Jika Memungkinkan, Jokowi Akan Renegosiasi Kontrak-kontrak Karya

Jakarta -Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo mengatakan, renegosiasi kontrak karya dimungkinkan jika ada peluang. Jika tidak bisa dilakukan renegosiasi, maka kontrak harus dihormati.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi menanggapi pertanyaan dari calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, yang menanyakan apa yang akan dilakukan Jokowi jika ada kontrak karya jangka panjang yang merugikan negara dan rakyat Indonesia. Apakah akan dilanjutkan, atau ada peluang renegosiasi?


"Kalau kontraknya sudah kita buka, ada peluang untuk merenegosiasi, saya kira akan segera kita lakukan itu. Kalau tidak bisa, ada klausul di situ tidak bisa, kita harus hormati," kata Jokowi di acara debat capres di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Minggu (15/6/2014).


Jokowi menambahkan, kontrak karya tersebut bisa saja diambil alih oleh negara melalui BUMN. Dengan catatan ada kemampuan dari BUMN.


"Kalau menguntungkan tentu akan kita ambil. Apakah yang akan ambil itu BUMN, atau kerjasama," tuturnya.


Yang terpenting menurut Jokowi adalah awal sebelum melakukan kontrak karya. Sebelum memulai kontrak, harus dilakukan perhitungan secara detil agar nantinya kecil kemungkinan kontrak tersebut akan merugikan Indonesia.


"Yang penting setiap kontrak di depan harus diperkirakan secara detil, jangan sampai dirugikan. Yang namanya royalti, minerba harus jangan merugikan negara dan rakyat. Kontrak yang akan habis tetap harus dihitung mulai dari sekarang, apakah diambil, dikerjasamakan, dibeli oleh BUMN," paparnya.


(zul/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Jokowi: Harus Ada Hambatan Buat Bank Asing Agar Tak Mudah Masuk RI

Jakarta -Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai perlunya semacam hambatan untuk perbankan asing untuk masuk ke dalam negeri. Ini dilakukan untuk melindungi perbankan dan pasar dalam negeri.

"Pemerintah harus membuat regulasi yang memberikan barrier, agar tidak gampang masuk ke Indonesia. Perbankan misalnya, Bank Indonesia (BI) sudah punya regulasi yang bisa memberikan barrier untuk perbankan luar negeri," ungkapnya menjawab pertanyaan Prabowo Subianto dalam debat capres di Hotel Gran Melia di Jakarta, Minggu (15/6/2014).


Selain itu, lanjut Jokowi, penting pula untuk memperjuangkan asas kesetaraan (resiprokal) di bidang perbankan. Selama ini, bank-bank dari Indonesia sangat sulit membuka kantor cabang di negara tetangga. Sanbgat berbeda dengan bank asing yang bisa dengan relatif mudah beroperasi di Indonesia.


"Saya mendengar langsung dari perbankan yang mengeluhkan bangun kantor cabang di negara tetangga itu sangat sulit. Tapi mereka di sini gampang sekali," ujarnya.


Maka dari itu, tambah Jokowi, harus ada hambatan secara tertutup yang dibuat oleh pemerintah dan bekerjasama dengan BI. "Hambatan itu harus ada. Kita boleh terbuka, tapi ada yang dilakukan secara tertutup. Itu harus dibangun. Yang utama adalah melindungi ekonomi kita," terangnya.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Penyebab Defisit APBN dan Neraca Perdagangan Versi Prabowo

Jakarta -Calon Presiden Prabowo Subianto menilai defisit neraca perdagangan dan anggaran negara yang terjadi saat ini disebabkan bocornya kekayaan negara ke luar negeri.

"Terjadinya defisit perdagangan dan anggaran justru yang saya sebut tadi itu karena kekayaan negara bocor keluar negeri. Esensinya itu," tegasnya menjawab pertanyaan dari Joko Widodo dalam debat capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).


Salah satu kebocoran terlihat pada sektor minyak. Kekayaan minyak yang sangat besar, seharusnya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk konsumsi di dalam negeri.


