Mandiri Sekuritas: Pergerakan IHSG di 5.450-5.524

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minggu kedua April ditutup di 5.491,34 (weekly) dan indeks LQ-45 di tutup di 953,21 (weekly). Pergerakan IHSG selama seminggu kemarin, bergerak dengan kisaran yang sempit dan sideways, terendah 5.471 dan tertinggi 5.409.

Pergerakan IHSG, pada minggu ini kami estimasi, masih akan bergerak di kisaran 5.450 sebagai support dan 5.524 sebagai resistance. Support-Resistance ini masih akan bertahan, selama belum ditembus.


Beberapa sektor yang dapat dicermati dan dapat menjadi acuan untuk transaksi untuk minggu ini adalah, sektor properti dan sektor perdagangan, grafik untuk sektor tersebut menunjukan tren penguatan/naik secara jangka pendek.


Untuk sektor yang lainnya, seperti: sektor agribisnis, sektor konsumsi, sektor keuangan, sektor manufaktur, dan aneka industri, memasuki fase konsolidasi dengan kecenderungan sideways.


Trading dapat dilakukan untuk sektor-sektor yang memasuki fase konsolidasi selama masih dalam kisaran support (buy)-resistance (sell). Sedangkan untuk sektor pertambangan, sektor infrastruktur, sektor industri dasar, masih berada kondisi downtrend. Serta saham-saham lapis dua dan lapis tiga, akan cenderung ramai kembali.


Rupiah bergerak pada kisaran Rp 12.889-Rp 12.942/US$, dan ditutup pada level Rp 12.927/US$. Untuk Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 51,72/bbl.


(dnl/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Penghasilan Bersih Rp 5,81 Miliar, Ini Pajak yang Dibayar Obama dan Istrinya

New York -Selama 2014, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama melaporkan penghasilan kotor sebesar US$ 495.964 atau sekitar Rp 6,45 miliar. Setelah berbagai potongan, penghasilan bersihnya adalah US$ 477.383 (Rp 5,81 miliar).

Mengutip CNN, Senin (13/4/2015) dari rilis Gedung Putih, sebagian pendapatan Obama berasal dari gajinya sebagai presiden. Tahun lalu, Obama menerima gaji sebesar US$ 395.000 (Rp 5,13 miliar) sebagai Presiden AS. Sedangkan sisanya berasal dari bisnis.


Dari jumlah tersebut, pajak yang harus dibayar Obama dan keluarganya adalah US$ 93.362 (Rp 1,21 miliar) atau sekitar 19,6% dari penghasilan bersihnya. Keluarga Obama juga membayar pajak sebesar US$ 22.640 (Rp 294 juta) atas rumah di Illinois.


Sebagian dari pajak yang disetorkan Obama, yaitu US$ 2.035 (Rp 26,45 juta), digunakan untuk membiayai program tunjangan kesehatan atau yang lebih dikenal dengan Obamacare. Program ini memang dibiayai dari pajak orang-orang berpendapatan tinggi.


Pada 2014, keluarga Obama juga menyumbangkan US$ 70.712 (Rp 919,26 juta) atau 15% dari pendapatan kotornya untuk 30 program donasi.


(hds/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Bahana Securities: IHSG Bakal Cenderung Menguat

Jakarta -Pada perdagangan Jumat (10/4) IHSG turun 10 poin (-0,17%) ke level 5.491,34 dengan nilai transaksi di pasar reguler Rp 4,1 triliun, didorong oleh sektor pertambangan yang memimpin penurunan, di tengah rendahnya harga komoditas tambang, serta aturan pemerintah untuk transaksi non tunai yang diwajibkan menggunakan mata uang rupiah. Serta sektor industri dasar setelah keluarnya data penjualan semen kuartal I-2015, yang di bawah estimasi semula.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa antara lain GGRM, ICBP, INTP, SMGR, dan BBNI, di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler Rp 38,7 miliar, dengan saham-saham yang banyak dijual asing antara lain TLKM, INDF, JSMR, ICBP, dan MIKA.


