Pencipta Mobil Listrik Indonesia: Kita Belum Terlambat

Jakarta -Indonesia masih punya peluang yang sama dengan produsen otomitif dunia di dalam pengembangan mobil listrik. Saat ini, pencipta mobil listrik Indonesia tengah mengembangkan berbagai purwarupa mobil listrik meski minim dukungan pemerintah.

"Kita belum terlambat, kita harus bergerak terus jangan sampai berhenti," kata pencipta mobil listrik RI, Dasep Ahmadi kepada detikFinance, Sabtu (28/6/2014).


Memang mobil listrik yang ramah lingkungan belum dilirik namun dalam waktu 10-20 tahun mendatang akan berkembang pesat. Saat itu, jalanan dunia bakal diramaikan oleh mobil listrik.


"Mobil listrik punya banyak keunggulan maka kita rugi sendiri kalau sekarang kita nggak mendukung karena subsidi membengkak, polusi makin banyak perkotaan," jelasnya.


Selain ada mobil listrik, teknologi tersebut bisa diadopsi untuk pengembangan bus listrik. Hal tersebut yang dilakukan Dasep. Pria yang memiliki pabrik mobil listrik di Depok tersebut tengah mengembangkan bus listrik untuk keperluan angkutan umum perkotaan.


"Bus listrik untuk perkotaan bisa kurangi kemacetan dan arah ramah lingkungan," katanya.


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bisnis Keranjang Parcel Ikut Kecipratan Rezeki Ramadan

Jakarta -Momentum Ramadan dan Hari Raya Lebaran menjadi peluang bisnis bagi banyak orang. Salah satunya yang banyak dipilih adalah bisnis keranjang parcel.

"Keranjang parcel ya, bukan parcelnya. Jadi kita ada juga jual keranjangnya aja," tutur Samsul, Salah seorang pedagang buah kepada detikFinance saat ditemu di depan kiosnya di Jalan Barito, Jakarta, Selatan, sabtu (28/6/2014).


Saat ini, lanjut Samsul, keranjang-keranjang itu memang belum banyak dijajakan. "Biasanya kalau sudah dekat lebaran. Ada saja peminatnya. Malah banyak. Biasanya mereka dagang di seberang jalan. Kalau sekarang belum ada karena dari pemda belum boleh buka," tambhnya.


Biasanya, untuk 1 keranjang parcel dirinya menjual dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. "Tergantung ukuran dan modelnya. Kita ambil dari perajin, biasanya kalau keranjangnya udah banyak yang minta dari sebelum puasa," tuturnya.


Sayang, Samsul enggan membeberkan berpa pendapatan yang diperolehnya dari penjualan keranjang ini, namun dirinya mengaku tidak pernah mengalami kendala dalam hal penjualan.


"Aduh, berapa banyak yang terjual kita tidak hitung. Tapi kalau dari modal, sudah lebih. Lumayan lebihnya. Karena kan orang banyak yang minat, misalnya dia sudah punya kuenya atau sudah punya barang yang mau dibuat parcel, nah dia tinggal beli keranjang dan bungkus sendiri. Jadi tidak susah jualnya," pungkas dia.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Dia Bisnis yang Moncer Jelang Lebaran

Jakarta -Menjelang hari Raya Lebaran, permintaan akan bingkisan meningkat. Tradisi ini menjadi sumber rezeki bagi pelaku industri bingkisan seperti parcel karena banyak dari masyarakat yang menggunankan parcel sebagai buah tangan untuk diberikan saat berkunjung ke relasi, keluarga maupun sahabat.

detikFinance pun menyempatkan berkunjung ke Jalan Barito, Jakarta Selatan. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat parsel buah murah di Jakarta.


Salah satu kios parcel buah di Jalan Barito, Jakarta Selatan bernama 'Kios Buah Bu Marmi' biasa menjual hingga 500 parcel setiap lebaran. Pemilik kios itu, Sulis, mengaku pembelinya terdiri dari perorangan dan perusahaan-perusahaan sekitar.


