Blusukan ke Pasar Modern BSD, Jokowi: Harga Cabai Naik, Beras Turun

Serpong -Pagi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke Pasar Modern BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Saat di pasar, Jokowi mengetahui harga Cabai kembali merangkak naik.

"Kita ngecek harga-harga, tadi yang naik memang harga cabe, kalau yang beras turun‎," kata Jokowi di Pintu Keluar Pasar Modern BSD, Senin (13/4/2015).


Persoalan harga cabai, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Pertanian terkait produksinya. Sedangkan untuk beras, meski harganya mulai stabil, namun yang dikeluhkan para pedagang adalah soal kualitas beras. Sebagian mengeluh kualitas beras dari Operasi Pasar (OP) Bulog buruk, yang sebelumnya digelontorkan untuk meredam harga.


"Itu emang stok-stok lama, emang seperti itu, tidak usah ditutupilah," kata Jokowi yang juga turut mengecek langsung kualitas beras.


Jokowi mengatakan kualitas beras OP Perum Bulog memang dipengaruhi karena peyimpanan yang sudah terlalu lama di gudang-gudang Perum Bulog.


"Bulan ini baru membeli, pakai stok yang baru, dulu kan emang stok lama semua, sampe item gitu, memang fakta nya seperti itu. Kita ngerti semua," katanya.


Di pasar ini, Jokowi tidak hanya mengecek harga sembako. Sesekali Jokowi juga membeli sayur mayur hingga buah-buahan.


Setelah puas berkeliling di pasar, Jokowi langsung bertolak ke Puspitek, Tangerang Selatan. Jokowi akan menghadiri acara National Innovation Forum.





(mok/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Jam Tangan KW di Senen Dijual Lusinan, Harganya Rp 20.000/Unit

Jakarta -Selain tas bermerek seperti Hermes dan Prada, jam tangan bermerek tiruan pun marak di pasar-pasar Jakarta. Misalnya di Pusat Grosir Pembelian Jam Tangan, Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Sama dengan tas, mayoritas jam tangan tiruan juga berasal dari China dan Taiwan. Berbagai jenis merek jam tangan tiruan berlabel internasional seperti Casio, G-Shock, Q&Q serta Swiss Army banyak dijual di Pasar Senen.


"Rata-rata untuk jam tangan analog (jam tangan jarum) dan digital itu dijual per lusin. Kalau dipecah untuk analog itu Rp 25.000/pcs, digital Rp 20.000/pcs untuk merek Casio, Q&Q dan Swiss Army. Nah kalau G-Shock buatan China ini Rp 50.000/pcs," tutur salah satu pedagang jam tangan asli Bambang Kristanto kepada detikFinance, pekan lalu.

Rata-rata para pedagang jam tangan KW di Pasar Senen sulit dimintai keterangan soal kegiatan bisnisnya, bahkan hanya untuk pengambilan gambarkan tak diizinkan.

Bambang mengatakan produk asli G-Shock, Q&Q serta Casio adalah buatan Jepang. Sementara Army Swiss dibuat di Swiss. Sedangkan mayoritas produk yang dijualnya di Pasar Senen berasal dari China.


"Swiss Army itu aslinya dari Swiss tetapi yang KW banyak dari Taiwan dan China," imbuhnya.


Selain itu, banyak merek jam tangan lainnya yang juga dipalsukan seperti merek Rollex hingga Alba. Bentuknya hampir sama bahkan mirip dengan aslinya. Namun ada sejumlah ciri-ciri khusus perbedaan jam tangan asli dan yang palsu.


"Beda bahan, misalnya Swiss Army ini yang asli itu dari timah bahan sekelilingnya, yang KW itu dari kuningan yang mudah karat. Kemudian yang asli itu punya sertifikat dan KW itu tidak ada. Harganya juga jauh beda, yang asli Rp 1,2-1,5 juta/pcs yang KW hanya Rp 200.000/pcs," sebutnya.


(wij/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Para Mantan Menteri dan Bos BUMN Kumpul di HUT ke-17 Kementerian BUMN

Jakarta -Tepat hari ini, 17 tahun lalu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didirikan pemerintah. Kementerian yang membawahi ratusan BUMN ini dibentuk pada 13 April 1998.

