'Sajikan' Ekor Tikus dalam Burger, McDonald's Didenda Rp 36 Juta

Temuco (Cile) -Raksasa perusahaan makanan cepat saji McDonald's harus membayar denda atas kasus penjualan burger yang ternyata ada ekor tikus di dalamnya. Kasus ini terjadi pada 2012, dan pengadilan kota Temuco di Cile akhirnya menyatakan McDonald's bersalah.

Dikutip dari AFP, Minggu (29/6/2014), pengadilan Temuco memerintahkan McDonald's membayar denda senilai 2 juta peso atau sekitar Rp 36 juta atas insiden yang terjadi pada 2012 tersebut. McDonald's juga diwajibkan membayar denda tambahan, tetapi jumlahnya tidak disebutkan.


Denda ini ditetapkan karena McDonald's dinilai lalai dalam menjaga kualitas pelayanan, sebut pengadilan Temuco. Dalam tuntutan dinyatakan bahwa perusahaan mengabaikan pengawasan kualitas.


Atas insiden ini, otoritas kesehatan menutup sementara gerai McDonald's di Temuco. Kota ini berjarak sekitar 700 km di sebelah selatan ibu kota Cile, Santiago.


(hds/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Carrefour Jual Daging Rp 69.900/Kg Sambut Ramadan

Jakarta -Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Trans Retail Indonesia menggelar program penjualan harga kusus untuk sejumlah produk sembako seperti sirup dan daging sapi.

Corporate Affairs Director Trans Retail RM Adji Srihandoyo mengatakan, acara yang digelar dalam 2 hari yakni tanggal 28 dan 29 Juni 2014 ini berlangsung serentak di 86 jaringan toko Carrefour dan Transmart Carrefour di seluruh Indonesia.


"Ini kita gelar di seluruh store kita. Kita punya 86 store kan, itu semua serentak. Yang kita tawarkan khusus harganya. Itu khususnya untuk daging dan sirup," ujar Adji kepada detikFinance, Sabtu (28/6/2014).


Adji mengatakan, program ini sendiri diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyediakan produk yang berkelanjutan dengan harga yang wajar.


"Kan kemarin kan Pak Menko Perekonomian (Chairul Tanjung) sudah mengadakan kunjungan pasar buat melihat harga dan persediaan menjelang ramadan, khususnya untuk daging. Ketersediaan daging kami mudah-mudahan akan turut berperan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Adji.


Selain sirup dan daging, Adji mengatakan pihaknya juga memastikan ketersediaan produk lainnya dengan harga yang kompetitif seperti Beras, Gula, Minyak Goreng dan Mie Instan.


"Kami mengupayakan agar kebutuhan makanan yang mendasar menjelang puasa, ramadan bahkan lebaran nanti bisa memadai. Store-store kami akan mengawal ketersediaan termasuk dalam hal harga yang tetap terkendali," kata Adji.


Untuk daging sapi, Adji menyebut, store Carrefour dan Transmart Carrefour menjualnya dengan harga Rp 6.990/ per 100 gram sementara untuk sirup dijual dengan harga Rp 9.900 per botol.


Namun demikian, ada ketentuan yang harus dipenuhi agar pelanggan mendapatkan harga kusus tersebut. Contohnya seperti untuk produk sirup, pelanggan perlu belanja minimal Rp 300.000 untuk dapat membeli sirup dengan harga khusus tersebut.


"Ini untuk melindungi pelanggan. Jadi pelanggan yang bener-bener tujuannya ingin belanja, bisa dapat barang itu. Jangan sampai, mereka datang cuma ingin beli sirupnya saja terus dijual lagi, kasihan yang bener-bener ingin belanja malah tidak kebagian," tutur dia.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Masyarakat Transportasi: KA Ekonomi Jarak Jauh Tak Perlu Subsidi

Jakarta -Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan juga pengamat perkeretaapian Djoko Setijowarno menilai kereta ekonomi jarak jauh sudah tidak perlu lagi memperoleh subsidi tarif. Djoko beralasan pengguna kereta ekonomi jarak merupakan penumpang yang tidak melakukan perjalanan setiap hari.

"Kereta ekonomi jarak jauh nggak perlu disubsidi lagi karena yang berpergian paling seminggu sekali," kata Djoko kepada detikFinance, Sabtu (28/6/2014).


Djoko menerangkan alokasi subsidi angkutan kereta ekonomi jarak jauh sebaiknya dialihkan untuk angkutan perkotaan seperti kereta commuter hingga angkutan bus. Dengan subsidi tersebut, beban biaya transportasi masyarakat perkotaan Indonesia bisa ditekan layaknya negara maju.


