Daftar Pasang RFDI Sekarang Bisa Lewat Online dan Gratis

Jakarta -PT Inti (Persero) lebih mempermudah masyarakat yang ingin memasang Radio-frequency identification (RFID) pada kendaraannya, tidak perlu antre karena pendaftaran pemasangan RFID cukup lewat online dan gratis.

Berdasarkan situs Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMP BBM), yang dikutip detikFinance, Minggu (20/4/2014). Masyarakat cukup registrasi dan tinggal menunjukkan barcode registrasi ke posko pemasangan RFID, maka kendaraan sudah siap dipasang RFID oleh petugas pemasangan RFID dari PT Inti selaku pihak yang ditunjuk PT Pertamina melakukan pemasangan RFID.


Pendaftaran dapat dilakukan di www.smpbbm.com melalui ponsel pintar (smartphone), laptop, atau komputer, untuk seluruh pemilik kendaraan roda 4 dan lebih khususnya di wilayah DKI Jakarta yang berjumlah sekitar 4,5 juta kendaraan.


Dan yang paling penting pemasangan RFID gratis.


Seperti diketahui SMPBBM adalah langkah awal pemerintah bersama masyarakat dalam upaya menjaga konsumsi bahan bakar minyak serta mengawasi penggunaan subsidi bahan bakar minyak sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun ini kuota BBM subsidi ditetapkan sebanyak 48 juta kilo liter.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kapasitas Produksi Industri Gula RI Hanya 20% dari Thailand

Jakarta -Perbandingan kapasitas produksi gula Indonesia hanya 20% dari total kapasitas produksi gula yang dimiliki Thailand, padahal jumlah penduduk Indonesia lebih besar. Sehingga daya saing industri gula nasional harus ditingkatkan agar bisa menghadapi persaingan global seperti ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) akhir 2015.

"Kapasitas total pabrik gula di Thailand sekitar 940.000 ton tebu per hari (tons of cane per day/TCD), masih jauh di atas Indonesia yang berkisar 205.000 TCD," kata Ketua Umum Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) Subiyono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/4/2014)


Ia mengatakan, Thailand kini menjadi salah satu eksportir utama gula dunia. Sebagai perbandingan, produksi gula di Thailand berkisar 10,6 juta ton per tahun, sedangkan Indonesia pada 2013 mencatat produksi gula 2,55 juta ton per tahun. Padahal jumlah pabrik gula di Thailand hanya 50 pabrik, Indonesia hingga 62 pabrik (kondisi tua).


Rendemen (kadar gula dalam tebu) Thailand mencapai 11,82%, sedangkan Indonesia hanya di level 7% alias sangat rendah karena tak efisien.


Ekspor gula Thailand mencapai 8 juta ton/tahun, diantaranya sebanyak 30% diekspor ke Indonesia. Indonesia merupakan importir gula, terutama untuk memenuhi kebutuhan gula industri yang meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.


Kapasitas giling dari 62 pabrik gula yang ada di Indonesia mencapai 205.000 ton tebu per hari (TCD). Dengan asumsi 170 hari giling dan rendemen 9 persen, maka produksi gula seharusnya 3,1 juta ton. Faktanya, kini produksi gula konsumsi hanya di kisaran 2,5 juta ton.


"Artinya, belum optimal,” katanya.


Industri gula merupakan industri padat modal dengan investasi US$ 24 juta untuk pembangunan pabrik per kapasitas 1.000 ton. Selain itu, produsen harus menyiapkan lahan budidaya tebu yang mencapai puluhan ribu hektar serta membangun infrastruktur berupa jalan untuk angkat-angkut tebu dan saluran irigasi.


Ia mengatakan, tantangan industri gula nasional sangat berat. Dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa, konsumsi gula terus meningkat, namun di sisi lain pertumbuhan produksi lambat.


Subiyono menambahkan, untuk mendorong daya saing industri gula nasional, kuncinya ada pada tiga hal, yaitu efisiensi, diversifikasi, dan optimalisasi alias EDO. Tiga hal itu harus dilakukan bersamaan karena memang saling memengaruhi.


(hen/rrd)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

PT PAL Rampungkan 2 Kapal Tanker Pesanan Pertamina

Jakarta -BUMN pembuat kapal, PT PAL Indonesia akan melakukan serah terima 2 kapal tanker kepada PT Pertamina (Persero) dalam waktu dekat. Kapal tanker dengan nama MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan akan semakin memperkuat armada Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, Pertamina terus berkomitmen untuk meningkatkan kemitraan dengan industri maritim dalam negeri. Sejak 2005, Pertamina telah memesan 11 kapal di dalam negeri dengan ukuran 3.500 DWT dan 6.500 DWT.


