Main Lego Cara Murah: Mencicil Saja

Jakarta -Harga satu set Lego mungkin cukup menguras kantong. Namun bagi mereka yang sabar, bisa membentuk satu set yang sama dengan biaya lebih murah. Caranya adalah berburu piece by piece, alias ketengan.

Salah seorang pelakunya adalah Stephanus Suryawan. Pria berusia 32 tahun ini merupakan salah satu penggemar Lego dan anggota Klub Lego Indonesia (KLI).


Stephanus sudah banyak menghasilkan karya dari Lego. Namun ada satu yang paling dibanggakannya yaitu bentuk Menara Eiffel. “Tingginya 108 cm. Saya mengumpulkan parts-nya secara nyicil dan butuh waktu 1,5 tahun,” katanya.


Ya, Stephanus memang tidak membeli set Lego utuh tetapi membeli bagian-bagian yang diperlukannya secara eceran alias ngeteng. Dengan cara ini, dia bisa membuat satu set Lego dengan biaya lebih murah.


“Untuk membuat Eiffel Tower, modal saya Rp 3,5 juta. Sekarang harganya ditaksir Rp 12 juta. Sudah ada yang menawar Rp 8 juta, tetapi tidak saya lepas,” tukas Stephanus.


Stephanus mencontohkan set Lego Star Wars seri Millenium Falcon keluaran 2007. Set tersebut sudah langka dan harganya bisa mencapai Rp 45 juta. Namun jika menyusun secara ketengan, harganya bisa jauh lebih rendah.


“Kalau ketengan, harga parts-nya ada yang mungkin Rp 100 sampai puluhan ribu rupiah. Namun totalnya tidak sampai Rp 45 juta, seharusnya tidak. Mungkin sekitar Rp 10 juta, bisa juga di bawah itu,” paparnya.Next


(hds/DES)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

MS Hidayat: Kandungan Lokal Pesawat N219 akan Capai 60%

Bandung -Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mendukung PT Dirgantara Indonesia (PT DI) terkait proyek pesawat N219. Pesawat murni hasil rancang bangun putra putri Indonesia ini bakal memiliki kandungan lokal hingga 60%.

Demikian disampaikan oleh Hidayat saat melakukan kunjungan kerja ke PT DI, Jalan Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/3/2014).


"Kami antusias dari perindustrian, karena tingkat komponen dalam negeri (TKDN) ini sudah diawali 40% dan akan menuju 60% dalam 5 tahun ke depan. Dengan begitu, kita bisa memproteksi mereka. Karena peraturan pemerintah menyampaikan di atas 40% (TKDN) kita tidak akan mengizinkan impor," ujar Hidayat.


Dengan proyek pengembangan N219 ini Hidayat meyakini industri komponen dan pemasok akan tumbuh untuk memenuhi kebutuhan kegiatan produksi N219. Menurut Hidayat untuk membuat pesawat terbang dibutuhkan industri komponen yang banyak.


"75% bagian dari pesawat ini terdiri dari komponen. Itu semuanya dibuat di dalam negeri. Kami dukung karena ini akan menumbuhkan ratusan industri komponen dan supplier yang semuanya akan memperkuat konstruksi industri dalam negeri," katanya.


Namun, komponen-komponen tersebut dikatakan Hidayat harus distandarisasi kualitasnya supaya memenuhi spesifikasi yang diharapkan. "PT DI bersama Kemenperin akan bekerjasama untuk membuat standar itu supaya sesuai spesifikasi," tutur Hidayat.


Ia mengatakan kementeriannya akan menjamin ketersediaan komponen yang dibutuhkan. Komponen-komponen tersebut antara lain mulai dari ban hingga interior pesawat. "Komponen yang jumlahnya ratusan itu akan menjadi tanggungjawab kami," katanya.


Proyek pengembangan pesawat 19 penumpang N219 ini akan dikerjakan PT DI bersama LAPAN, dengan alokasi dana yang dikucurkan dari Bappenas. Saat ini, detail desain tengah diselesaikan untuk kemudian dibuat prototipenya. Segera setelah protipe jadi dan diterbangkan, 150 pesanan pesawat sudah mengantre untuk segera dilayani.


(tya/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Lelaki Ini Sukses Ubah Lego Jadi Dolar

Jakarta -Satu set Lego seri Star Wars dengan bentuk pesawat Millenium Falcon keluaran 2007 pertama kali dirilis dengan harga Rp 5,8 juta. Namun saat ini harga untuk barang yang sama mencapai Rp 45 juta. Apakah itu tanda bahwa Lego bisa menjadi instrumen investasi?