"Sebaiknya yang disubsidi adalah angkutan perkotaan baik itu kereta atau bus. Karena itu dipakai setiap hari," sebutnya.


Djoko menerangkan subsidi untuk angkutan perkotaan umum dilakukan di negara maju. Dengan subsidi membuat moda transportasi bisa berkembang pesat namun murah. Djoko menyebut rata-rata pengeluaran biaya transportasi masyarakat dunia sebesar 10% dari pendapatan, bahkan di Singapura mencapai 3% dari total pendapatan. Sedangkan di Jakarta sebesar 30% dari pendapatan dipakai untuk biaya transportasi.


"Naik kereta murah tapi dari rumah ke stasiun terus dari stasiun ke tempat kerja. itu lebih mahal daripada naik kereta. Karena harus naik ojek hingga bajaj," sebutnya.


Terkait dengan subsidi kereta ekonomi jarak jauh, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator jika dipaksa memberi subsidi maka nasibnya bisa seperti angkutan di daerah-daerah. Karena beban terus meningkat namun tidak memperoleh restu kenaikan tarif bahkan subsidi berkurang, akibatnya operator sangat tertekan.


"Kalau matinya operator kayak angkot. Dia di daerah-daerah mati karena subsidi penumpang bukannya pemerintah yang subsidi," tegasnya.


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pedagang Bunga Pemakaman Dapat Tambahan Rezeki Jelang Puasa

Jakarta -Bulan puasa sering dijadikan sebagai momentum bagi sebagian orang untuk mencari tambahan rezeki. Rezeki juga bisa diraup bahkan sebelum bulan suci umat islam ini datang.

Salah satunya adalah bisnis bunga untuk taburan pemakaman yang juga mendulang berkah dari datanganya bulan ibadah sekali setahun ini.


Abdul Hamid, salah satu pedagang di pelataran makam Barito, Jakarta Selatan yang sempat ditemui detikFinance menyebutkan, usaha ini biasa dilakoninya pada 15 hari sebelum pelasanaan ibadah puasa.


"Ini 15 hari sebelum puasa kita gelar. Banyak yang ziarah kubur. Tradisinya kan gitu, jadi kita manfaatkan buat cari tambahan," kata Hamid.


Hamid yang mengaku sehari-hari berprofesi sebagai penambal ban ini cukup tertolong dengan adanya momentum musiman ini.


"Ini memang tidak setiap hari dagang begini. Biasanya mah jadi tambal ban saja. Tapi kalau ini, ya namanya musiman, buat tambahan saja," tuturnya.


Untuk satu kantong kecil berisi kelopak bunga, dirinya menjual dengan harga Rp 5.000. Sementara, dalam 1 hari dia mengatakan bisa menjual hungga 25 plastik. Artinya dirinya bisa mengantongi Rp 125000 dalam 1 hari.


"Malah, kalau rame itu bisa jual 2 plastik gede. Itu bisa buat 50 kantong plastik kecil. Jadi lumayan juga dapetnya," kata dia.


Dirinya menambahkan, memntum ini akan kembali datang pada hari pelaksanaan Lebaran. Pada hari itu, bahkan pengujung makan akan bertambah lebih banyak lagi.


"Selama puasa kita gak dagang, nanti dagang lagi pas Lebaran. Ada 3 hari lah, kita dagang lagi. Biasanya hari kedua lebaran yang paling ramai," pungkas dia.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pencipta Mobil Listrik Indonesia: Kita Belum Terlambat

Jakarta -Indonesia masih punya peluang yang sama dengan produsen otomitif dunia di dalam pengembangan mobil listrik. Saat ini, pencipta mobil listrik Indonesia tengah mengembangkan berbagai purwarupa mobil listrik meski minim dukungan pemerintah.

"Kita belum terlambat, kita harus bergerak terus jangan sampai berhenti," kata pencipta mobil listrik RI, Dasep Ahmadi kepada detikFinance, Sabtu (28/6/2014).


Memang mobil listrik yang ramah lingkungan belum dilirik namun dalam waktu 10-20 tahun mendatang akan berkembang pesat. Saat itu, jalanan dunia bakal diramaikan oleh mobil listrik.


"Mobil listrik punya banyak keunggulan maka kita rugi sendiri kalau sekarang kita nggak mendukung karena subsidi membengkak, polusi makin banyak perkotaan," jelasnya.


Selain ada mobil listrik, teknologi tersebut bisa diadopsi untuk pengembangan bus listrik. Hal tersebut yang dilakukan Dasep. Pria yang memiliki pabrik mobil listrik di Depok tersebut tengah mengembangkan bus listrik untuk keperluan angkutan umum perkotaan.


