Bertemu Menteri ESDM di Bandung, Bos-bos BUMN Curhat Soal Illegal Mining

Bandung -Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said hari ini menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan di sub sektor industri mineral dan batu bara.

Dalam pertemuan tersebut terungkap salah satu kendala dalam perkembangan industri ini adalah keberadaan illegal mining alias penambangan ilegal.


"Illegal mining ternyata tak kalah serius dengan illegal fishing. Illegal mining ini sudah lama menggerogoti industri pertambangan kita," kata Sudirman membuka pembicaraan dalam diskusi di Musium Geologi, Bandung, Sabtu (10/1/2015).


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Tato Mirza mengatakan, akibat aktivitas penambangan liar pihaknya mencatat potensi kehilangan pendapatan negara sekitar Rp 800 miliar dalam 2 tahun.


"Ada Rp 800 miliar tidak masuk ke kas negara‎ dalam 2 tahun. Dalam dua tahun itu kita kehilangannya dari penambangan liar emas. Catatan kita ada sekitar 2 juta ton yang dihasilkan oleh penambang liar itu," sebut dia.


Ia mengatakan, kerugian lain yang mungkin timbul selain pendapatan negara adalah kerusakan lingkungan. Hal itu diamini oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Milawarma.


"Penambang liar itu kan mereka menambang nggak pakai izin, nggak pakai standar keamanan dan nggak pakai perhitungan lingkungan. Kalau ini dibiarkan lama maka akan menyebabkan disaster‎. Bencana pencemaran. Ini yang berbahaya," tegas dia.


Kegiatan penambangan liar ini pun dituding bisa langgeng lantaran ada perlindungan dari mafia.


"Penambang liar itu bisa ada karena apa? Karena ada kolektor (penampung). Ada penampung kenapa, karena ada celah di aturan kita. Makanya yang kami harapkan, ada ketegasan dari pemerintah ke depan untuk membuat regulasi dan penegakan regulasi itu agar kolektor-kolektor itu bisa ditindak. Dengan sendirinya illegal mining bisa dihapuskan," pungkas Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS) Sukrisno dalam kesempatan yang sama.


(dna/ang)

readmore »»  

Sudirman Said Kumpulkan Bos-Bos Perusahaan Tambang di Bandung

Bandung -Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said menggelar pertemuan bertajuk Forum Pemimpin Mineral dan Batu Bara Indonesia dengan tema "Meningkatkan Nilai Tambah Industri Pertambangan Melalui Sinergi dan Kebersamaan".

Acara yang digelar di Museum Geologi, Bandung ini dihadiri oleh sedikitnya 42 orang peserta yang terdiri dari pejabat-pejabat eselon I dan II Kementerian ESDM serta Direktur Utama 3 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor Tambang dan Batu Bara.


Tiga BUMN beserta perwakilannya adalah Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Milawarma, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Tato Mirza dan Direktur PT Timah Tbk (TINS) Sukrisno.


Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa pertemuan ini penting untuk meningkatkan sinergi antara pelaku industri dengan para pemangku kebijakan.


"Pertemuan serupa sudah pernah kami gelar tapi di sektor minyak dan gas, kali ini saya gelar dengan tambang dan batu bara. Nanti Senin atau Selasa akan pertemuan pula dengan sektor listrik. Pertemuan ini adalah untuk meningkatkan sinergi," ujar dia dalam acara yang digelar Sabtu (10/1/2015).


Ia menambahkan, dalam pertemuan ini juga akan dibahas perihal permasalahan-permasalahan yang selama ini dianggap sebagai kendala utama peningkatan kulitas industri di sektor tambang dan batu bara di tanah air.


"Kita akan mengupayan iklim usaha yang lebih sehat sehingga perusahaan kita di sektor ini bisa tumbuh lebih kuat. Ini untuk meningkatkan daya tawar BUMN kita juga dalam menggandeng mitra global. Kalau BUMN kita lebih kuat, mereka bisa dapat rekan yang kuat juga jadi investasi yang dilakukan bentuknya lebih masif dan lebih kuat," pungkas dia.


(dna/ang)

readmore »»  

Pantau Penyaluran Benih Subsidi, Menteri Amran Kirim 200 Orang Pengawas

Jakarta -Pemerintah secara bertahap mulai menyalurkan 50.000 ton bibit subsidi ke seluruh ladang pertanian di seluruh kabupaten se Indonesia dengan titik fokus pada 17 provinsi lumbung pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerangkan, pihaknya akan mengerahkan tim yang terdiri dari 200 orang ‎untuk untuk memuluskan pembagian benih subsidi tersebut.


