Perbanas: Karyawan BTN Tak Berhak Tolak Rencana Akuisisi

Jakarta -Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) tetap mendukung rencana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengakuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), meski ada penundaan. Penolakan yang dilakukan karyawan BTN dinilai tidak bisa dilakukan karena di luar hak karyawan.

Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono mengatakan, karyawan BTN tidak mempunyai hak menolak apapun rencana yang akan dilakukan pemerintah terhadap bank-bank BUMN. Pegawai bank-bank BUMN, termasuk BTN, harus menyerahkan seluruh keputusan ke negara dan menghargai hak pemerintah selaku pemegang saham mayoritas.


"Intinya, terserah kepada pemiliknya. Negara berhak mengatur bank-bank yang dimilikinya, terbaik menurut rencananya, sehingga karyawan tidak mempunyai hak menolak dan harus menghargai hak negara sebagai pemegang saham," kata Sigit dalam keterangannya yang diterima detikFinance di Jakarta, Minggu (27/4/2014).


Menurut Sigit, aksi penolakan yang dilakukan karyawan BTN lebih disebabkan oleh strategi komunikasi yang kurang baik. Untuk itu, rencana akuisisi harus dikomunikasikan sesegera mungkin dengan lebih baik.


Selain itu, dia melihat pemerintah tidak memiliki cetak biru perbankan nasional yang jelas, guna mengarahkan pengembangan perbankan agar memiliki daya saing di tingkat nasional dan internasional.


Cetak biru yang ada saat ini baru Arsitektur Perbankan Indonesia (API), yang dirumuskan oleh Bank Indonesia. Itupun hanya mengikat Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan bank-bank nasional.


Di luar itu, pemerintah belum mengeluarkan aturan undang-undang tentang cetak biru perbankan nasional yang bisa mengikat seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, DPR, OJK, BI, maupun pelaku bisnis perbankan nasional.


"Aturan API harus lebih tinggi dari peraturan BI," sebutnya.


(zul/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Perbanas: Karyawan BTN Tak Berhak Tolak Rencana Akusisi

Jakarta -Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) tetap mendukung rencana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengakuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), meski ada penundaan. Penolakan yang dilakukan karyawan BTN dinilai tidak bisa dilakukan karena di luar hak karyawan.

Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono mengatakan, karyawan BTN tidak mempunyai hak menolak apapun rencana yang akan dilakukan pemerintah terhadap bank-bank BUMN. Pegawai bank-bank BUMN, termasuk BTN, harus menyerahkan seluruh keputusan ke negara dan menghargai hak pemerintah selaku pemegang saham mayoritas.


"Intinya, terserah kepada pemiliknya. Negara berhak mengatur bank-bank yang dimilikinya, terbaik menurut rencananya, sehingga karyawan tidak mempunyai hak menolak dan harus menghargai hak negara sebagai pemegang saham," kata Sigit dalam keterangannya yang diterima detikFinance di Jakarta, Minggu (27/4/2014).


Menurut Sigit, aksi penolakan yang dilakukan karyawan BTN lebih disebabkan oleh strategi komunikasi yang kurang baik. Untuk itu, rencana akuisisi harus dikomunikasikan sesegera mungkin dengan lebih baik.


Selain itu, dia melihat pemerintah tidak memiliki cetak biru perbankan nasional yang jelas, guna mengarahkan pengembangan perbankan agar memiliki daya saing di tingkat nasional dan internasional.


Cetak biru yang ada saat ini baru Arsitektur Perbankan Indonesia (API), yang dirumuskan oleh Bank Indonesia. Itupun hanya mengikat Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan bank-bank nasional.


Di luar itu, pemerintah belum mengeluarkan aturan undang-undang tentang cetak biru perbankan nasional yang bisa mengikat seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, DPR, OJK, BI, maupun pelaku bisnis perbankan nasional.


"Aturan API harus lebih tinggi dari peraturan BI," sebutnya.


(zul/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Warga Bekasi Tak Sabar Nantikan Monorel

Jakarta -PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memastikan proyek monorel Bekasi-Cibubur-Cawang dibangun 2015. Warga Bekasi tak sabar menunggu proyek ini berjalan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Tata Kota Bekasi, Koswara di sela peluncuran apartemen Grand Cut Meutia, di Bekasi, Minggu (27/4/2014).