“Lego bisa dikatakan sebagai barang koleksi, sekali produksi tidak akan dibuat ulang. Jadi bisa dibuat investasi,” kata Stephanus Suryawan, anggota Klub Lego Indonesia (KLI).


Namun, tidak semua seri Lego bisa menjadi alat investasi. Menurut Cornelius David Radjali, anggota KLI, Lego dengan seri berlisensi seperti Star Wars yang nilainya terus bertambah. “Setiap produk Lego yang lisensi itu one time production. Setelah diproduksi tidak ada lagi,” katanya.


Untuk Lego yang tergolong langka, harganya pasti terus naik. “Kalau investasi di emas ada turunnya, tetapi Lego tidak ada turunnya. Hanya saja menjualnya agak susah,” kata Stephanus.


Yul Burman, anggota KLI yang fokus pada Lego klasik, menyebutkan tidak semua seri Lego zaman baheula bernilai investasi. “Kalau di Lego vintage, ada beberapa set yang value-nya naik tetapi ada juga yang tidak. Jadi kalau buat investasi bisa iya bisa juga tidak,” sebutnya.


Salah satu seri Lego vintage yang layak investasi, lanjut Yul, adalah monorail keluaran 1990-an. Harga untuk seri ini cukup stabil, bahkan bisa melonjak jika belum pernah dibuka.


“Bekasnya bisa sekitar Rp 4 juta. Kalau yang baru, masih mint dan belum dibuka bungkus maupun bungkusnya, bisa Rp 20 juta,” ujar Yul.Next


(hds/DES)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Peresmian SPBG dan Jaringan Gas Pertamina di Lebak Bulus Mendadak Bubar

Jakarta -Rencananya, Pertamina akan meresmikan infrastruktur bahan bakar gas (BBG) berjenis CNG (compressed natural gas), dan sebuah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Namun entah mengapa tiba-tiba bubar.

Segala persiapan dan tenda-tenda sudah dilakukan untuk acara tersebut. Acarfa ini juga dijadwalkan dihadiri Menteri ESDM Jero Wacik dan pejabat Kementerian ESDM, serta direksi Pertamina. Namun acara belum dimulai, tiba-tiba dibatalkan.


"Acaranya batal Pak," kata salah satu anggota TNI yang bertugas menjaga keamanan di lokasi, Jumat (7/3/2014).


Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Direktur Gas Pertamina Hari Karyulianto, Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko, Dirjen Migas Edy Hermantoro, dan sejumlah pejabat lainnya yang sudah hadir mendadak meninggalkan tempat acara.


"Karena satu dua hal kami mohon maaf acara hari ini dibatalkan," ucap pembawa acara peresmian.


Di lokasi acara bahkan sudah ada spanduk besar menyambut kehadiran Menteri ESDM Jero Wacik. Sampai saat ini belum ada penjelasan mengapa acara ini mendadak bubar.





(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Dirgantara Indonesia Kantongi Pemesanan 150 Pesawat N219

Bandung -Menteri Perdagangan dan Perindustrian MS Hidayat bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jumat (7/3/2014). Pembahasannya antaralain soal proyek N219 yang sudah dipesan hingga 150 unit.

"Jadi ada pilot project N219 dimana PT DI bersama Lapan akan melakukan riset dan pengembangannya yang didanai oleh Bappenas. Informasi dari PT DI, mereka sudah ada MoU untuk 150 pesawat," ujar Hidayat saat ditemui di Gedung GPM, PT DI, Jalan Pajajaran.


Hidayat mengatakan pesawat tersebut nantinya akan dioperasikan di kawasan Indonesia Timur sebagai transportasi antar daerah. "Ini untuk juga untuk mendukung program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia)," katanya.


Secara terpisah, Dirut PT DI Budi Santoso mengatakan, saat ini prototipe pesawat masih dalam proses pembuatan dan diperkirakan selesai pada 2015. "Sudah mulai bikin tooling untuk komponen. Nanti akan kontrak (produksi) setelah terbang (prototipe)," tutur Budi.


Para pemesan yang tertarik dengan N219 yang memiliki kapasitas 19 seat ini antara lain sejumlah maskapai seperti Lion Air, Nusantara Buana Air dan lainnya.