Secara teknikal, indeks turun disertai volume, namun dengan longer lower shadow dan belum keluar dari fase minor sideways. Stochastic dan RSI deathcross sementara MACD positif divergence.


Hari ini (13/4) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat, di kisaran 5.475-5.525, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASII, KLBF, GGRM, SRIL, dan UNTR.


(dnl/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Lama Jadi Pegawai, Pria Ini Akhirnya Sukses Bisnis Senapan 'Sniper'

Jakarta -Pria asal Kediri Jawa Timur bernama Sumilan atau Milan, menawarkan koleksi senapan layaknya seorang 'sniper' atau penembak jitu, di acara INACRAFT di JCC Senayan, pekan lalu. Senapan angin karya anak bangsa ini dibandrol relatif murah, sekitar Rp 400.000 hingga Rp 1.700.000 per unit.

Senapan yang diproduksi oleh Milan mirip dengan senjata yang dipakai oleh seorang penembak jitu dalam film-film, karena lengkap dengan peredam suara dan teropong untuk membidik sasaran. Milan merancangnya khusus untuk senapan kaliber 4,5 mm. Kaliber ini bisa diperjualbelikan secara bebas di Indonesia. Di Indonesia, ada Desa bernama Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat yang menjadi sentra senapan angin.


"Kita jual kaliber 4,5 mm. Ini standar internasional yang boleh dijual secara legal," kata Milan saat berbicang dengan detikFinance, di acara INACRAFT, JCC Senayan, akhir pekan lalu.


Bila dibandingkan senapan sejenis buatan Amerika Serikat (AS) hingga Jepang, produk senapan produksinya relatif sangat murah. Senapan kaliber 4,5 mm buatan AS bisa ditawarkan Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per unit.


Milan menceritakan awal mula dirinya masuk ke bisnis senapan 'sniper'. Ia dahulu bekerja sebagai karyawan pabrik senapan angin di dalam negeri.


Selama 20 tahun bekerja, terbesit di benaknya untuk memulai usaha. Dimulai pada 2005, ia berani merintis usaha sebagai perawat senapan angin kemudian secara perlahan-lahan menerima order pembuatan senapan.


"Saya dulu terlalu lama kerja di pabrik, sehingga ketika di desa untuk mengawali usaha dari nol. Tani nggak bisa cangkul, cocok tanam nggak bisa berladang akhirnya ke bisnis ini," ujar Milan.Next





(hen/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Memburu Tas Bermerek Tiruan Asal China

Jakarta -Pasar barang tiruan, atau abal-abal masih cukup besar di Indonesia. Berbagai produk tiruan yang umumnya dari China tetap dicari konsumen.

Misalnya produk tas-tas bermerek abal-abal yang dijual di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Meski abal-abal, para pedagang menjamin kualitasnya tak mengecewakan.


"Yang di ujung mereknya Hermes, lalu di samping ada Cartier. Tas impor semua jangan ragu pada kualitas," seru Roy seorang pedagang tas di Lantai Dasar Blok IV Pasar Senen, Jakarta Pusat kepada detikFinance pekan lalu.


Selain itu, Roy juga menjual berbagai macam jenis tas abal-abal bermerek Prada, Valentino Garavani, hingga Givenchy. Produk tas yang paling di tokonya adalah tas merek Gucci. Warna tasnya juga mencolok dengan sisi jahitan cukup rapi.


"Prada dan Gucci lumayan banyak yang beli," imbuhnya.


Roy mengatakan, seluruh tas bermerek didatangkan dari China, padahal untuk produk tas asli bermerek umumnya datang dari Eropa. Misalnya Hermes dan Cartier dari Prancis. Kemudian ada Prada, Gucci, Valentino Garavani, hingga Givenchy berasal dari Italia.