"Kenapa keluar? Kita punya persediaan crude oil, tapi karena kebocoran, kita tambah impor. Harga minyak dunia naik, jadi beban impor sangat tinggi," katanya.


Begitu pun dengan kondisi pada defisit anggaran. Tingginya kebutuhan belanja tanpa ada pencegahan kebocoran anggaran membuat defisit terus berlanjut.


"Kebutuhan-kebutuhan kita, janji para pemimpin, seperti kartu ini dan kartu itu. Itu ada anggaran kan ujung-ujungnya dari APBN. Itu tidak jatuh dari langit," jelasnya.


Oleh karena itu, perlu keberanian dari pemerintah untuk menutup kebocoran tersebut. "Harus ada pemerintah yang berani menutup kebocoran tersebut. Hingga negara macan Asia kembali," tegas Prabowo.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Untuk Kurangi Kemiskinan, Prabowo Andalkan Pertanian

Jakarta -Prabowo Subianto, bila terpilih menjadi presiden berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan. Strategi awal pemerintahannya akan dimulai dari pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.

"Jadi kemiskinan dan pengangguran ini adalah sasaran pembangunan ekonomi kami. Strategi kami mengandalkan atau memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian dahulu," ungkap Prabowo dalam debat calon presiden di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).


"Sektor pertanian bisa menyerap tenaga kerja yang banyak dalam waktu yang singkat dan bisa menghasilkan waktu yang singkat pula. Padi, jagung, dan kita punya benih unggul lainnya," tegasnya.


Dalam 1 hektar sawah, menurut Prabowo, mampu untuk menampung 6 orang pekerja. Bahkan untuk beberapa daerah, seperti Sulawasi Utara, 1 hektar sawah mampu untuk menyerap 12 pekerja.


"Bayangkan, kita masih punya 77 juta hektar lahan yang sudah rusak. Nantinya sebagian hutan itu akan diubah menjadi lahan produksi sawah baru. Sebesar 2 hektar baru untuk sawah dan 2 juta hektar untuk bioetanol. Ada 24 juta orang bekerja," terangnya.


Ia menegaskan hal tersebut akan membuat orang yang selama ini tidak bekerja, bisa mendapatkan penghasilan. "Orang tidak punya apa-apa itu nanti bisa punya penghasilan. Dengan dorongan ekonomi yang pesat dan tinggi ini akan mengurangi pengangguran dan upah akan bisa kita naikkan," pungkasnya.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Prabowo Janji Cegah Kebocoran Kekayaan Negara Rp 1.000 Triliun per Tahun

Jakarta -Calon presiden Prabowo Subianto memaparkan program ekonominya dalam 5 tahun ke depan. Capres dengan nomor urut 1 ini mengangkat upaya mencegah kebocoran kekayaan negara dan pengutamaan program ekonomi kerakyatan.

Pencegahan kebocoran penerimaan menjadi penting setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menyebutkan dana sebesar Rp 7.200 triliun telah hilang setiap tahunnya.


"Tahun lalu, ketua KPK menyebutkan kebocoran dan kehilangan kekayaan negara 1 tahun sebesar Rp 7.200 triliun. Tim pakar kami menggunakan angka Rp 1.000 triliun, itu sudah fantastis," kata Prabowo dalam ajang debat capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).


Prabowo berjanji akan meminimalkan bahkan meniadakan kehilangan kekayaan negara tersebut. "Ini adalah sasaran kami. Kami akan menutup, menghemat, memangkas, dan mengalihkan ke pembangunan ekonomi kerakyatan," tegasnya.


Bila kebocoran tersebut sudah tertutupi, maka dananya bisa dialihkan untuk banyak program. Prabowo telah menyiapkan beberapa program unggulan.


"Kita ingin alirkan dana dari ibu kota ke desa. Saya telah menandatangani manakala saya terpilih sebagai presiden, saya akan alokasikan Rp 1 miliar minimal untuk tiap desa dan kelurahan," katanya.


