Pemakaian A/C Melonjak, Beban Listrik Catat Rekor Tertinggi

Jakarta -Beban puncak listrik di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) mencapai rekor tertinggi, yaitu 22.974 Megawatt (MW). Beban tertinggi itu terjadi pada Kamis (24/4/2014) jam 18.00 WIB. Sebelumnya beban tertinggi yang pernah dicapai adalah 22.567 MW pada 17 Oktober 2013 jam 19.00 WIB.

Hal tersebut terungkap dalam keterangan resmi dari PT PLN (Persero) yang diterima detikFinance, Sabtu (27/4/2014) malam. Kenaikan beban listrik tersebut diprediksi akibat faktor cuaca. Selama beberapa hari terakhir memang kondisi sangat panas sehingga memicu orang untuk menyalakan pendingin ruangan (A/C) lebih lama. Dalam rumah tangga, AC memang mengkonsumsi listrik paling besar.


PLN pun menghimbau para pelanggan untuk menghemat penggunaan listrik khususnya untuk pemakaian yang sifatnya konsumtif. Hal ini bisa dilakukan diantaranya dengan mematikan alat elektronik yang tidak diperlukan, seperti lampu yang tidak digunakan, televisi yang tidak ditonton, radio yang sedang tidak didengarkan dan lain-lain.


(rrd/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

RI Bakal Jadi Sentra Ekspor Sapi Wagyu dan Domba Australia

Jakarta -Pemerintah Indonesia terus berbenah dalam pengelolaan peternakan, karena Indonesia akan menjadi basis produk peternakan ke negara-negara Timur Tengah. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menjelaskan pemerintah Indonesia dan Jepang sedang menjajaki kembali untuk dibukanya keran ekspor-impor produk peternakan.

Indonesia memberi peluang Jepang mengirimkan sapi Wagyu tersebut ke Indonesia. Sapi kategori premium tersebut selama ini diimpor dari Australia padahal berasal dari Jepang.


"Buka pasar sapi Wagyu untuk masuk ke Indonesia. Kita lihat orisinalitas, Wagyu dari Jepang. Dia bisa pasok daging ke Indonesia," kata Rusman saat launching sapi pejantan Bali di BPTU HPT Denpasar, Jembrana, Bali, Sabtu (26/4/2014).


Konsekuensinya, Jepang harus membuka keran ekspor produk ayam olahan Indonesia. Pasalnya ekspor produk ayam ke Jepang sempat terhenti akibat maraknya gejala flu burung. Jepang memang terkenal dengan prasyarat super ketat.


"Wagyu masuk Indonesia, tapi Jepang mau terima proses chicken. Kalau nggak mau, kita nggak buka keran impor. Itu sudah sepakat," tegas Rusman.


Ketika keran impor sapi Wagyu dibuka, pemerintah Indonesia akan menempatkan pengolahannya di Batam. Daging sapi Wagyu akan diperuntukkan untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor ke Timur Tengah. Pasalnya Jepang tidak memiliki sertifikasi halal yang dipercaya oleh negara-negara Timur Tengah.


"Daging Wagyu dikirim ke Indonesia, tempatnya di Batam. Kita re-ekspor, daging yang dari Jepang tahap awal untuk kecukupan konsumsi dalam negeri. Diolah lagi ke Batam kemudian diekspor ke Timur Tengah. Kita manfaatkan hubungan emosional yang sama, seperti saat Jepang ekspor daging Wagyu ke Turki pakai sertifikat halal Indonesia. Turki percaya pakai sertifikasi kehalalan Indonesia," papar Rusman.


Selain sapi Wagyu, Indonesia sedang menjajaki kerjasama dengan Australia dan Selandia Baru. BUMN Indonesia yakni PT Berdikari (Persero) akan menggemukkan domba-domba asal Australia dan Selandia Baru di Indonesia. Selanjutnya domba tersebut dipotong dan diolah untuk keperluan ekspor. Setelah itu diberi sertifikat halal dan dikirim ke Timur Tengah.


"BUMN yang akan kembangkan penggemukan domba. Domba ambil dari New Zealand dan Australia. Walaupun dari Australia, tapi kan dipotong di Indonesia. Sambil mikirin swasembada, negara juga mikirin ekspor. Digemukkan di sini, dipotong halal. Dikirim dalam bentuk frozen meat," jelasnya.