"Kalau puasa sampai lebaran bisanya 500 parcel keluar. Dari tahun-ke tahun kurang lebih segitu. Banyak yang beli dari perusahaan, yang eceran juga ada satu dua. Tapi lebih banyak yang dari perusahaan," kata Sulis kepada detikFinance di kiosnya, Sabtu (28/


Selain parcel buah, menjelang Lebaran, diakui Sulis dirinya juga menjual berbagai parcel dalam bentuk lain. "Kita tidak cuma jual parcel buah, ada juga parcel keramik, sama yang banyak laku itu parcel kue," kata dia.


Harga parcel buah yang Sulis jual berkisar Rp 30-200 ribu, sementara parcel kue Rp 250-600 ribu. "Tapi sekarang belom ada karena masih awal. Biasanya seminggu lebaran baru kita bawa. Yang minta juga biasanya tunggu deket lebaran, pesennya emang jauh hari tapi minta kirimnya 5 hari sebelum hari H," tutur dia.


Diakui Sulis, parcel-parcel tersebut dibuat sendiri oleh Sulis tak jauh dari kiosnya. Bahan-bahan parcel buah, Menik ambil dari kios. Sementara parcel kue, ia membeli terlebih dahulu di pasar swalayan. Dalam membeli kue-kue dalam kemasan, Menik pun tak lupa memperhatikan tanggal kadaluarsanya.


Dari hasil penjualan selam bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran ini, dirinya bisa mengantongi uang hingga Rp 125 juta. Angka yang tidak sedikit.


"Tapi kan nanti harus potong buat belanja buah lagi. Tapi memang luayan kalau puasa lebaran dapatnya (hasil penjualannya)," pungkas dia.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Harapan Pencipta Mobil Listrik RI ke Jokowi dan Prabowo

Jakarta -Tenaga ahli atau insinyur Indonesia saat ini sedang mengembangkan mobil listrik. Para ahli mobil listrik RI pun menaruh harapan besar kepada calon presiden (capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Pencipta mobil listrik asal kota Depok, Dasep Ahmadi menyebut pengembangan mobil listrik sangat penting di masa yang akan datang karena mobil listrik akan menjadi solusi pengganti kendaraan yang memakai BBM di masa yang akan mendatang.


"Kalau kita sih yakin masih bagus karena dengan kendaraan listrik terus ada hybrid, kendaraan bio solar. Namanya kendaraan ramah lingkungan semuanya harus jalan jadi selama itu mengurangi penggunaan fosil fuel," kata Dasep kepada detikFinance, Sabtu (28/6/2014).


Jika pemerintahan terbaru tidak memperhatikan mobil, ia menyebut ini akan menjadi mimpi buruk. Pasalnya konsumsi BBM akan terus membengkak jika tidak alternatif kendaraaan ramah lingkungan dan hemat energi.


"Kita harus bergerak terus jangan sampai berhenti kalau pemerintahan mendatang nggak ada komitmen bahaya. Saya harapkan capres punya komitmen," sebutnya.


Dasep menuturkan selama ini dukungan pemerintahan belum optimal. Akibatnya perkembangan mobil listrik belum sampai memasuki uji sertifikasi.


"Dukungan regulasi menurut saya belum ada yang kongkrit," jelasnya.


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pengusaha Parcel Bersiap Hadapi Lebaran

Jakarta -Tanpa terasa kita sudah memasuki awal bulan Ramadan 1434 H. Seperti telah menjadi sebuah tradisi kesempatan ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi keluarga, sahabat mau pun rekan bisnis.

Tradisi ini menjadi sumber rezeki bagi pelaku industri bingkisan seperti parcel karena banyak dari masyarakat yang menggunankan parcel sebagai buah tangan untuk diberikan saat berkunjung ke relasi, keluarga maupun sahabat.


detikFinance pun menyempatkan berkunjung ke Jalan Barito, Jakarta Selatan. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat parcel buah murah di Jakarta.


Terletak di dekat taman Ayodya, Jakarta Selatan, lokasi ini memang cukup strategis karena selalu dilintasi berbagai kendaraan, masyarakat yang melintas akan mendapati deretan penjual parcel dengan beragam pilihan bentuk dan harga yang bisa disesuaikan dengan dompet.‬


Di antara jejeran penjaja buah tersebut ada 'Kios Buah Bu Marmi' di Jl. Barito 1 No.6 milik Sulis. Sayangnya di hari pertama bulan Ramadan sendiri, dirinya mengaku belum berencana menambah stok dagangannya.


