Tahun Depan Kampus UI Sudah Bisa Terhubung dengan Tol JORR

Jakarta -Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penyelesaian proyek Tol Cinere-Jagorawi Seksi II dari Jalan Raya Bogor/Cimanggis-Kukusan termasuk akses Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, selesai tahun depan.

Pada pertengahan 2015, tol yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) II ini sudah bisa tersambung dengan Jalan Margonda Raya, Depok.


"Diharapkan pertengahan tahun depan selesai sampai Margonda Raya (Depok)," kata Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali kepada detikFinance, Minggu (9/3/2014).


Ia mengatakan Kampus UI posisinya antara Jalan Margonda Raya dan kawasan Kukusan, Depok. Kawasan kampus UI baru bisa dilewati tol untuk 6 bulan berikutnya setelah jaringan tol menembus Jalan Margonda, sekitar akhir 2015.


"Tanah UI sudah dapat dimanfaatkan/konstruksi namun diperlukan waktu 6 bulan lagi untuk konstruksi sampai Kukusan exit," katanya.


Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan groundbreaking ruas tol Cinere-Jagorawi Seksi II sepanjang 6,5 Km dimulai 20 Maret 2014.


Total panjang tol Cinere-Jagorawi mencapai 14,64 Km dibagi dalam tiga seksi. Seksi I (Jogorawi-Cimanggis) sepanjang 3,7 Km sudah dioperasikan sejak Januari 2012.


Seksi II Cimanggis-Kukusan sepanjang 6,4 Km segera konstruksi dan Seksi II adalah Kukusan Beji-Limo (Cinere) sepanjang 4,5 Km.


Pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan raya Bogor baik ke arah Bogor maupun Depok, Jawa Barat.


(hen/rrd)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

PLTD 30 MW yang Sempat Diprotes Warga di Kualanamu Sudah Beroperasi Lagi

Jakarta -PT PLN sudah dapat mengoperasikan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) kapasitas 30 megawatt (MW) di Kualanamu, Sumatera Utara untuk mengurangi defisit listrik. PLTD tersebut sempat berhenti beroperasi karena diprotes warga sekitar akibat dianggap sangat berisik.

"PLTD 30 MW yang disewa PLN yang sempat diprotes warga sudah bisa beroperasi kembali pada Kamis minggu lalu," ungkap Manager Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto kepada detikFinance, Minggu (9/3/2014).


Bambang mengatakan, disewanya PLTD 30 MW tersebut bertujuan untuk menambah pasokan listrik di tengah defisit listrik di Sumatera bagian utara. Apalagi di daerah tersebut ada Bandara Internasional Kualanamu, yang merupakan obyek vital.


"Kami berterimakasih kepada warga sekitar yang bisa menerima keberadaan PLTD tersebut," ucap Bambang.


Sebelumnya Bambang mengungkapkan, keberadaan PLTD tersebut diprotes warga sekitar, karena dalam pengoperasiannya menimbulkan suara bising.


PLN terpaksa menghentikan pengoperasian sementara waktu dan berusaha memasang peredam untuk mengurangi suara saat pengoperasian PLTD tersebut.


Tentunya penghentian operasi PLTD 30 MW itu disayangkan, pasalnya sampai saat ini pasokan listrik di Sumatera bagian utara termasuk Kualanamu masih defisit.


Terkait defisit listrik sendiri, PLN terus mengupayakan penyelesaian beberapa proyek pembangkit listrik.


"Kita mempercepat perbaikan PLTU Labuan Angin, penyelesaian averlaul PLTGU Belawan, mempercepat penyelesaian proyek PLTGU Nagan Raya dan mencari pasokan listrik tambahan baik dari PT Inalum maupun sewa genset," tutup Bambang.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

PLN: Bulan Ini Krisis Listrik di Sumut Berakhir!

Jakarta -Krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut) sudah terjadi sejak 2005. PLN terus mempercepat perbaikan dan penyelesaian proyek pembangkit listrik. PLN memastikan Maret 2014, masalah krisis listrik bisa tuntas dan berakhir.

"Krisis listrik di Sumut bulan ini berakhir," tegas General Manager Pembangkit PT PLN Wilayah Sumatera Bagian Utara Bernadus Sudarmanta kepada detikFinance, Minggu (9/3/2014).


Pasalnya, beberapa pembangkit yang diperbaiki sudah selesai dan mulai beroperasi, PLTGU Belawan yang sempat disegel Kejaksaan juga sudah mulai beroperasi, dan beberapa proyek PLTU yang terlambat penyelesainnya sudah selesai dan akan segera mengalirkan listrik.


