Bandara-bandara Baru Ini Siap Layani Penerbangan Haji 2014

Jakarta -Enam bandara di bawah kelolaan PT Angkasa Pura I (AP I) telah disiapkan untuk menyambut musim haji tahun 2014 ini. Keenam bandara tersebut akan melayani para penumpang jamaah haji.

"Kami telah mempersiapkan enam bandara untuk melayani embarkasi dan debarkasi jamaah haji tahun ini," kata ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/8/2014).


Keenam bandara tersebut ialah Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, termasuk bandara yang baru diresmikan yaitu Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Internasional Lombok. Selain itu, ada Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.


Bandara Juanda Surabaya sebagai embarkasi dan debarkasi Haji untuk wilayah Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur. Bandara Adisumarmo Solo sebagai embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bandara Sepinggan Balikpapan sebagai embarkasi dan debarkasi wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sebagai embarkasi dan debarkasi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebagai wilayah embarkasi dan debarkasi haji wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Sedangkan Bandara Internasional Lombok sebagai embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah Nusa Tenggara Barat.


Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, keberangkatan haji tahun ini akan diselenggarakan mulai tanggal 1-28 September.


Adapun rinciannya, jamaah haji yang akan berangkat melalui Bandara Juanda Surabaya berjumlah 64 kloter dan 28.800 jamaah, Bandara Sultan Hasanuddin (27 kloter/ 12.285 jamaah), Bandara Sepinggan (12 kloter/ 4.284 jamaah), Bandara Syamsuddin Noor ( 13 kloter/ 4.225 jamaah), Bandara Adi Soemarmo Solo (71 kloter/ 26.625 jamaah), dan Bandara Internasional Lombok (11 kloter/ 3.575 jamaah).


"Pada tahun 2013 lalu, jamaah haji yang berangkat melalui Bandara Juanda Surabaya berjumlah 64 kloter dan 35.283 jamaah, Bandara Sultan Hasanuddin (32 kloter/ 11.996 jamaah), Bandara Sepinggan (13 kloter/ 4.224 jamaah), Bandara Syamsuddin Noor (14 kloter/ 4.193 jamaah), Bandara Adi Soemarmo Solo (71 kloter/ 26.565 jamaah), dan Bandara Internasional Lombok (11 kloter/ 3.596 jamaah)” jelas Tommy.


Tahun ini, kuota haji nasional pada 1435 H/2014 M sebanyak 168.800 orang dengan rincian 155.200 orang untuk kuota haji reguler dan 13.600 orang untuk kuota haji khusus. Jumlah ini sama seperti jumlah jamaah haji pada tahun 2013 lalu. Pesawat yang dioperasikan di enam bandara Angkasa Pura I sebanyak 8 buah pesawat mulai dari Boeing 767, Boeing 747, dan Airbus 330.


(feb/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Dianggap Ketinggian, Gaji Para Bos BUMN di Tiongkok Dipangkas

Beijing -Pimpinan Partai Komunis Tiongkok atau Communist Party of China (CPC) pada Jumat (29/8/2014) memutuskan untuk memangkas gaji bagi para eksekutif di perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Negeri Tirai Bambu tersebut. Gaji para petinggi BUMN dianggap berlebihan ini akan dipangkas pada angka yang wajar.

Demikian dikutip detikFinance dari chinadaily, Minggu (31/8/2014).


Dalam pertemuan yang dipimpin Presiden Xi Jinping, Biro Politik Komite Sentral CPC menyetujui rencana untuk mereformasi sistem dalam menentukan besaran gaji para eksekutif BUMN tersebut, termasuk rekening pengeluaran dan hak istimewa lainnya.


Rencana pemangkasan tersebut mengacu pada batas atas atau maksimal yang akan ditetapkan pada rekening pengeluaran para eksekutif BUMN. Pemerintah juga akan mengatur pembatasan penggunaan kendaraan dinas, fasilitas kantor, pelatihan, acara bisnis, perjalanan bisnis baik domestik maupun luar negeri.