"Hari senin kita akan kirim tim terdiri dari 200 orang. Mereka yang bertugas menjamin kelancaran pembagian benih. Benih itu bentuknya benih subsidi. Dua ratus orang ini kita sebar ke seluruh Indonesia, 1 kabupaten, 1 orang. Kita fokuskan di 17 provinsi lumbung pangan," ujar Amran ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (10/1/2015).


Upaya ini, kata dia, dilakukan untuk memastikan benih yang disediakan jatuh ke tangan yang tepat dan tidak ada penyelewengan.


"Apa benar benih yang disediakan sesuai yang kita order, apa benar benih yang sudah disediakan diberikannya sesuai yang kita data, dan apa benar benih yang sampai petani harganya sesuai yang kita tentukan. Kita nggak mau terima laporan, katanya-katanya jadi harus tim terjun langsung," tegas dia.


Ada 3 jenis tanaman pangan yang benihnya dibagikan kepada petani dengan harga yang sudah disubsidi. 3 jenis tanaman pangan itu adalah Padi, Jagung dan Kedelai. penyediaannya sendiri telah ditugaskan kepada PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani lewat mekanisme penunjukan langsung.


Untuk urusan harga benih yang sampai ke petani, Amran menjelaskan, akan disesuaikan dengan masing-masing lokasi. Adapun besaran harga sudah ditentukan oleh pihak Kementerian Pertanian bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.Next


(dna/ang)

readmore »»  

RI Punya Banyak Gunung Berapi Sumber Energi Panas Bumi

Jakarta -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki pandangan tersendiri terhadap kondisi Indonesia. Menurut versi BMKG, Indonesia merupakan daerah sangat rawan bencana.

Tapi di balik predikat negara bencana ternyata di dalamnya ada potensi sumber energi panas bumi atau geothermal yang melimpah.


"Indonesia berada di 3 lempeng tektonik. Indonesia punya gunung api aktif terbanyak di dunia yakni 127 di permukaan. Ini aktif. Banyak juga di bawah laut. Ini bisa dipakai sebagai geothermal. Tapi di bawah laut belum dimanfaatkan untuk geothermal," kata Kepala Puslitbang BMKG Edvin Aldrian saat diskusi di acara Ikatan Alumni Program Habibie di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2015).


Ia tidak menampik ada sisi lain dari kepungan lempengan tektonik hingga gunung berapi. Indonesia dinobatkan sebagai laboratorium bencana.


"Kita disebut laboratorium bencana," jelasnya.


Meski demikian, Indonesia mampu menangani ancaman hingga pasca bencana dalam beberapa tahun terakhir.


"BMKG angaran naik 12 kali lipat dalam 8 tahun sekali. Kita bisa umumkan tsunami dalam waktu 5 menit. Itu masalah bencana, kita lebih cepat dalam satu dasawarsa terakhir," ujarnya.


(feb/ang)

readmore »»  

Menteri Rini Blusukan ke Sejumlah BUMN di Surabaya dan Sidoarjo

Surabaya -Sebelum ikut menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) dan PT PAL Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno blusukan ke sejumlah perusahaan pelat merah di Surabaya dan Sidoarjo. Lokasi yang dituju pertama kali adalah gudang Perum Bulog di Banjar Kemantren, Buduran, Sidoarjo.

Dari pengamatan detikFinance, Sabtu (10/1/2015), setiba di gudang, Rini langsung menanyakan teknik penyimpanan beras di 14 gudang yang tersedia. Dijelaskan jika setidaknya ada dua metode penyimpanan yakni metode cocoon dan Co2 Stack yang mampu menyimpan beras dengan awet selama 12 bulan.


"Saya ingin tahu gudangnya seperti apa. Keawetan beras kan tergantung dari bagaimana penyimpanannya," ujar Rini.


Perjalanan Rini diteruskan ke Teluk Lamong di kawasan Tambak Oso Wilangon. Rini cukup terkesan dengan penjelasan Dirut Pelindo III bahwa Teluk Lamong menggunakan truk bertenaga listrik untuk mengangkut peti kemas.


"Pelindo III mengembangkan Teluk Lamong dengan planning yang baik sehingga efisiensinya lebih baik," kata Rini.


Rini kemudian beralih menuju ke PT Barata Indonesia di Jalan Veteran, Gresik. Rini menyempatkan diri melihat proses produksi besi baja termasuk pembuatan bogei barber atau sasis gerbong kereta api yang diekspor ke Amerika Utara.


