Bisnis Ilegal, Jual BBM Subsidi Selundupan Bisa Untung Rp 5 Juta/Hari

Jakarta -Banyak cara bagi seseorang untuk mendapatkan keuntungan, mulai dari cara yang legal sampai ilegal. Salah satunya, bisnis ilegal penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang bisa mendatangkan uang besar dalam waktu singkat.

Ketua Tim Satgas Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Karseno mengatakan umumnya produk BBM subsidi yang diselundupkan orang-orang yang tak bertanggung jawab adalah BBM solar subsidi. BBM solar bersubsidi dijual ke industri, pertambangan, dan perkebunan.


Karseno mengatakan dengan harga solar subsidi saat ini hanya Rp 5.500/liter di SPBU, sedangkan harga solar non subsidi mencapai Rp 12.000/liter maka ada selisih harga yang tajam bisa mencapai Rp 6.500/liter.


"Kalau dijual ke industri bisa Rp 10.500/liter, maka udah untung Rp 5.000 liter, kalau sehari 1.000-1.500 liter liter, maka keuntungannya Rp 5 juta-Rp 7,5 juta, ini sangat menggiurkan," katanya kepada detikFinance, Sabtu (7/6/2014)


Ia mencontohkan, semalam Tim Satgas BPH Migas telah menangkap satu truk berisi BBM subsidi dan tempat penampungan gudang di Pasirgadung Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Truk tersebut bisa menampung kapasitas tangki sebanyak 1,5 metrik ton atau 1.500 liter. Modusnya, truk berkeliling mengisi di SPBU-SPBU, setiap pengisian di satu SPBU mencapai 200-300 liter.


"Jadi keuntungannya bisa 100%, dan itu banyak yang menerima, banyak pembelinya, laku," katanya.


Karseno mengakui faktor disparistas harga antara BBM subsidi dan non subsidi menjadi penyebab utama bisnis ilegal ini. Selain itu, mudahnya seseorang membeli BBM subsidi. Berdasarkan pengalaman, penyelundupan BBM tak hanya memakai truk, namun juga menggunakan taksi, motor bertangki besar.


"Pelakunya ada yang sudah lama, ada yang baru. Ada yang pakai motor, paling 100 liter sehari, tapi kalau truk bisa 1.500 liter per hari," katanya.


Padahal menurut Karseno, sanksi pidana siap menanti bagi siapa saja yang melakukan penyelundupan BBM subsidi. Sanksinya berdasarkan UU Migas yaitu penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp 60 miliar bagi yang menimbun, menyelundupkan dan membelinya. Sanksi yang berlaku tak mengenal seberapa banyak volume yang diselundupkan.


"Kenyataannya masih banyak yang nekat, karena polisi sudah banyak urusannya. Soal pengawasan BBM subsidi masih di bawah reskrim (Reserse dan kriminal) tertentu, bukan Reskrim umum atau khusus, jadi kurang fokus," katanya.


(rrd/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Daftar Barang yang Sering Diselundupkan

Jakarta -Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terlihat tren peningkatan penyeludupan barang yang berhasil ditindak selama 2-3 tahun terakhir.

Pada tahun 2012, sedikitnya tercatat ada sekitar 3.013 penindakan dengan jumlah potensi kerugian negara mencapai Rp 263.129.370.438. Sementara itu, di tahun 2013 tercatat ada sekitar 4.700 penindakan dengan jumlah potensi kerugian negara mencapai Rp 296.877.173.271.


Sedangkan untuk tahun 2014, untuk periode 1 Januari-31 Mei 2014, sudah berhasil ditindak sedikitnya 1.692 upaya penyelundupan dangan potensi kerugian negara hingga Rp 33.120.574.288.


Berikut daftar jenis barang yang dicoba diselundupkan:



  1. Tekstil dan Produk Tekstil

  2. Sembako (Gula, Beras, dan Lainnya)

  3. Handphone dan kelengkapannya

  4. Barang elektroniks

  5. Biji plastik

  6. Kendaraan bermotor

  7. Makanan dan minuman

  8. Perhiasan dan accesories

  9. Senjata dan bahan peledak

  10. Obat-obatan dan bahan kimia

  11. Kayu dan Rotan

  12. Pupuk

  13. Bahan Bakar Minyak

  14. Air soft gun

  15. Hasil tembakau

  16. Minuman beralkohol

  17. Ethyl alkohol

  18. Minyak sawit dan turunannya

  19. Mineral dan barang tambang

  20. Pasir timah

  21. Pasir lainnya, tanah dan top soil

  22. Narkotika dan psikotropika

  23. Barang terlarang dan terbatas

  24. Barang bekas

  25. Produk hak kekayaan intelektual (HAKI)

  26. Uang tunai

  27. Barang lainnya




Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono mengatakan tren penyelundupan karena tingginya permintaan terhadap produk-produk tertentu yang seringkali merupakan produk terlarang, terbatas, atau perbedan harga yang cukup tinggi antara produk yang diimpor resmi dengan yang diselundupkan.