Pemerintah juga melarang ketat setiap pengeluaran dana publik untuk kepentingan pribadi dan berjanji unuk menghentikan penyalahgunaan dana tersebut untuk keanggotaan klub, kesehatan, dan hiburan.


Luo Zhongwei, seorang peneliti senior di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok mengatakan, pemangkasan gaji ini dilakukan karena pembayaran gaji para eksekutif BUMN di Tiongkok dinilai sudah terlalu tinggi.


Besaran pemangkasan gaji tersebut memang belum diumumkan pada Jumat (29/8/2014), namun menurut laporan media, kemungkinan pemangkasan akan dilakukan hingga 70% dan dibatasi 600.000 yuan (US$ 97.600) per tahun atau sekitar kurang lebih Rp 1 miliar.


Luo mengatakan, pemangkasan gaji para petinggi BUMN ini kemungkinan akan mengikuti dari berbagai macam pendekatan.


Menurut Luo, besaran gaji para petinggi BUMN ini harus disesuaikan dengan pasar dan kinerja. China Business News di Shanghai mengatakan, bank-bank besar atau perusahaan keuangan di Tiongkok itu juga menjadi target dari pemangkasan gaji.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bisnis Onderdil dan Bangunan Bikin Grup Bakrie Raup Laba Rp 123 M, Naik 2400%

Jakarta -Tiga anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang bergerak di sektor bahan bangunan, onderdil otomotif, dan pabrik besi memberikan kontribusi 91,46% terhadap pendapatan perseroan. Kinerja positif ini membuat laba grup naik sangat fantantis yaitu 2400% menjadi Rp 123 miliar pada semester I-2014.

Presiden Direktur BNBR Bobby Gafur Umar, menegaskan bahwa kontribusi yg terus meningkat terhadap kinerja perseroan dalam beberapa tahun terakhir ini, adalah dari sektor manufaktur yang mereka geluti.


"Industri bahan bangunan yang dijalankan oleh PT Bakrie Building Industries (BBI), industri komponen otomotif yang dijalankan oleh PT Bakrie Autoparts dan industri metal yang dioperasikan PT Bakrie Metal Industries (BMI) kini memang menjadi primadona. Kinerja tiga unit usaha ini semakin baik, dan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/8/2014)


Tercatat ketiga anak usaha tersebut pada semester pertama 2014, memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 2,90 triliun terhadap revenue BNBR. Angka itu mengalami kenaikan 73,2% jika dibandingkan pada semester pertama 2013. Jika semester pertama 2013 kontribusi pendapatan sebesar Rp 1,75 triliun maka pada semester pertama tahun 2014 naik menjadi Rp 3,18 triliun.


Capaian laba Rp 123,12 miliar, meningkat 2.435% dibanding perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada semester I-2013 lalu yang hanya sebesar Rp 4,86 miliar


Bobby menambahkan pihaknya memutuskan untuk mendorong ketiga anak usahanya menjadi perusahaan manufaktur berskala internasional. Caranya melakukan perluasan kapasitas produksi, pengembangan produk baru, menyiapkan rencana kerja sama dengan mitra strategis, serta bersiap melakukan akuisisi perusahaan lain.


"Kami sudah siapkan semua, dimulai tahun ini juga. Ini rencana lima tahun dan jangka panjang ke depan," ujar Bobby.Next


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Harga Elpiji 12 Kg Bakal Naik, Ini Tanggapan Pengusaha Restoran

Jakarta -PT Pertamina (Persero) berencana menaikkan harga elpiji 12 Kg sebesar Rp 1.000 - Rp 1.500 per Kg. Kalangan pengusaha di bawah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pasrah dengan rencana ini.

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Sumatera Selatan Herlan Aspiudin mengungkapkan, meskipun akan ada kenaikan harga elpiji 12 Kg, namun pihaknya tidak akan menaikkan harga jual makanan dan minuman yang disediakan di restoran.