Dari PT Barata, Rini kemudian menuju PT DPS. "Kami tadi di Teluk Lamong sempat melihat sisi Madura. Kami ingin DPS mengembangkan diri di sana," ujar Rini.


Rini mengatakan, ada lahan sekitar 30 hektar yang disediakan. Rini berharap PT DPS bisa membuat galangan kapal di sana karena galangan kapalnya yang ada di Tanjung Perak sudah terlalu kecil.


(iwd/ang)

readmore »»  

Industri Maritim Jepang dan Korsel Jadi Awal Kesuksesan Elektronik dan Otomotif

Jakarta -Jepang dan Korea Selatan (Korsel) punya perusahaan terkemuka di bidang otomotif dan elektronik. Produk-produk made in Jepang dan Korsel tersebar sampai ke seluruh dunia.

Kesuksesan industri otomotif dan elektronik itu ternyata berawal dari industri maritim. Kedua industri ini tidak akan maju tanpa campur tangan kemaritiman.


"Negara industri modern. Katakanlah produk Samsung didirkan pertama ialah galangan kapal, kemudian ada Hyundai, Daewoo. Mereka ikuti pola Jepang seperti Mitsubishi, Sumitomo. Mereka awalnya buat industri maritim. Derivatif dari teknologi maritim ialah teknologi otomotif dan elektronik," kata Alumni Program Habibie, Kaharuddin Djenod saat diskusi di Ikatan Alumni Program Habibie di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/1/2015).


Jepang, kata Kaharuddin, memulai industrinya dengan membangun program maritim. Program maritim awalnya digenjot untuk meratakan persebaran barang ke seluruh penjuru Jepang.


"Jepang pada tahun 1950, bangun lingkar luar maritim. Beberapa kapal berjalan searah jarum jam, dan berlawan. Itu angkut barang merata di Jepang. Ini awal mula industri maritim," jelasnya.


Hal senada seharusnya dilakukan Indonesia beberapa tahun lalu tapi RI lebih memilih mengedepan pembangunan sektor darat. Sektor maritim kurang punya posisi.


"Industri maritim jadi anak tiri. Fokus ke industri derivatif maritim. Dulu jembatan Suramadu dan Jembatan Selat Sunda. Sebenanrnya industri maritim punya fasilitas untuk bangun infrastruktur raksasa. Enggak perlu minta China bangun Jembatan Selat Sunda dan Jembatan Suramadu," sebutnya.


Alumnus program pendidikan Habibie di luar negeri ini merasa memperoleh angin segar saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memunculkan program maritim.


"Kemudian Pak Jokowi memunculkan misi poros maritim dunia. Baru sadar kita negara maritim. Meski baru sekedar bangun mindset, ini gerakan bangun cita-cita. Paling tidak gerakan bangun industri maritim," paparnya.


(feb/ang)

readmore »»  

3 Aturan Baru Pemerintah Ini Bikin Pengusaha Paket Wisata Cemas

Jakarta -Upaya Pemerintah menerbitkan sebuah aturan tak selalu mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Ada saja kelompok masyarakat yang merasa dirugikan dari kebijakan yang ditelurkan pemerintah.

Haris, pengusaha paket perjalanan yang berdomisili di Jakarta mengatakan, usaha yang dilakoninya harus menderita tekanan bertubi-tubi dari sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang baru berlangsung kurang lebih tiga bulan ini.


"Baru tiga bulan, tapi terasanya agak berat. Banyak peraturan-peraturan yang bikin kita (pengusaha jasa paket perjalanan)‎ tertekan," ujar dia saat ditemui detikFinance di Tanjung Barat, Jakarta, Sabtu (10/1/2015).


Ia menyebut, sedikitnya ada 3 aturan yang membuat pelaku usaha seperti yang dilakoninya mengerutkan dahi.


"Pertama adalah soal bahan bakar minyak (BBM). Belum lama naik, harga travel naik, biaya-biaya naik. Itu sudah memberatkan. Sekarang harga BBM turun pun, travel belum turunkan harga‎. Itu buat sudah repot," ujar pria 30 tahun ini.


Kedua, ia melanjutkan, adalah larangan pegawai pemerintah melakukan kegiatan di hotel dan membatasi frekuensi perjalan dinas.


"Kita sebenarnya nggak mau mengeluh tapi dirasa-rasa pengaruhnya terasa juga. Banyak yang ngerem keluar-keluar kota. Kalau 5 tahun begini juga, lumayan kita," ujar dia.Next


(dna/ang)

readmore »»