"PLTU Labuhan Angin 2 x 115 megawatt (MW) unit satu sudah mulai beroperasi kemarin dan unit 2 nya segera menyesul, PLTGU GT22 yang sempat disegel Kejaksaan dari tanggal 25 September-14 November 2013 dan baru awal Desember mulai pengerjaan perbaikan sehingga terjadi pengunduran tanggal penyelesaian hingga dua bulan," ungkapnya.


Seperti diketahui, krisis listrik yang terjadi di Sumut sejak tahun 2005 tak kunjung beres, sehingga pemadaman terus terjadi. Beberapa hari lalu, warga yang marah dengan pemadaman hingga 15 jam, merusak kantor PLN Rayon Pancur Batu, di Pancur Batu, Deli Serdang.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Awal 2014, Penyelundupan Gula dan Beras Masih Terjadi di Wilayah Perbatasan

Jakarta -Upaya penyelundupan bahan pangan pokok ke wilayah Indonesia khususnya di wilayah perbatasan dengan negara tetangga masih terjadi pada awal 2014. Selama 3 bulan terakhir, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan beras dan gula impor ilegal.

Dalam situs resminya, dikutip Minggu (9/3/2014) Bea Cukai menyampaikan beberapa temuan upaya penyelundupan produk pangan ke Indonesia, antaralain:


Pada 15 Januari 2014 pukul 21.30 WIB di Perairan Pulau Tambelas, Patroli BC melakukan penegahan terhadap KLM. Tirta Adi yang membawa 260 Ton Gula dan 90 Ton Beras dari Portklang (Malaysia) dengan tujuan Guntung, Indonesia.


Pada 2 Maret 2014 pukul 21.00 WIB di Perairan Pulau Panjang. Penegahan terhadap KM. Bima Sukses dengan modus operandi mengangkut barang larangan pembatasan impor secara ilegal dimana mengangkut lebih 450 Karung Beras, 400 Karung Gula dan barang campuran lainnya dari Tanjung. Pinang tujuan Sungai Guntung.


Selain itu, pada 15 Februari 2014 pukul 03.00 WIB di Perairan Tg. Kepala Jerih, ditemukan 1 unit speedboat tanpa nama. Di speedboat tersebut dan kedapatan muatan berupa rokok merk Luffman dengan label Khusus Kawasan Bebas.


Selain penyelundupan barang impor, ada juga temuan upaya penyelundupan barang ekspor.


Misalnya 20 Februari 2014 pukul 23.00 WIB, Bea Cukai menemukan 1 unit speedboat tanpa nama dengan haluan menuju perairan Internasional arah ke Changi (Singapura). Hasilnya ditemukan rokok merek Gudang Garam.


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

PLN Janji Mulai Besok Pemadaman Listrik di Sumut Turun Signifikan

Jakarta -Krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya yang mengakibatkan pemadaman bergilir masih terus terjadi. Namun PLN memastikan Senin besok kondisi defisit listrik akan berkurang banyak.

"Mudah-mudahan besok (Senin) defisit listrik sudah sangat banyak berkurang," ucap General Manager Pembangkit PT PLN Sumatera Bagian Utara, Bernadus Sudarmanta kepada detikFinance, Minggu (9/3/2014).


Bernadus mengungkapkan, hal ini karena PLN besok akan mengoperasikan PLTGU Belawan GT22 dan telah selesainya perbaikan PLTU Labuhan Angin Unit 1 x 115 MW.


"Pembangkit PLTU Labuhan Angin unit 1 sudah mulai beroperasi kemarin dan besok Insyaallah akan dioperasikan PLTGU Belawan GT22 dan akan segera menyusul lagi pengoperasian PLTGU Nagan Raya unit 1," kata Bernadus.


Seperti diketahui, krisis listrik di Sumatera bagian utara sudah terjadi sejak 2005, sehingga pemadaman terus terjadi. Beberapa hari lalu, warga yang marah dengan pemadaman hingga 15 jam, merusak kantor PLN Rayon Pancur Batu, di Pancur Batu, Deli Serdang.


Saat ini kebutuhan listrik di Sumatera bagian utara mencapai 1.700 megawatt, namun kekurangan pasokan mencapai 330 MW.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pabrik Patungan KS dan Posco Korsel Sudah Mulai Pasok Slab Baja

Jakarta -Pabrik baja patungan antara PT Krakatau Steel (KS) dan Posco asal Korea Selatan (Korsel) berhasil mengirimkan produk pertamanya ke KS. Produk yang dikirim adalah slab baja.

Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K Hakim menyatakan, Krakatau Steel akan mendapatkan pasokan minimal 1 juta ton slab baja per tahun atau setara 50% dari 2,1 juta ton total kebutuhan slab baja pada tahun ini.


"Kami telah menerima pasokan slab baja perdana dari PT Krakatau Posco (KS Posco), usaha patungan dengan Posco Korea, yang merupakan bagian dari 80.000 ton slab baja yang akan dipasok oleh Krakatau Posco untuk bulan ini," kata Irvan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/3/2014).


Pendirian pabrik Krakatau Posco diharapkan KS dapat menguasai pangsa pasar baja domestik mencapai 60%. Irvan menambahkan, pengiriman slab baja ini akan mampu mengatasi persoalan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang cukup menghantam industri baja nasional karena waktu pengiriman yang jauh lebih singkat.


"Sinergi bisnis ini akan mampu mendorong tumbuh berkembangnya industrialisasi di Tanah Air, karena produk baja merupakan kebutuhan yang mendasar di bebagai sektor industri. Infrastruktur dalam negeri juga akan turut tumbuh mengingat industri baja membutuhkan berbagai sarana infrastruktur seperti energi, air industri, pelabuhan, dan lahan industri," lanjut Irvan.


Berdasarkan data kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI), pembangunan dan operasionalisasi pabrik KS-Posco, dalam kurun waktu 2010-2036, jumlah output ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masing-masing dapat mencapai Rp 946 triliun dan Rp 314 triliun.


Saat ini, beberapa anak usaha Krakatau Steel juga aktif melakukan beberapa ekspansi usaha, seperti yang dilakukan PT Krakatau Bandar Samudera, yang telah meresmikan fasilitas kepelabuhanan, dengan membangun dermaga 3, 5, dan 6, sehingga kapasitas bongkar muat menjadi 25 juta ton per tahun, sekaligus menjadi pelabuhan curah terbesar dan terdalam di Indonesia.


Di sektor energi, PT Krakatau Daya Listrik melakukan usaha produksi yang efisien melalui penambahan fasilitas Combined Cycle Power Plant dan bersama dengan Posco Energy membentuk perusahaan joint venture PT Krakatau Posco Energy, sehingga kapasitas total produksi energi meningkat menjadi 720 megawatt.


PT Krakatau Posco yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhir tahun lalu, tepatnya 23 Desember 2013.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Singapura Punya Lembaga Khusus Pengendali Harga Properti, Indonesia?

Jakarta -Negara tetangga seperti Singapura memiliki lembaga khusus untuk mengatasi harga properti yang naik tidak terkendali. Singapura punya Housing Development Board (HDB) sebagai lembaga perumahan nasional Singapura.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan HDB membangun rumah-rumah menengah dengan harga wajar. Hal ini juga yang dilakukan oleh Malaysia untuk mengendalikan harga tanah di Negeri Jiran tersebut.


"Hal ini membuat para pengembang mempunyai pesaing, yang pada akhirnya mereka tidak bisa lagi menaikan harga terlalu tinggi karena harus bersaing dengan proyek HDB yang membanjiri pasar," kata Ali dalam situsnya dikutip Minggu (9/3/2014)


Menurut Ali cara ini tidak bisa dilakukan pemerintah Indonesia, karena sampai saat ini pemerintah belum ada badan perumahan yang khusus menangani perumahan untuk rakyat. Padahal, menurut Ali badan ini sebetulnya sudah diamanatkan UU Perumahan dan Permukiman, namun sampai saat ini belum diimplementasikan.


"Dengan adanya badan perumahan, maka diharapkan pemerintah dapat membuat bank tanah untuk kemudian dibangun perumahan ataupun apartemen bagi kalangan menengah dan bawah," katanya.


Seperti diketahui, di Indonesia kebijakan perumahan masih mengatur rumah subsidi, itu pun masih sebatas sebagai regulator harga rumah subsidi. Sedangkan harga properti komersial dilepas sesuai dengan mekanisme pasar. Bank Indonesia sebagai regulator perbankan hanya mengerem laju spekulasi di pasar komersial dengan aturan LTV.


Di Singapura, selain ada HDB mereka juga melakukan upaya-upaya pencegahan spekulasi properti agar tak terjadi gelembung harga.Next


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»