"Bus listrik untuk perkotaan bisa kurangi kemacetan dan arah ramah lingkungan," katanya.


(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bisnis Keranjang Parcel Ikut Kecipratan Rezeki Ramadan

Jakarta -Momentum Ramadan dan Hari Raya Lebaran menjadi peluang bisnis bagi banyak orang. Salah satunya yang banyak dipilih adalah bisnis keranjang parcel.

"Keranjang parcel ya, bukan parcelnya. Jadi kita ada juga jual keranjangnya aja," tutur Samsul, Salah seorang pedagang buah kepada detikFinance saat ditemu di depan kiosnya di Jalan Barito, Jakarta, Selatan, sabtu (28/6/2014).


Saat ini, lanjut Samsul, keranjang-keranjang itu memang belum banyak dijajakan. "Biasanya kalau sudah dekat lebaran. Ada saja peminatnya. Malah banyak. Biasanya mereka dagang di seberang jalan. Kalau sekarang belum ada karena dari pemda belum boleh buka," tambhnya.


Biasanya, untuk 1 keranjang parcel dirinya menjual dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. "Tergantung ukuran dan modelnya. Kita ambil dari perajin, biasanya kalau keranjangnya udah banyak yang minta dari sebelum puasa," tuturnya.


Sayang, Samsul enggan membeberkan berpa pendapatan yang diperolehnya dari penjualan keranjang ini, namun dirinya mengaku tidak pernah mengalami kendala dalam hal penjualan.


"Aduh, berapa banyak yang terjual kita tidak hitung. Tapi kalau dari modal, sudah lebih. Lumayan lebihnya. Karena kan orang banyak yang minat, misalnya dia sudah punya kuenya atau sudah punya barang yang mau dibuat parcel, nah dia tinggal beli keranjang dan bungkus sendiri. Jadi tidak susah jualnya," pungkas dia.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Dia Bisnis yang Moncer Jelang Lebaran

Jakarta -Menjelang hari Raya Lebaran, permintaan akan bingkisan meningkat. Tradisi ini menjadi sumber rezeki bagi pelaku industri bingkisan seperti parcel karena banyak dari masyarakat yang menggunankan parcel sebagai buah tangan untuk diberikan saat berkunjung ke relasi, keluarga maupun sahabat.

detikFinance pun menyempatkan berkunjung ke Jalan Barito, Jakarta Selatan. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu pusat parsel buah murah di Jakarta.


Salah satu kios parcel buah di Jalan Barito, Jakarta Selatan bernama 'Kios Buah Bu Marmi' biasa menjual hingga 500 parcel setiap lebaran. Pemilik kios itu, Sulis, mengaku pembelinya terdiri dari perorangan dan perusahaan-perusahaan sekitar.


"Kalau puasa sampai lebaran bisanya 500 parcel keluar. Dari tahun-ke tahun kurang lebih segitu. Banyak yang beli dari perusahaan, yang eceran juga ada satu dua. Tapi lebih banyak yang dari perusahaan," kata Sulis kepada detikFinance di kiosnya, Sabtu (28/


Selain parcel buah, menjelang Lebaran, diakui Sulis dirinya juga menjual berbagai parcel dalam bentuk lain. "Kita tidak cuma jual parcel buah, ada juga parcel keramik, sama yang banyak laku itu parcel kue," kata dia.


Harga parcel buah yang Sulis jual berkisar Rp 30-200 ribu, sementara parcel kue Rp 250-600 ribu. "Tapi sekarang belom ada karena masih awal. Biasanya seminggu lebaran baru kita bawa. Yang minta juga biasanya tunggu deket lebaran, pesennya emang jauh hari tapi minta kirimnya 5 hari sebelum hari H," tutur dia.


Diakui Sulis, parcel-parcel tersebut dibuat sendiri oleh Sulis tak jauh dari kiosnya. Bahan-bahan parcel buah, Menik ambil dari kios. Sementara parcel kue, ia membeli terlebih dahulu di pasar swalayan. Dalam membeli kue-kue dalam kemasan, Menik pun tak lupa memperhatikan tanggal kadaluarsanya.


Dari hasil penjualan selam bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran ini, dirinya bisa mengantongi uang hingga Rp 125 juta. Angka yang tidak sedikit.


"Tapi kan nanti harus potong buat belanja buah lagi. Tapi memang luayan kalau puasa lebaran dapatnya (hasil penjualannya)," pungkas dia.


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»