"Itu ditunggu-tunggu masyarakat, tentu. Banyak perjalanan dari Jakarta ke Bekasi," kata Koswara.


Dia mengatakan, setiap harinya ratusan ribu pergerakan orang dari Bekasi ke Jakarta menggunakan berbagai moda transportasi. Kebanyakan dari mereka adalah orang Bekasi yang mencari nafkah di Ibukota.


"Dari Bekasi ke Jakarta itu 700.000 orang setiap hari. Kereta, bis, dan lain-lain," katanya.


Konsorsium BUMN yang dipimpin Adhi Karya berjanji pembangunan proyek monorel Bekasi-Cawang-Cibubur tak mangkrak. Pada 2018, masyarakat Jabodetabek khususnya warga Bekasi-Cibubur sudah bisa menikmati transportasi modern ini.


Sebelumnya, Adhi Karya menjelaskan pengembangan monorel telah dirancang sesuai konsep model bisnis yang terencana, detail, dan terintegrasi dengan moda transportasi lain.Next


(zul/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Proyek-proyek Hotel Pegadaian

Jakarta -PT Pegadaian (Persero) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,1 triliun tahun ini, naik Rp 300 miliar dari tahun lalu. Sebesar Rp 500 miliar ditujukan untuk pembangunan 6 hotel di Indonesia.

"Belanja modal total Rp 1,1 triliun. Sebesar Rp 500 sendiri hotel, Rp 200 miliar buat IT, sisanya rutin untuk mengembangkan cabang," ungkap Direktur Keuangan Pegadaian Dwi Agus Parmudya di kantor Cabang Pegadaian Bidara Cina, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2014).


Untuk pembangunan hotel, lanjut Dwi, sudah dipersiapkan pada belanja modal sejak 2013 sekitar Rp 200 miliar. Ini seiring dengan fokus Pegadaian untuk fokus dalam pengembangan aset.


"Hotel itu carry over dari 2013," ujarnya,


Pada kesempatan yang sama, Direktur III Bidang Properti dan Logistik Pegadaian Ferry Febrianto menambahkan pada akhir 2013 sudah 3 hotel yang mulai konstruksi. Lokasinya adalah di Surabaya, Makassar, dan Pekanbaru.


"Kita membangun hotel bintang 3, tapi fasilitasnya lebih bagus. Lokasinya sangat strategis," kata Ferry


Sementara 6 lainnya, tengah dalam proses perizinan. Targetnya tahun ini akan dimulai tahapan konstruksi. Lokasinya adalah 2 hotel di Yogyakarta, 2 hotel di Jawa Tengah, dan 2 hotel di Jawa Timur.Next


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pemkot Bekasi Beri Subsidi Pendidikan Sampai SMA

Jakarta -Pemerintah kota Bekasi memiliki program subsidi kepada semua siswa sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) negeri. Mulai 2016, pemkot berencana memberikan subsidi kepada para siswa sekolah swasta.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sejak 2013 pemkot Bekasi menggratiskan biaya sekolah kepada para siswa mulai dari SD sampai SMA.


"Kita beri subsidi kepada siswa negeri Rp 170 ribu per anak per bulan," kata Rahmat ditemui di acara Grand Launching Apartemen Grand Cut Meutia, di Bekasi, Minggu (27/4/2014).


Tak cukup sampai di situ, dia juga bercita-cita akan menggratiskan sekolah swasta yang ada di Bekasi. Namun tidak termasuk sekolah swasta bertaraf internasional.


"Saat ini kita sudah beri subsidi Rp 25.000 per siswa per bulan untuk swasta. Tapi nanti di 2016-2017 jadi Rp 225.000," katanya.


Di Jabodetabek, dia yakin program ini merupakan yang pertama. Selain dari pemkot, dana subsidi tersebut berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).


Dikatakan Rahmat, pendidikan adalah hak dari seluruh lapisan masyarakat. Dia berharap tak ada lagi hambatan keuangan dalam mengenyam bangku sekolah.


"Jadi nggak ada 12 tahun belajar masih bayar, semua gratis," tegasnya.