"Harga sudah tinggi, mau dinaikkan berat. Jadi harga tetap. Kita siasati ini," ungkapnya kepada detikFinance, Minggu (31/8/2014).


Menurutnya, kenaikan harga elpiji 12 Kg perlu diantisipasi dengan berbagai cara, diantaranya dengan mengurangi volume atau porsi makanan yang disediakan bukan menaikkan harga jual.


"Harga tetap tapi kurangi porsi atau volume," katanya.


Antisipasi ini dipilih sebagai cara agar tidak ditinggal pelanggan atau konsumen. Dengan pengeluaran yang sama, konsumen tetap bisa menikmati makanan dan minuman yang disediakan restoran meskipun dengan porsi yang lebih sedikit.


"Harga elpiji 12 Kg naik pengaruhnya ke produk. Tapi ada siasat dari restoran. Misal satu piring dikurangin porsinya hanya ¾, ini mensiasati supaya harga tidak naik, harga tetap tapi kurangi porsi atau volume. Kalau harga sudah tinggi, mau dinaikkan berat. Kita siasati ini,” tandasnya.


Pemerintah telah menyetujui permintaan PT Pertamina (Persero) untuk kembali menaikkan harga elpiji 12 Kg. Namun waktu dan besaran kenaikan belum diputuskan.


"Walau sudah disetujui, tapi pemerintah belum memberikan arahan kapan waktu dan besaran kenaikan elpiji 12 Kg," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dihubungi, Sabtu (30/8/2014).


Ali mengatakan, Pertamina sudah secara resmi mengirim surat ke pemerintah terkait besaran harga kenaikan elpiji. "Kami menginginkan kenaikan sebesar Rp 1.000-Rp 1.500 per Kg," ungkapnya.


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Sudah Tak Dapat Subsidi Listrik, Pengusaha Mal Ngiri dengan Industri

Jakarta -Sejak Oktober tahun lalu, para pengusaha mal sudah tak mendapat subsidi listrik karena sudah dicabut subsidinya.

Mereka merasa iri dengan pelaku industri (pabrik) yang tarif listriknya masih di bawah tarif bangunan mal. Tarif listrik untuk mal rata-rata Rp 1.300-an per Kwh, sedangkan untuk industri masih sekitar Rp 1.000-an per Kwh.


Pengusaha mal yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengaku keberatan dengan tarif listrik yang tinggi. APPBI menilai penetapan tarif listrik dengan sistem adjustment (tarif mengambang) untuk pusat perbelanjaan seperti mal seharusnya dikaji kembali.


Ketua Dewan Pembina APPBI Stefanus Ridwan mengatakan tarif yang diberlakukan untuk pusat perbelanjaan cukup memberatkan karena jauh lebih tinggi dari industri. Padahal, tidak semua pusat perbelanjaan masuk dalam kelas menengah atas. Bahkan, dari total 76 pusat perbelanjaan di Jakarta, hanya ada 7 mal yang masuk kelas menengah atas.


"Untuk pusat perbelanjaan seperti mal itu kebanyakan kelas menengah bawah, yang kelas menengah atas kurang dari 10%, sisanya menengah bawah. Jadi harus dibedakan kenaikannya dengan industri," katanya.


Ia mengatakan para penyewa mal kebanyakan datang dari sektor Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) hingga mencapai 70%. Ini tentunya akan memberatkan pihak penyewa dengan tarif listrik yang tinggi karena sudah tak disubsidi.


"Penyewa di mal kan kebanyakan menengah ke bawah, banyak UKM juga, 70% menengah ke bawah, mereka kan nggak gede jadi tentu ya mesti disesuaikan ya," kata Stefanus.Next


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pertumbuhan Kredit Bank Asal Malaysia Ini Tertinggi Terjadi di RI

Jakarta -Maybank, bank terbesar keempat di Asia Tenggara dari segi aset, mengalami pertumbuhan kredit selama enam bulan 2014 meningkat 13,1% dari tahun sebelumnya (yoy).