Puncak acara HUT ke-17 Kementerian BUMN, berlangsung pagi ini Senin (13/4/2015) di lapangan belakang atau sisi selatan Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Panggung hingga tenda dan ratusan orang terlihat mamadati kegiatan ini.


Selain Menteri BUMN Rini Soemarno, hadir juga para mantan Menteri BUMN antara lain Tanri Abeng, Sofyan Djalil, Mustafa Abubakar. Hadir juga para dirut BUMN antara lain Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Dirut Bank BRI Asmawi Syam, Dirut Pertamina Dwi Soetjipto, Dirut Antam Tedy Badrujaman dan masih banyak para direksi BUMN lainnya,


Menteri Rini terlihat memakai kaos putih berpadu oranye, namun ada beberapa mantan menteri yang memakai batik dan yang memakai kemeja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yang juga mantan Menteri BUMN terlihat memakai batik. Juga hadir Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu.


Acaranya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, yang diantaranya ada sambutan menteri BUMN. Hari ini juga akan ada rencana pergantian logo Kementerian yang baru. Bahkan jelang puncak perayaan, pagi tadi sempat ada lomba masak antar pegawai BUMN.


Suasana puncak HUT ke-17 Kementerian BUMN pagi ini sangat ramai. Terlihat ratusan para pegawai BUMN memakai kaos putih dengan lengan berwarna oranye.


(mkl/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Dibuka di Zona Merah, IHSG Turun 11 Poin

Jakarta -Menutup akhir pekan lalu, Indeks Harga Gabungan (IHSG) menipis 9,560 poin ke level 5.491,340. IHSG belum kuat bertahan di level 5.500.

Membuka perdagangan awal pekan, Senin (13/4/2015), IHSG ke posisi 5.479,734. Turun 11,606 poin (0,21%). Indeks LQ45 juga turun 2.948 poin (0,31%) menjadi 950,262.


Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka di Rp 12.943/US$.


Pada akhir pekan lalu, indeks Wall Street di Amerika Serikat (AS) bergerak positif. Indeks Dow Jones naik 90,5 poin (0,5%) ke 18.049,23. Indeks S&P 500 naik 9,84 poin (0,47%) ke 2.101,02. Sementara indeks Nasdaq naik 16,68 poin (0,34%) ke 4.991,25.


Bursa regional bergerak mixed. Indeks saham Nikkei 225 (Jepang) melemah, setelah pada Jumat akhir pekan lalu naik hingga di atas level 20.000, atau yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir.


Berikut perkembangan sejumlah bursa saham Asia:



  • Nikkei 225 turun 48,14 poin (0,24%) ke 19.859,49

  • Straits Times bertambah 11 poin (0,32%) menjadi 3.483,38

  • Shanghai naik 46,36 poin (1,15%) ke 4.080,67


(dnl/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

OSO Securities: IHSG Menguat Terbatas

Jakarta -Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup mengalami penguatan, di mana Indeks Dow Jones naik 0,55% ke level 18.057,65, Indeks S&P mengalami penguatan 0,52% menjadi 2.102,06 dan Indeks Nasdaq juga mengalami penguatan 0,43% menjadi 4.995,98.

Penguatan seiring optimisme pelaku pasar terhadap laporan kinerja pendapatan perusahaan pada pekan depan. Di samping itu, aksi korporasi yang dilakukan emiten seperti; restrukturisasi besar pada General Electronic membuat investor melakukan aksi beli saham secara masif.


Hari ini kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas. Secara teknikal, IHSG berada di atas middle Bollinger bands dengan membentuk candle hanging man. Indikator MACD bergerak mendatar dengan histogram positif, indikator stochastic oscillator berada pada area overbought. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5.455 dan resistance 5.525.


(dnl/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

First Asia Capital: IHSG Akan Bergerak Menguat

Jakarta -Setelah mencapai level penutupan tertingginya di 5.523, pergerakan IHSG cenderung konsolidasi hingga akhir pekan lalu, tutup di 5.491,340 atau terkoreksi 9,560 poin (0,17%) dari hari sebelumnya.

Perdagangan saham berlangsung kurang bergairah, terlihat dari nilai transaksi di Pasar Reguler akhir pekan lalu hanya mencapai Rp 4,11 triliun, jauh merosot dibandingkan rata-rata harian bulan lalu yang mencapai Rp 5,18 triliun. Koreksi IHSG akhir pekan lalu lebih pada aksi ambil untung yang bersifat terbatas, di tengah sikap pemodal yang menanti rilis laba kuartal I-2015, dan data pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2015.


