pihak pemodal bukan rakyat kecil sehingga perekonomian pun gagal terangkat.


"Jembatan itu menyuburkan sektor properti, kalau itu jadi bisa dibikin jalan tol, properti marak, masyarakat jadi susah beli rumah karena harganya tinggi. Sekarang ekonomi kita hanya untuk pebisnis bukan mensejahterakan," cetusnya.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bos Pelindo II Sudah Tunjuk Pengganti Direksi yang Resign Massal

Jakarta -Direktur Utama Pelindo II R.J Lino sudah mengusulkan satu nama untuk menggantikan posisi direksi yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri. Pengunduran salah satu direktur Pelindo II menyebabkan aksi mengundurkan diri massal di BUMN pelabuhan tersebut.

"Saya sudah ngusulin satu orang, satu nama ke Pak Dahlan," kata Lino saat ditemui di Menteng, Jakarta, Minggu (29/12/2013).


Walaupun tidak mau membeberkan secara gamblang siapa orang tersebut, namun Lino mengaku, direksi yang baru nanti masih berasal dari kalangan internal perseroan.


"Direksi urusan menteri bukan saya, yang penting saya sudah usul, nanti ya kasih tahunya nunggu Januari, yang pasti dari kalangan internal," ucapnya.


Sebelumnya, Direktur Personalia dan Umum PT Pelindo II yang merangkap Direktur Keuangan yaitu Cipto Pramono mengundurkan diri (resign), yang berbuntut munculnya aksi resign massal belasan pejabat Pelindo II. Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyiapkan pengganti direktur yang resign itu.


"Direktur Keuangan Pelindo II segera diisi karena yang lama mengundurkan diri. Namanya sudah ada, menunggu surat keluarnya," kata Dahlan beberapa waktu lalu.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bos Pelindo II: Gaji Saya Setahun Rp 5 Miliar

Jakarta -Setiap CEO BUMN memiliki cara masing-masing untuk mencegah korupsi di perusahaan yang mereka pimpin, seperti kebijakan dalam memberikan gaji.

Misalnya Direktur Utama Pelindo II (IPC) R.J Lino menerapkan gaji tinggi untuk mencegah para pegawainya melakukan praktik korupsi atau penyimpangan lainnya. Bahkan ia mengaku gajinya di Pelindo II mencapai Rp 5 miliar per tahun.


"Untuk mencegah korupsi gajinya harus cukup, kalau nggak cukup nanti akan macam-macam," ujar Lino di acara Diskusi Akhir Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Tema "Akselerasi Membenahi Indonesia, Menuju Masa Depan Gemilang," di Kantor HMI, Menteng, Jakarta, Minggu (29/12/2013).


Ia menyebutkan, jarang sekali seorang pegawai bisa membeli sebuah kendaraan seperti mobil pribadi dengan mudah karena gaji yang minim. Hal inilah yang memicu seseorang untuk melakukan korupsi.


"Dulu di IPC gajinya kecil sekali, sekarang nggak, semua pegawai kita bisa beli mobil sendiri dengan gaji mereka bukan mencuri," tegasnya.


Lino mencontohkan untuk pegawai baru lulus sekolah (fresh graduate) yang hanya lulusan SMA, Pelindo II memberikan gaji hingga Rp 10 juta per bulan. Tingginya gaji ini untuk mengantisipasi adanya praktik kecurangan pegawai BUMN pelabuhan yang diantaranya mengelola Pelabuhan Tanjung Priok ini.


"Orang kita gajinya Rp 10 juta lulusan SMA, fresh graduate, baru masuk," ujarnya.Next


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ongkos Kirim Barang dari Jakarta ke AS Lebih Murah daripada ke Ambon

Jakarta -Masalah infrastruktur masih menjadi penyebab mahalnya ongkos logistik barang-barang di dalam negeri. Bahkan biaya logistik di dalam negeri justru lebih mahal daripada biaya logistik ke luar negeri.

Direktur Utama Pelindo II R.J Lino mengatakan, ongkos kirim barang dari Jakarta ke luar Jawa jauh lebih mahal dibanding mengirim barang dari Jakarta ke luar negeri. Penyebabnya adalah minimnya infrastruktur berupa pelabuhan yang menjadi salah satu angkutan barang yang dinilai murah.


"Kirim barang dari Jakarta ke Ambon yang berjarak 2200 Km ongkosnya US$ 2.000. Kalau dari Jakarta ke Hamburg (Jerman) atau ke Amerika Serikat (AS) biayanya hanya US$ 1.100, ini lebih murah daripada ke Ambon, Papua, Sorong," ujar Lino saat menghadiri acara Diskusi Akhir Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Tema "Akselerasi Membenahi Indonesia, Menuju Masa Depan Gemilang," di Kantor HMI, Menteng, Jakarta, Minggu (29/12/2013).


Lino menjelaskan, dengan kondisi demikian menjadi kendala lancarnya arus barang sampai ke luar Pulau Jawa. Alhasil, pasokan barang di daerah-daerah timur Indonesia sangat minim dan mahal.


"Yang terjadi pabrik di Jawa sangat sulit mengirim barangnya ke luar Jawa. Ini kalau dibiarin ke depan, saudara-saudara kita di luar Jawa akan kesulitan, ini kalau dibiarin barang-barang yang masuk dari luar negeri lebih murah sementara dari luar Jawa lebih mahal," terangnya.


Ia menambahkan, pemerintah saat ini belum fokus mengembangkan angkutan laut. Perlu pengembangan angkutan laut agar bisa menekan biaya logistik.


"Biaya logistik kita 24% dari GDP. Malaysia saja hanya 15%. Semua orang bilang logistik kita tinggi, kalau pelabuhan diperbaiki, biaya bisa turun," tandasnya.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»