Selain itu, maraknya aksi penyelundupan didukung dengan menjamurnya pelabuhan-pelabuhan target penyelundupan atau yang biasa dikenal sebagai pelabuhan tikus di hampir seluruh wilayah pesisir di tanah air.


"Pelabuhan tikus ini nggak harus melulu harus tersembunyi. Ada yang begitu (tersembunyi) ada yang memang terbuka, seperti di Pelabuhan Tangkahan. Modelnya mereka membangun rumah di atas sungai (yang mengalir ke laut), nanti perahu mereka diamasukkan di bawah rumah mereka. Jadi transaksinya di bawah rumah mereka itu," ujarnya kemarin.


Indonesia merupakan wilayah yang kerap dijadikan kegiatan penyelundupan, namun aparat yang akan menindak para pelaku penyelundup tak mudah melakukannya.


"Jumlah mereka (penyelundup) bisa ribuan, karena seluruh perumahan di sana dibangun di pinggir sungai. Seperti di Dumai, Teluk Ribung, dan banyak lagi. Mereka juga hampir setiap rumah punya perahu. Kalau di sini semua rumah punya mobil di sana semua rumah punya perahu," tuturnya.


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Coba Saingi Singapura, Jakarta Great Sale Tawarkan Hadiah Mobil

Jakarta -Pelaksanaan pesta diskon belanja Festival Jakarta Great Sale (FJGS) akan berlangsung 1,5 bulan ke depan. Tak mau kalah dengan Great Singapore Sale (GSS), panitia FJGS juga menawarkan daya tarik bagi para calon pengunjung 75 mal di Jakarta yang ikut program FJGS.

"Uniknya Jakarta Great Sale, selain program belanja diskon, setiap pembelian minimal Rp 250 000 akan dapat 1 poin. Akan diundi dan mendapatkan hadiah mobil," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Handaka Santosa kepada detikFinance, Sabtu (7/6/2014)


Selain promo hadiah, disela-sela FJGS akan dihadirkan belanja malam hari dengan tawaran diskon yang lebih menggiurkan. Rencananya dari 75 mal yang ikut FJGS hanya beberapa mal yang menggelar program midnight sale.


"Untuk rayakan HUT Kota Jakarta, pada tanggak 21 dan 22 Juni akan serentak bersamaan diadakan "mid-nite" sale oleh sebanyak 15 mal," katanya.


Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2014 dimulai 7 Juni-19 Juli 2014 atau berlangsung 1,5 bulan. Pembukaan dilakukan di Emporium Pluit oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Diskon yang ditawarkan ada yang mencapai 70%, dengan rata-rata diskon hingga 50%.


"Sale akan berhasil apabila lebih banyak lagi produk merek yang ikut program sale, karena banyak alternatif pilihan," katanya.


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Data dan Fakta Penyelundupan Minyak ke Malaysia


http://us.images.detik.com/content/2014/06/07/1034/134414_kapaltangker.jpg ilustrasi

Jakarta - Produksi minyak Indonesia terus merosot, bahkan tahun ini hanya mampu mencapai maksimal 818.000 barel per hari. Dampaknya Indonesia harus impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang per bulan bisa mencapai Rp 23 triliun.

Ironisnya, di tengah merosotnya produksi minyak nasional masih ada yang tega menyelundupkan minyak mentah ke negara tetangga seperti Malaysia. Seperti yang terjadi pada 3 Juni 2014 lalu, Bea Cukai Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 60.000 metrik ton minyak mentah.


Pelakunya adalah nahkoda Kapal MT Jelita Bangsa, kapal yang digunakan adalah kapal yang disewa oleh PT Pertamina. Berikut data dan fakta upaya penyelundupan tersebut yang dihimpun detikFinance, Sabtu (7/6/2014).



readmore »»  

Kasus Penyelundupan BBM Subsidi Meningkat

Jakarta -Tim Satgas Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) telah menangkap satu truk berisi BBM subsidi dan tempat penampungan gudang di Pasirgadung Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Kasus ini hanya sebagian kecil dari temuan-temuan upaya penyelundupan BBM bersubsidi yang berhasil ditangkap, trennya pun terus meningkat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Satgas BPH Migas Karseno kepada detikFinance, Sabtu (7/6/2014)


"Tadi malam jam 11 kita menangkap satu truk dengan kapasitas bisa diisi 1,5 ton (1500 liter), lagi ngisi BBM subsidi jenis solar, mereka di setiap SPBU ngisi 200-300 liter, lalu kita tangkap dan kita temukan tempat penampungannya," katanya.


Karseno menjelaskan dalam kasus terbaru ini, sang penyelundup memanfaatkan truk yang di dalamnya ada tangki besar. Mereka mencoba mengelabui dengan memodifikasi kendaraan dengan menaruh asbes dan kain di atas truk.


Menurutnya kasus semacam ini kerap terjadi di seluruh Indonesia termasuk di Jabodetabek. Tahun 2012 BPH Migas menangkap 600 kasus upaya penyelundupan BBM subsidi, lalu tahun 2013 meningkat menjadi 945 kasus, tahun ini hingga April 2014 sudah ada 150 kasus.