"Dalam waktu dekat akan dilakukan serah terima kapal baru yang dibangun di galangan dalam negeri, saat ini sudah memasuki tahap akhir konstruksi yaitu MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan. Kedua kapal tanker tersebut dibangun oleh PT PAL Indonesia. Ini merupakan komitmen nyata Pertamina untuk lebih memberdayakan industri maritim dalam negeri," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/4/2014).


Ali menjelaskan, 2 kapal tanker tersebut merupakan kapal pertama dari galangan domestik yang memiliki bobot mati 17.500 LTDW.


"Pertamina melalui rencana jangka panjang penguatan armada milik berkomitmen untuk mengedepankan kerja sama dengan mitra nasional sebagai pembangun kapal yang dibutuhkan perusahaan sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya. Pertamina bertekad untuk terus maju bersama industri lain di Indonesia," ucapnya.


Ali menambahkan, pada 2013-2014 Pertamina telah menandatangani kontrak baru pembangunan kapal tanker minyak ukuran 17.500 LTDW sebanyak 7 unit yang dibangun di galangan kapal di dalam negeri. Ketujuh unit tanker kategori general purpose tersebut direncanakan selesai dan memperkuat armada kapal pendistribusian minyak pada 2015-2016.


"Selain itu, Pertamina secara konsisten menjaga kepatuhan terhadap azas cabotage. Langkah tersebut sejalan dengan semangat untuk memberdayakan bisnis maritim dalam negeri dalam hal kepemilikan kapal, penggunaan bendera Indonesia dan pemberdayaan awak kapal berkebangsaan Indonesia," tutupnya.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

3 Jam Demo, Ini Ragam Tanggapan Para Pegawai BTN

Jakarta -Sekitar seribuan pegawai bank PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berdemo di halaman kantor pusat BTN di Jl. Gajah Mada No.1 Jakarta Pusat. Para pendemo berseragam hitam-hitam memulai aksinya pada pukul 09.00 WIB, hingga bubar sekitar pukul 12.00 WIB atau sekitar 3 jam.

Dengan membawa spanduk, tongkat, drum, kemenyan, dan kain pocong, para pendemo yang terdiri dari perwakilan pegawai BTN seluruh Indonesia mulai dari Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi ini memenuhi halaman utama BTN. Mereka meneriakkan yel-yel menolak rencana pemerintah soal akuisisi BTN oleh Bank Mandiri.


Apa saja ragam tanggapan mereka?


Misalnya Siswandi, Customers Loan Service KPR BTN Cabang Surabaya meminta agar pemerintah membatalkan rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri yang dinilainya tak berdasar.


Menurutnya, BTN merupakan bank sehat yang tidak perlu diakuisisi. Apalagi, sekitar 98% penyaluran kredit BTN untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kelas bawah yang tidak bisa diambil alih oleh bank lain.


"Yang jelas kita bank yang sehat. Kami tetap ingin BTN berdiri sendiri nggak mau diakuisisi. Cuma BTN yang bisa kasih KPR subsidi dengan gaji karyawan Rp 2,5 juta per bulan. Emang Mandiri mau biayai KPR Rp 70-90 juta?" tanya Siswandi.


Selain itu, pensiunan BTN dari Sidoarjo bernama Budi Purwanto ikut angkat bicara. Menurutnya langkah akuisisi berpeluang menghilangkan kesempatan masyarakat kelas menengah ke bawah mendapatkan rumah.


"Kalau diakuisisi lambat laun program perumahan bagi masyarakat menegah bawah hilang. Jauh-jauh ke sini kami untuk mendukung agar BTN tidak diakuisisi. BTN kan untuk rakyat kecil," ujarnya.


Hal yang sama diungkapkan Dwi Satmoko, pegawai BTN cabang Surabaya ini mengatakan, akuisisi BTN oleh Bank Mandiri hanya menguntungkan satu pihak saja sementara yang lain dirugikan.


"Mereka cari untung bukan kesejahteraan. Kalau kekurangan dana tapi apa iya harus diakuisisi, pemerintah harusnya kasih modal dong. Harapannya BTN tidak usah diakuisisi karena nanti tidak ada lagi yang melayani perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah," cetusnya.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Beli Pulsa Listrik Rp 20.000 Dapat Bonus Rp 60.000, Ini Penjelasannya

Jakarta -Pihak PT PLN (Persero) berencana menerapkan pola pemberian subsidi listrik dengan sistem baru, yaitu beli pulsa listrik dapat bonus daya listrik dengan nominal tertentu. Namun hal itu hanya akan berlaku untuk pengguna/konsumen golongan listrik 450 Volt Ampere (Va) dan 900 Va.

Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintahhanya memberikan subsidi listrik untuk golongan 450 Va dan 900 Va saja. Sedangkan pelanggan listrik di atas 450 Va dan 900 Va akan dicabut subsidinya.


"Nanti sesuai undang-undang, hanya pelanggan tidak mampu saja yang mendapat subsidi listrik yaitu 450 Va dan 900 Va, selain itu tidak, termasuk 1.300 Va tapi bertahap dicabutnya," ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman kepada detikFinance seperti dikutip Minggu (20/4/2014).


Jarman mengatakan, tahun ini pemerintah akan melakukan kajian, golongan mana yang akan kembali dinaikkan tarif listriknya.


"Kajiannya akan kita sampaikan ke DPR, kalau DPR setuju maka akan kita berlakukan kenaikkan tarif listrinya," ucap Jarman.


Sebelumnya Wakil Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro mengungkapkan agar pola subsidi listrik diubah menjadi bantuan pemerintah.


"Jadi tidak ada lagi subsidi listrik, tapi bantuan. Misalnya ada semacam voucher prabayar Rp 60.000 per bulan. Voucher itu hanya bisa digunakan untuk beli pulsa listrik," tuturnya.Next


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ancaman PHK Jadi Kekhawatiran Utama Para Pegawai BTN

Jakarta -Para pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) khawatir adanya risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terkait rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri. Serikat pekerja BTN menilai rencana tersebut merupakan merger atau penggabungan perusahaan, bukan akuisisi.

"Ini merger sebenarnya bukan akuisisi, otomatis implikasinya PHK, ya kita tawar menawar, pesangon dan lain-lain," kata Ketua Serikat Pekerja BTN Satya Wijayantara di Kantor Pusat BTN, Harmoni, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014)


Ia menilai Menteri BUMN Dahlan Iskan telah keliru dalam memahami rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri. "Tidak ada anak perusahaan di dalam perbankan, yang ada merger, kalau merger harus ikuti visi misi Bank Mandiri, sementara Bank Mandiri komerisal bukan ritel jadi tidak akan bisa," tegas Satya.


Satya mengaku sampai saat ini belum melakukan komunikasi dengan direksi BTN. Namun serikat pekerja berharap direksi bisa mendukung pekerja menolak rencana akuisisi.


"Kita tidak melakukan komunikasi apapun. Kita berharap mereka sama seperti kita menolak akuisisi," katanya.


Ia menambahkan pihak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sudah menjadwalkan akan bertemu dengan serikat pekerja BTN untuk membahas masalah akuisisi.


"Harapan ke menko minggu ini jadwalnya," katanya.


Satya mengatakan pada 2005, Presiden SBY menegaskan bahwa BTN sebagai bank tunggal penyedia rumah rakyat. Pada masa lalu, juga pernah ada wacana Bank BNI mengakuisisi BTN namun tak ada kelanjutannya hingga kini muncul opsi akuisisi oleh Bank Mandiri.


(hen/rrd)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kantor Pusat BTN 'Dibanjiri' Spanduk Tolak Akuisisi oleh Bank Mandiri

Jakarta -Seribuan perwakilan pegawai PT Bank Tabungan Negara (BTN) se-Indonesia hari ini melakukan demo penolakan atas rencana akuisisi oleh Bank Mandiri, di Kantor Pusat BTN, Harmoni, Jakarta Pusat. Mereka juga datang dengan membawa berbagai spanduk penolakan.

Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi demonstrasi, para pegawai juga memasang spanduk disetiap sudut di depan halaman kantor BTN.


Isi spanduk-spanduk tersebut berasal dari perwakilan kantor cabang hingga soal penolakan akuisisi, antaralain:


"Keluarga besar Bank BTN KC Solo menolak rencana akuisisi"


Ada juga spanduk bertuliskan, "Hallooo... Jangan salah sambung, tolak akuisisi BTN," tulis spanduk yang dibawa para pegawai BTN seperti dikutip detikFinance, di Kantor Pusat BTN, Harmoni, Minggu (20/4/2014).


Spanduk lainnya bertulis, Seluruh karyawan dan karyawati BPB Bank BTN KV Jakarta Kebon Jeruk menolak rencana akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri,


"BTN not for sale, BTN harga mati Akuisisi no way!"Next


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»