Secara kinerja kredit berdasarkan negara, kinerja pertumbuhan kredit bank asal Malaysia ini antara lain di Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Pertumbuhan kredit meningkat masing-masing 8,2%, 18,6% dan 25,5% (yoy).


Maybank juga mengumumkan Laba Sebelum Pajak (PBT) Grup untuk paruh tahun yang berakhir 30 Juni 2014 meningkat 5,7% dari tahun sebelumnya menjadi RM4.45 miliar, dengan pertumbuhan berkelanjutan pada operasional internasional, terutama Singapura, dan bisnis perbankan konsumer, yang mendukung peningkatan pendapatan Grup. Sementara itu, Laba Bersih meningkat 3,4% menjadi RM3,18 miliar.


Chairman Maybank, Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor mengatakan meskipun ketidakpastian ekonomi global terus berlanjut, Maybank telah mengupayakan peningkatan pendapatan secara berkelanjutan disertai dengan peningkatan value untuk semua pemangku kepentingan.


"Dengan perkiraan akan ditempuhnya langkah tapering dalam ekonomi inti, Grup melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan sinergi Grup dan pengembangan kapabilitas bisnis untuk tetap mengoptimalkan pendapatan," katanya dalam keterangan tertulis Minggu (31/8/2014)


Selama enam bulan, Maybank berhasil menurunkan overheads sebesar 2,7% dibandingkan tahun lalu. Hal ini membantu perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) lebih lanjut menjadi 47,4% pada paruh tahun dari 48,0% tahun lalu.


"Footprint kami yang terdiversifikasi dengan baik dan fundamental yang kuat di seluruh pasar kami, digabungkan dengan fokus utama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, terus memberikan kepercayaan bahwa Grup Maybank tetap berada pada jalur pertumbuhan yang menguntungkan," katanya.Next


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Saking Seringnya, Pengusaha Ini Lupa Berapa Kali Tarif Listrik Naik

Jakarta -Mulai 1 September 2014, pemerintah kembali menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Kenaikan tarif tersebut merupakan kebijakan kenaikan tarif secara bertahap untuk delapan golongan pelanggan PLN.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengungkapkan, kenaikan tarif listrik ini cukup membebani masyarakat terutama konsumen kelas menengah ke bawah. Saking seringnya, pengusaha ini pun lupa berapa kali kenaikannya.


“Waduh saya lupa tuh sudah berapa kali kenaikannya, sudah sering banget, kaarena per 3 bulan, 6 bulan kan tarif listrik selalu naik. Ini buat masyarakat juga berat ya terutama yang konsumen menengah ke bawah,” ujar Stefanus kepada detikFinance, Minggu (31/8/2014).


Meskipun begitu, Stefanus mengaku, mau tidak mau dirinya tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah soal kenaikan tarif listrik. Namun, kenaikan tarif listrik harus disesuaikan dengan jenis dan golongannya. Sebagai contoh, kenaikan tarif listrik untuk pusat perbelanjaan tidak seharusnya disamakan dengan industri.


“Kan tidak semua pusat perbelanjaan kelasnya menengah atas, kebanyakan menengah ke bawah jadi ya berat ya untuk kenaikan listrik ini,” tandasnya.


Para pengusaha mal merupakan pelanggan PLN golongan B3-TM (pelanggan bisnis) di atas 200 kVa telah mengalami kenaikan 4 kali sejak 2013 atau 5 kali hingga Mei 2014.


Pada bulan Januari 2013 para pelanggan golongan ini telah mengalami kenaikan tarif listrik sebesar 10%, lalu pada April kenaikan terjadi sebesar 5,11%, dilanjut pada bulan Juli sebesar 5,41% dan kemudian pada Oktober naik sebesar 4,62%. Pada Mei 2014 lalu sudah naik 13,13%. Next


(drk/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»