(feb/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Indonesia Ekspor Sperma Sapi, Dagingnya Diimpor

Jembrana -Saat ini kebutuhan daging sapi Indonesia masih dipenuhi impor. Sebagian besar impor datang dari Australia dan Selandia Baru.

Meski masih impor sapi bakalan, Indonesia melakukan ekspor untuk produk turunan sapi. Sejak 2 tahun lalu Indonesia telah mengekspor semen atau sperma sapi ke beberapa negara. Semen sapi ini masih dihasilkan dari sapi eksotik jenis Cimental, Brahman, hingga Limousin.


"Tahun 2012, kita declare swadembada semen beku. 2013 swasembada pejantan penghasil semen. Pada 2-3 tahun ke depan swasembada daging. Kita sekarang ekspor semen beku untuk sapi brahman, cimental, limousin. Itu sapi eksotik. Afganistan, Myanmar, Kirgiztan, Tajikistan, Kamboja dan Malaysia juga," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan saat launching sapi Bali di pejantan Bali di BPTU HPT Denpasar, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (26/4/2014).


Ekspor sperma beku dilakukan untuk jenis atau grade 3. Pemerintah tidak mengizinkan ekspor sperma beku kualitas 1 atau terbaik ke luar negeri.


"Semen beku yang diekspor itu grade 3. Yang terbaik digunakan di Indonesia supaya kita nggak kecolongan. Nanti ada bioterosim dan dia dikembangkan di luar," sebutnya.


Pengembangan dan ekspor sperma beku dilakukan sendiri di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari dan Balai Inseminasi Buatan Lembang milik Kementan. Ke depan, semen beku akan dilakukan untuk sapi lokal seperti sapi Bali.


"Segera kita ekspor semen lokal untuk sapi Bali," sebutnya.


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

RI Ekspor Sperma Sapi ke Malaysia Hingga Afghanistan

Jembrana -Indonesia belum bisa penuhi kebutuhan daging sapi tanpa impor, tapi sudah swasembada sperma sapi. Bahkan sperma sapi beku ini bisa diekspor ke beberapa negara.

Negara-negara tersebut antara lain Afghanistan, Myanmar, Kirgiztan, Tajikistan, Kamboja dan Malaysia. Sperma beku tersebut berasal dari beberapa jenis sapi, yaitu Cimental, Brahman, dan Limousin.


"Tahun 2012, kita declare swadembada semen beku. 2013 swasembada pejantan penghasil semen. Pada 2-3 tahun ke depan swasembada daging. Kita sekarang ekspor semen beku," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan saat launching sapi Bali di pejantan Bali di BPTU HPT Denpasar, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (26/4/2014).


Kegiatan ekspor sperma sapi ini sudah dilakukan Indonesia dalam dua tahun terakhir. Ekspor sperma beku dilakukan untuk grade 3. Pemerintah tidak mengizinkan ekspor sperma beku kualitas 1 atau terbaik ke luar negeri.


"Semen belu yang diekspor itu grade 3. Yang terbaik digunakan di Indonesia supaya kita nggak kecolongan. Nanti ada bioterosim dan dia dikembangkan di luar," sebutnya.


Pengembangan dan ekspor sperma beku dilakukan sendiri di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari dan Balai Inseminasi Buatan Lembang milik Kementan. Ke depan, semen beku akan dilakukan untuk sapi lokal seperti sapi Bali.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kementan Gandeng KPK Kejar Swasembada Daging

Jembrana -Target pemerintah agar Indonesia swasembada daging sapi atau maksimal 10% impor pada 2014 tampaknya sulit tercapai. Pasalnya, dari ketuhan 575.000 ton daging tahun ini, peternak sapi lokal hanya mampu memasok hingga 460.000 ton.

Sisanya sebanyak 115.000 ton atau 10% lebih dari proyeksi kebutuhan, terpakasa dipasok dari impor. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menjelaskan Indonesia sebetulnya telah swasembada daging namun ketersediaan pasokan tersebut terhambat akibat lemahnya ketersediaan infrastruktur dan saran pendukung mobilisasi sapi hidup hingga daging beku dari sentra penghasil sapi ke pasar-pasar di Jabodetabek.


Selama ini angkutan sapi mengandalkan transportasi darat atau truk akibatnya sering terjadi masalah di dalam penurunan bobot hingga minimnya kapasitas daya angkut.