(zul/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Apartemen Baru Rp 250 Juta-an Dibangun di Bekasi

Jakarta -Di tengah sulitnya mencari lahan untuk membangun rumah tapak, pembangunan hunian vertikal di Bekasi semakin marak. Salah satunya adalah pembangunan apartemen kelas menengah-bawah dengan harga mulai Rp 250 juta.

Pengembang perumahan, Selaras Mitra Sejati, harus bersaing dengan 12 apartemen yang sudah berdiri di kawasan kota Bekasi. Menyasar kalangan menengah-bawah, pengembang ini menawarkan hunian vertikal dengan harga mulai Rp 250 juta.


"Kita jual dari tipe studio harga mulai Rp 250 juta sampai Rp 700 juta," kata Direktur Utama Selaras Mitra Sejati, Alwi Bagir Mulachela, di acara Grand Launching Apartemen Grand Cut Meutia, Bekasi, Minggu (27/4/2014).


Apartemen Grand Cut Meutia yang terletak di Jalan Cut Meutia, Rawalumbu, Bekasi, ini akan dibangun sebanyak 2.700 unit yang terbagi menjadi 3 tower. "Kita bangun di atas lahan seluas 2,3 hektar dengan investasi per tower mencapai Rp 100 miliar. Total investasinya mencapai Rp 400 miliar," ungkapnya.


Selain menyasar masyarakat Bekasi, Alwi pun mengatakan apartemen ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi buruh atau karyawan yang bekerja di Jakarta atau kawasan industri.


Untuk tahap awal, tower pertama akan dibangun pada pertengahan tahun ini dan selesai akhir 2015. Pembangunan seluruh tower direncanakan selesai pada 2019.


Keunggulan apartemen Grand Cut Meutia, lanjut Alwi, adalah kemudahan akses dan fasilitas penunjang yang lengkap. "Apalagi nanti ada pembangunan MRT, monorel, dan CBD Bekasi di sini," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Tata Kota Kota Bekasi, Koswara mengatakan bahwa saat ini masih tersisa 30-40% areal terbuka untuk pembangunan. Peruntukan bagi bangunan properti tinggal tersisa 8%.


"Tinggal 8%-an, makanya banyak dibangun vertikal," jelasnya.


(zul/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Dahlan Dukung Pegadaian Tak Jadi Beli Bank Mutiara

Jakarta -Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung sikap PT Pegadaian (Persero) yang membatalkan rencana untuk membeli PT Bank Mutiara Tbk (BCIC). Menurutnya itu keputusan tepat dan sudah melalui evaluasi yang matang dari para direksi Pegadaian.

"Pegadaian ikut menawar Bank Mutiara pun saya sudah setuju, tetapi direksi rupanya melakukan evaluasi dan ternyata tidak jadi. Itu juga baik," kata Dahlan di kantor cabang Pegadaian Bidara Cina, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2014).


Intinya, menurut Dahlan, adalah bagaimana Pegadaian tetap bisa menjalankan aksi korporasi sesuai dengan rencana. Bila pembelian Bank Mutiara dirasa tidak tepat, artinya direksi sudah memiliki prioritas lain.


"Prinsipnya saya serahkan kepada direksi. Yang penting aset itu harus digunakan, untuk apa? Terserah pada direksinya. Aset itu tidak boleh nganggur," paparnya.


Pegadaian saat ini tengah fokus dalam beberapa aksi korporasi dengan pemanfaatan aset. Salah satunya adalah perhotelan. Dahlan menilai itu adalah rencana yang bagus.


"Terserah pada manajemennya, tentu ada pertimbangan yang matang soal itu. Mereka orang yang pintar-pintar," kata Dahlan.


Sebelumnya, Direktur Utama Pegadaian Suwhono menyatakan pihaknya sempat mempertimbangkan kemungkinan membeli bank yang dulu bernama Bank Century tersebut. "Kemarin memang sempat diskusi tentang bank Mutiara. Tetapi setelah memperoleh paparan dari PT Danareksa selaku kuasa advisor Bank Mutiara, kami melakukan peninjauan kembali," ungkapnya.


Salah satu pertimbangan Pegadaian adalah kapasitas dan kemampuan sumber daya yang ada. Menurut Suwhono, lebih baik Pegadaian fokus pada rencana yang sudah ada, salah satunya adalah terjun di bisnis hotel.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»