(tya/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Wamendag: Ekonomi Dunia di 2014 Menguat

Jakarta -Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengungkapkan laju pertumbuhan ekonomi dunia di 2014 jauh lebih baik daripada 2013. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan meningkat pesat di tahun 2014.

"Kalau menurut saya, bahwa tahun 2013 itu pertumbuhan perdagangan dunia 2,3% hingga 2,5% itu trade of global growth. Di 2014 trade of global growth mencapai 4% sampai 4,5%. Jadi dua kali lipat pertumbuhannya. Ekonomi dunia 2014 itu menguat," ungkap Bayu saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat (7/03/2014).


Pertumbuhan perdagangan dunia yang menguat di tahun 2014 menjadi sinyal positif bagi laju ekspor Indonesia. Diperkirakan nilai perdagangan Indonesia jauh lebih besar ketimbang tahun 2013.


Meskipun pemerintah tetap mencermati adanya defisit neraca perdagangan akibat masih besarnya impor produk bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku industri.


"Dengan itu saja kita bangun optimisme adalah tahun 2013 volume perdagangan Indonesia by volume tumbuh 20%, sedangkan by value tidak sebesar itu karena beberapa nilai komoditi turun dan ekspor kita tidak besar. Tetapi ekspor non migas tetap tumbuh dan beban defisit datang dari migas. Sekarang kita tinggal naikkan nilainya saja," imbuhnya.


Pemerintah sudah mengambil banyak cara untuk meredam importasi produk BBM dan bahan baku industri seperti tekstil. Seperti program penyerapan penggunaan biofuel yang akan dicampur kepada solar serta penciptaan subtitusi bahan baku industri di dalam negeri.


"Optimisme lain adalah langkah Kementerian Perindustrian dengan mencoba pengembangan subsitusi impor (bahan baku industri). Lalu Kementerian ESDM menerapkan biofuel. Langkah ini kalau dilihat kita punya optimisme perbaikan neraca perdagangan. Targetnya (untuk penghematan impor produk BBM) yaitu US$ 3,21 miliar. Yang paling berat adalah lifting dan konsumsi BBM dalam negeri yang terus meningkat," jelasnya.


(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Lawan Kampanye Hitam, Wamendag Bawa Para Petani Sawit ke Eropa

Jakarta -Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi pekan depan akan terbang ke Uni Eropa untuk misi kampanye positif terhadap produk sawit Indonesia.

Selama ini, produk sawit Indonesia seperti biofuel kerap kena kampanye negatif di Uni Eropa. Uni Eropa juga memberikan tuduhan dumping terhadap produk biofuel Indonesia.


"Saya minggu depan akan ke sana (Uni Eropa). Intinya kalau sudah dikenakan dumping ini apalagi masalahnya di Eropa yang selalu pelik perspektif negatif soal biofuel," ungkap Bayu saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat (7/03/2014).


Dalam kunjungan ke Uni Eropa, Bayu mempunyai misi khusus dan menjelaskan bahwa produk sawit seperti biofuel tidak seburuk yang Uni Eropa tuduhkan.


"Untuk sawit misi saya ada dua yaitu mengajak Eropa melihat secara jernih soal lingkungan itu dan kita terbuka kalau ada riset bersama. Kemudian kita tidak bisa melihat aspek lingkungan, sawit ini instrumental dan sawit ini development bagi kita," imbuhnya.


Bayu akan mengajak para petani sawit Indonesia untuk memberikan informasi kepada para pejabat Otoritas Perdagangan Uni Eropa tentang pentingnya sawit bagi kehidupan mereka. Kemudian akan dijelaskan juga bahwa sawit adalah produk ramah lingkungan.


"Saya akan berangkat dengan beberapa petani bagaimana sawit memberikan dampak positif kepada kehidupan mereka. Kita juga tidak memungkiri ada kasus sosial seperti konflik dengan masyarakat setempat tetapi banyak yang positif. Kemudian bagaimana keseriusaun industri pengguna sawit dalam bermitra dagang dengan Indonesia. Masa kita diganggu terus," tuturnya.


Ia mengancam bila Uni Eropa tetap mengganggu produk sawit Indonesia, maka pangsa pasar sawit Indonesia akan dialihkan ke negara lain atau lebih banyak diserap di dalam negeri.


"Dengan kontrak Pertamina dan PLN itu yang mendekati 4 juta ton, ekspor kita sama sebesar itu ke Eropa yaitu 3-3,5 juta ton. Kalau memang tidak diinginkan ke Eropa kita pindahkan pasarnya," ancam Bayu.


(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»