"Potensi lokal yang tersedia 540 ribu ton daging. Tapi karena masalah transportasi yang kurang baik maka maksimum 2014 sampai di pasar 460 ribu ton. Defisit 115 ribu ton. Kalau bicara ketersediaan sapi 2014 swasembada dicapai. Sisanya tinggal 7% lagi atau di bawah 10%. Karena nggak ada penyediaan infrastruktur maka kekurangannya di atas 10% atau 115 ribu ton," kata Syukur saat launching sapi Bali di pejantan Bali di BPTU HPT Denpasar, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (26/4/2014).


Untuk mendukung dan mempercepat rencana penyediaan sarana dan prasarana mobilisasi sapi dan daging lokal, Kementan mengaku memperoleh bimbingan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


"Yang paling utama swasembada distribusi dan transportasi. Maka Kementan gandeng Kemenhub. Itu di bawah bimbingan Litbang KPK. Di lintas sektor sedang menyusun program aksi. Kami ditargetkan oleh pendamping KPK dalam 2 tahun sarana bisa teratasi," sebutnya.


Untuk mempercepat mobilisasi peternakan dan daging, Kementan juga menggandeng Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menjelaskan pihaknya bekerjasama Kemenhub untuk penyediaan kapal khusus angkutan ternak. Next


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

BUMN Beli Peternakan Sapi di Australia, Ini Saran Wamentan

Jembrana -Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yakni PT Pupuk Indonesia (Persero) sedang menjajaki kepemilikan peternakan sapi raksasa di Australia. Pupuk Indonesia akan mengakuisisi perusahaan peternakan di negeri kangguru tersebut.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan pun memiliki saran khusus kepada Pupuk Indonesia. Apa saran itu?


Rusman meminta agar BUMN Indonesia tidak 100% mengakuisisi perusahaan peternakan asal Australia. Pasalnya jika akuisisi penuh, tidak ada transfer ilmu hingga tanggungjawab pengelolaan dari pihak Australia.


"Itu harus dipertimbangkan betul. Walaupun peternakan di Australia. Dia nggak mudah juga akses segala macam. Saya sarankan jangan dibeli 100%. Kalau nggak punya expertise itu sia-sia," kata Rusman saat launching sapi Bali di pejantan Bali di BPTU HPT Denpasar, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (26/4/2014).


"Harus ada tanggungjawab dari Australia meski saham mayoritas bisa 51%. Kira-kira begitu. Harga 1 juta jangan dibeli 1 juta," sebutnya.


Rusman menjelaskan rencana akuisisi perusahaan peternakan di Australia masih diperlukan untuk mendukung ketersediaan daging sapi. Australia memiliki kesiapan di dalam ketersediaan lahan hingga pengalaman pengelolaan.


"Kalau dari sisi kesiapan. Mereka lebih siap. Lahannya luas. Mereka punya pengalaman," sebutnya.


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kisah Perawat Sapi di Bali, Dari Dikejar Hingga Diseruduk

Jembrana -Perawat dan penjaga peternakan sapi di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali punya banyak pengalaman menarik selama bekerja. Cerita dikejar hingga diseruduk sapi menjadi 'hadiah' yang kerap didapat para pegawai Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Denpasar, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian ini.

Seperti yang diceritakan, Wayan Santika. Pria yang bekerja sebaga staf pengurus kandang sejak tahun 2005 ini mengaku pernah dikejar-kejar sapi jantan yang berbobot sekitar 400 kg. Mirip seperti banteng, sang sapi mengejar dirinya hingga terpaksa naik ke atas pohon kelapa untuk menghindar.


"Pernah dikejar sapi sampai saya harus naik pohon kelapa," kata Wayan saat ditemui di area peternakan di Jembrana, Sabtu (26/4/2014).


Menurutnya, sapi Bali terkenal agresif namun mudah beradaptasi dengan alam liar. Bahkan ia pernah berlaku kasar kepada seekor sapi Bali. Sang sapi terus mengingat sehingga ia kerap menjadi incaran untuk diseruduk.


"Dia dikasarin. Dia ingat. Waktu saya beri dia makan agak kasar. Kemudian saya diseruduk," sebutnya.


Untuk membuat sapi Bali yang agresif menjadi tenang, para petugas memiliki trik khusus. Seperti mengelus-elus hingga memandikan setiap hari.


"Dia sering dielus, dia jinak. Kalau nggak diperhatikan lihat orang suara sudah mengendus. Dia kayak banteng," sebutnya.Next


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»