Prabowo juga berjanji membangun sejumlah infrastruktur seperti 3.000 km jalan raya, 4.000 rel kereta api, 8 pelabuhan, bank pertanian, dan lembaga tabung haji. Selain itu, Prabowo pun punya program mencetak 2 juta hektar lahan pertanian.


Dengan seluruh program tersebut, Prabowo menargetkan pendapatan masyarakat Indonesia rata-rata meningkat 2,5 kali lipat dari sekarang menjadi Rp 6 juta per bulan di penghujung pemerintahannya.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pembangunan SDM Sampai Infrastruktur, Ini Janji Jokowi di Bidang Ekonomi

Jakarta -Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo memaparkan visi dan misinya dalam bidang pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial dalam ajang debat capres, malam ini (15/6/2014). Inti dari visi dan misi ekonomi Jokowi adalah perbaikan sumber daya manusia.

Jokowi mengawali pidato pembukaan visi dan misi dengan menyebut beberapa orang sebagai wakil masayarakat yang mengharapkan ekonomi yang lebih baik di Indonesia. "Mereka berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh jauh lebih baik," kata Jokowi dalam debat capres di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, (15/6/2014).


Jokowi mengatakan, pembangunan ekonomi suatu negara baginya adalah membangun sumber daya manusia yang lebih baik. Dia berjanji akan memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan dengan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.


"Karena dengan pembangunan manusia itu kita akan menjadi manusia produktif. Karena kalau produktivitas kita meningkat, kita akan punya daya saing," tambah Jokowi.


Kemudian, Jokowi berjanji akan menjunjung pemerataan ekonomi. "Itulah ekonomi berdikari. Percuma ekonomi baik kalau tidak ada pemerataan," tegasnya.


Selain itu, pembangunan koperasi, UMKM, pasar tradisional, ekonomi maritim dan industrinya, pembangunan yang dimulai dari daerah, serta pembangunan infrastruktur akan menjadi perhatian Jokowi dalam pembangunan ekonomi.


"Ini yang kami maksud kebaikan yang membuat rakyat semakin sejahtera, agar ekonomi Indonesia akan lebih baik dan berdikari," paparnya.


(zul/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Selain Kurma, Ini Buah-buahan yang Banyak Diminati Saat Puasa-Lebaran

Jakarta -Selain kurma, ada beberapa jenis buah-buahan yang konsumsinya akan meningkat pada Ramadhan hingga Idul Fitri. Di antaranya adalah timun suri, blewah, dan kelapa muda. Buah-buahan ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu kandungan air yang banyak, menyegarkan, dan merupakan makanan tradisional.

"Timun suri, blewah, kelapa muda kalau permintaannya itu banyak. Buah-buahan ini sering disebut sebagai hot item," kata Ketua Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (Assibisindo) Kafi Kurnia kepada detikFinance, Minggu (15/6/2014).


Pasokan ketiga jenis buah tersebut biasanya dapat tercukupi dari dalam negeri. Namun, saat memasuki bulan puasa, jalur impor akan menjadi alternatif untuk pemenuhan kebutuhan yang cukup tinggi.


Namun, kesulitannya adalah tidak banyak negara yang memproduksi ketiga buah ini. Apalagi musim panennya tidak lagi sama, akibat gangguan iklim yang menganggu masa panen. "Jadi sekarang bulan Juni itu terus terang itu tidak ada musim buah yang menonjol," ujar Kafi.


Buah lain yang juga diperkirakan konsumsinya naik adalah jeruk. Selain karena faktor bulan puasa, jeruk juga dinimati karena musim hujan yang masih melanda sebagian wilayah di Indonesia.


"Sekarang pancaroba, masih panas dan hujan juga. Jadi banyak yang sakit, terutama flu dan radang tenggorokan. Orang Indonesia kalau ditanya buah yang layak dikonsumsi saat flu adalah jeruk dan buah yang mengandung vitamin C lainnya," papar Kafi.


Jeruk yang tidak lagi dalam masa panen di dalam negeri, tentunya harus dipasok melalui importasi. Negara yang tengah panen jeruk saat ini adalah Australia dan Amerika Serikat. "Musim jeruk itu cuma ada di Australia dan California," tutur Kafi.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»