"Memang trennya naik, setiap bulan hampir ada 50 kasus, yang nggak terungkap itu luar biasa lebih banyak. Saya perkirakan yang nggak ketangkap 3 kali lebih, jadi lebih banyak yang nggak ketangkap," katanya.


Ia mengatakan penyebab tren peningkatan upaya penyelundupan ini karena disparitas (perbedaan) harga antara BBM subsidi dan non subsidi seperti solar yang sangat tinggi, kondisi ini bisa menjadi peluang bisnis bagi orang-orang yang tak bertanggung jawab, dan pasar dari BBM subsidi selundupan sangat banyak termasuk industri, pertambangan, dan perkebunan. Selain itu, ia menduga para petugas di SPBU pura-pura tak tahu soal praktik terlarang ini.


"Berkeliling membeli BBM subsidi ke SPBU-SPBU dengan kendaraan itu modus lama, ada yang pakai truk, ada yang pakai mobil solar di sisi penuh dengan tangki dimodifikasi," katanya.


Ia menambahkan beberapa kasus misalnya di Batam, Kepulauan Riau, kendaraan taksi dipakai untuk mengisi BBM subsidi untuk tujuan menimbun.


"Konsumen BBM subsidi selundupan kalau di Jakarta itu konsumennya industri seperti alat berat, kalau di daerah itu konsumennya perusahaan tambang dan perkebunan," katanya.


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Cerita Proyek Jalan Layang Rp 130 Miliar yang Molor Ditolak Warga

Jakarta -Indonesia sangat membutuhkan banyak pembangunan infrastruktur termasuk penambahan jalan dan lainnya. Namun pembangunan infrastruktur selain terkendala pendanaan juga kerap terhambat persoalan sosial.

Sebut saja proyek PLTU Batang Jawa Tengah 2000 MW senilai Rp 36 triliun yang sudah bertahun-tahun molor terkendal sosial. Bahkan proyek-proyek skala kecil seperti pembangunan jalan layang (flyover) yang relatif sedikit membutuhkan pembebasan lahan juga terkendala.


Misalnya proyek flyover simpang Gaplek di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Proyek senilai Rp 130 miliar ini sudah direncanakan beberapa tahun lalu, namun nyaris tak ada perkembangan alias jalan di tempat.


Kepala Balai Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hartadi kepada detikFinance pekan ini, mengatakan proyek flyover gaplek terkendala faktor sosial dan pembebasan lahan. Padahal hampir setiap tahun sejak 2012, kementerian pekerjaan umum mengalokasikan proyek ini, meski pada akhirnya alokasi dananya hangus tak terpakai karena belum tuntasnya permasalahan lahan.


"Wali Kota Tangsel Bu Airin janji bebasin tanah, sampai sekarang tanah itu nggak bebas-bebas, ribut terus. Saya sudah 3 tahun mengalokasikan dana untuk fisik hangus terus. Sekarang pun terancam hangus," kata Bambang.


Bambang mengatakan masyarakat sekitar proyek dan pelaku usaha di sana menolak pembanguna flyover. Mereka menghendaki dibangun underpass daripada flyover.


"Prosesnya itu tersendat. Di sana ada provokator, ada rumah sakit dia itu istilahnya terusik dengan adanya flyover gaplek itu dia memprovokasi supaya yang lainnya nggak mau terima. Dia menginginkan kenapa sih mesti flyover kenapa nggak underpass," katanya.Next


(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Selain Diskon, Ini Jurus Great Singapore Sale Tarik Penggila Belanja

Jakarta -Sebagai ajang pesta belanja tahunan skala global, Great Singapore Sale (GSS) menawarkan berbagai promosi, hadiah harian, dan kejutan-kejutan.

Ajang ini juga dimanfaatkan oleh perusahaan kartu kredit seperti MasterCard. MasterCard menjadi kartu pembayaran resmi Great Singapore Sale yang digelar 30 Mei hingga 27 Juli 2014 .


General Manager MasterCard Singapura Julienne Loh mengungkapkan para pemegang kartu MasterCard berkesempatan untuk menikmati GSS dalam cara yang lebih menarik. Selain potongan harga khusus, para konsumen juga bisa mendapatkan kejutan priceless yang menarik saat mereka berbelanja menggunakan kartu MasterCard melalui mesin MasterCard Priceless Surprises.


Ia menuturkan konsumen dapat berbelanja kebutuhan fashion, jam, perhiasan, furnitur, elektronika, mainan anak-anak dan masih banyak lainnya. Lalu juga ada penawaran kuliner, perawatan tubuh dan pijat tradisional.


"Belum lagi kesempatan mengeksplorasi berbagai pilihan wisata unik di Singapura, seperti jalan-jalan di Chinatown, kunjungan ke tempat pembuatan Tiger beer, petualangan Moonlight dengan penawaran harga khusus," kata Julienne dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/6/2014)


Berikut beberapa daya tarik GSS:


Hadiah Harian GSS 2014Next


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»