Menurutnya, dari pengalaman tahun sebelumnya, di hari-hari pertama puasa permintaan parcel buah tidak terlalu signifikan sehingga belum dirasa perlu untuk menambah stok barang.


"Kalau sekarang belum banyak. Nanti, seminggu puasa, baru mulai ramai. Biasanya dari perusahaan-perusahaan sekitar yang pesan," kata Sulis kepada detikFinance, Sabtu (28/6/2014).Next


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pemerintah Larang Tarif Kereta Ekonomi Naik, Ini Respons KAI

Jakarta -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melarang rencana kenaikan tarif kereta ekonomi usulan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Apa respons KAI atas putusan Kemenhub itu?

Kepala Humas KAI Sugeng Priyono menerangkan perseroan akan mempelajari keputusan Kemenhub. “Kita akan pelajari dulu keputusannya,” kata Sugeng kepada detikFinance Sabtu (28/6/2014).


Sebelumnya Kemenhub meminta KAI menangguhkan rencana kenaikan tarif kereta api 1 September 2014. Pemerintah masih mengusahakan tidak ada pemotongan public service obligation (PSO) tahun ini.


"Jadi kita melarang KAI naikkan tarif. Kita sudah menyurati KAI supaya tidak melakukan perubahan tarif sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan.


Hanggoro menyebut untuk menaikkan tarif kelas ekonomi, seharusnya KAI telebih dahulu meminta izin dan berkonsultasi dengan regulator.


"Kita tidak boleh terus gegabah mengumumkan kenaikan tarif sebelum ada keputusan yang jelas," tegasnya.


Tarif KA kelas ekonomi selama ini ditetapkan pemerintah supaya lebih rendah dari pada tarif normal, caranya dengan ditanggung pemerintah melalui PSO.Next


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kemenhub Minta KAI Batalkan Kenaikan Tarif Kereta Api

Jakarta -Kementerian Perhubungan meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menangguhkan rencana kenaikan tarif kereta api 1 September 2014. Pemerintah masih mengusahakan tidak ada pemotongan public service obligation (PSO) tahun ini.

"Jadi kita melarang KAI naikkan tarif. Kita sudah menyurati KAI supaya tidak melakukan perubahan tarif sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan kepada detikFinance, Sabtu (28/6/2014).


Tarif KA kelas ekonomi selama ini ditetapkan pemerintah supaya lebih rendah dari pada tarif normal, caranya dengan ditanggung pemerintah melalui PSO.


Pada tahun 2014 Pemerintah telah mengganggarkan PSO Kereta Api dalam APBN 2014 sebesar Rp 1,2 triliun dengan alokasi sebesar Rp 352 miliar untuk pembayaran atas kenaikan BBM pada tahun 2013 dan besaran PSO tahun 2014 sebesar Rp 871 miliar.


Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan PSO tahun 2013, Pemerintah mengembalikan ke kas negara sebesar Rp 22 miliar. Atas dasar tersebut, alokasi anggaran sebesar Rp 352 miliar diharapkan dapat dialokasikan kembali untuk PSO tahun 2014.


KAI sendiri sudah berniat menaikkan tarif atas berkurangnya PSO tahun 2014 tersebut. Daftar lengkapnya ada di sini.


Rencana kenaikan yang dilakukan KAI itu ditindaklanjuti dengan diselenggarakannya rapat koordinasi yang dihadiri oleh Direktur Anggaran III DJA, Direktur Penyusunan APBN, Ditjen Perkeretaapian, dan Perwakilan Direksi KAI pada Selasa 25 Juni 2014 bertempat di Ditjen Anggaran.


Berdasarkan hasil rapat tersebut, Pemerintah menyampaikan kepada Direktur PT KAI (Persero) untuk tetap memberlakukan Tarif KA Ekonomi PSO sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2014 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Kelas Ekonomi, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.


Sebelumnya, KAI sudah mengambil sikap menaikkan tarif kereta api (KA) ekonomi jarak menengah dan jauh mulai 1 September 2014. Ini karena dana alokasi subsidi berkurang dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 871 miliar.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»