Koreksi IHSG akhir pekan lalu tidak sejalan dengan pergerakan indeks Emerging Market akhir pekan lalu yang naik 0,6%. Namun selama sepekan IHSG menguat 0,64%. Penguatan IHSG sepekan kemarin dari sentimen domestik ditopang penguatan rupiah atas dolar AS hingga 0,7% di Rp 12.910/US$ akhir pekan lalu.


Penguatan rupiah atas dolar AS telah berlangsung selama empat pekan terakhir dan memberikan sentimen positif di pasar saham. Sedangkan dari eksternal, penguatan IHSG juga terimbas sentimen bullish pasar kawasan Asia, terutama dimotori pasar saham China merespons langkah PBoC yang berkomitmen melanjutkan program stimulus, untuk mengangkat perekonomian negara tersebut yang tengah menghadapi perlambatan.


Akhir pekan lalu data inflasi China Maret yang mencapai 1,4% lebih tinggi dari ekspektasi 1,3% telah merendahkan kekhawatiran ancaman deflasi di negara tersebut, sehingga pasar saham China kembali menguat tajam, tercermin dari kenaikan indeks Shanghai Composite hingga 1,9%. Selama sepekan indeks Shanghai Composite telah naik 4,4%.


Memasuki perdagangan awal pekan ini, peluang penguatan IHSG kembali terbuka menguji resisten di 5.520, setelah pasar saham global akhir pekan lalu kembali melanjutkan penguatannya.


Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu masing-masing menguat 0,5%, ditutup di 18.057,65 dan 2102,06. Sentimen positif di Wall Street akhir pekan lalu lebih digerakkan sejumlah isu individual seperti aksi Merger & Akuisisi (M&A), dan antisipasi rilis laba kuartal I-2015.


Pada perdagangan awal pekan ini, selain kondusifnya pasar global, peluang pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi pergerakan rupiah atas dolar AS yang cenderung menguat. IHSG akan bergerak dengan kisaran 5.460 hingga 5.520 cenderung menguat.


(dnl/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»  

Sepintas Mirip, Produk Abal-abal China Bisa Dikenali dengan Cara Ini

Jakarta -Sang pembuat produk barang tiruan berupaya membuat produknya semirip mungkin dengan produk yang asli. Hal ini juga berlaku untuk produk abal-abal tas yang kebanyakan berasal dari China.

Ratusan tas bermerek kualitas KW alias palsu dijual bebas di Lantai Dasar Blok IV Pasar Senen, Jakarta Pusat. Misalnya Roy, salah satu penjual tas abal-abal bermerek sangat sadar produk yang dijual bukan asli.


"Hermes, Cartier yang seharusnya dari Prancis ini dari China begitu juga ada Prada, Gucci, Valentino Garavani, hingga Givenchy berasal dari Italia ini juga dari China," katanya saat ditemui detikFinance, di Lantai Dasar Blok IV Pasar Senen, pekan lalu.


Roy mengungkapkan, pihak konsumen pun tahu benar bila tas yang dibelinya adalah produk tiruan. Pasalnya harga seluruh produk tas yang dijual cukup murah hanya dipatok Rp 150.000-200.000/tas.


"Hermes dan Prada yang asli itu harganya bisa mencapai jutaan dong, kalau ini paling tinggi hanya Rp 200.000/tas itu juga bisa kurang, apalagi kalau ambil dengan partai besar," tuturnya.


Roy menjelaskan, cukup mudah bagi konsumen membedakan produk asli dan tiruan. Misalnya tas Hermes yang dijualnya hanya mencantumkan merek di sebuah kertas tanpa ada logo timbul Hermes seperti produk yang asli. Kemudian ada lagi bedanya yaitu adanya serial number yang berhologram.


"Anda cek, di balik tulisan Hermes, Prada, Gucci pasti ada tulisan kanji. Nah itu dari China. Kalau yang asli berhologram dan ada serial number. Bedanya lagi kalau tas yang asli nggak mungkin dijual diemperan jalan seperti ini pasti di butik atau di toko tertentu," sebutnya.


(hen/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


readmore »»