"Semuanya didatangkan dari China, jadi barang KW (asli tapi palsu). Tapi kualitasnya bisa dijamin," tuturnya.


Berapa harga tas yang ditawarkan Roy kepada konsumen? Cukup murah hanya Rp 150.000-200.000/pcs Anda sudah dapat mengenakan tas bermerek internasional tapi abal-abal.


"Orang Indonesia yang penting merek. Kalau mereknya internasional dia pasti suka padahal barangnya KW," jelas Roy.


(hen/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Diam-diam, Negara Ini Temukan Sumur Minyak 100 Miliar Barel

Jakarta -Inggris menemukan cadangan minyak baru yang cukup besar. Perusahaan eksplorasi, UK Oil & Gas Investments menemukan sumur minyak berkapasitas 100 miliar barel di selatan Inggris, dekat bandara Gatwick.

Jumlah cadangan ini dua kali lipat besarnya dari minyak dari lapangan North Sea, yang ditemukan 40 tahun lalu. Saat ini, total cadangan minyak perusahaan tersebut adalah 9 miliar barel.


CEO UK Oil & Gas Investments, Stephen Sanderson mengatakan, penemuan minyaknya tersebut adalah 'berkelas dunia'. "Ini bakal signifikan terhadap produksi minyak harian kami," kata Stephen seperti dilansir dari CNN, Senin (13/4/2015).


Namun, bisa saja minyak yang bisa disedot tidak sebesar perkiraan. Perusahaan ini mengatakan, berdasarkan sumur yang sama di Amerika Serikat (AS) dan Siberia, hanya antara 4%-15$ dari cadangan yang bisa diproduksi.


Seperti yang terjadi di seluruh dunia, industri energi di Inggris memang sedang menderita karena anjloknya harga minyak.


Group dari UK Oil & Gas Investments mengatakan menurunkan investasinya di blok North Sea sekitar sepertiga di tahun ini, karena harga minyak yang anjlok, sementara biaya produksi naik.


(dnl/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tunggu Perintah Jokowi

Jakarta -Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) belum juga menemui titik terang setelah pergantian pemerintahan. Masalah yang kini menjadi hambatan adalah soal dukungan pemerintah pusat terhadap PLTN.

Pembangunan PLTN sejalan dengan amanat UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Rencananya pada periode 2015-2019 seharusnya sudah ada PLTN di Indonesia.


"Kita butuh dukungan masyarakat, Pak Habibie (dulu Menristek), SBY, Jokowi, kalau masyarakat mengerti PLTN dan Jokowi go, ya akan go, kita nunggu Jokowi," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto dalam diskusi Energi Kita, "PLTN yang Aman dan Efisien untuk Mengatasi Krisis Listrik," di Restoran Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Minggu (12/4/2015).


Menurutnya, PLTN dinilai lebih aman dan efisien untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar mencapai 1.000-1.400 MW untuk 1 pembangkit. Hal ini menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh sumber energi listrik lainnya seperti BBM, batu bara, gas, air dan lain-lain.


"Kita punya potensi lain tapi nuklir punya kelebihan, bersih artinya nggak keluarkan emisi karbon. 1 PLTN bisa hasilkan daya yang besar 1.000-1.400 MW, itu nggak dipunyai yang lain. Dua tahun lebih nggak akan berhenti operasinya ketimbang yang lain," katanya.


Djarot menyebutkan, sumber energi lain yang juga bisa menghasilkan listrik selain nuklir adalah panas bumi, matahari, air, angin, dan biofuel. Masing-masing sumber energi tersebut punya karakter sendiri.


"Semua punya kelebihan dan kekurangan, untuk solar cell untuk matahari nggak berdaya besar, bisa juga 1000 MW tapi separoh area Jakarta akan tertutup oleh panel surya dan masalah penyimpanan listrik masih jadi kendala akinya. Mungkin cepat abis, karena hanya siang hari saja," jelasnya.Next


(drk/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»