Investasi Sapi Masa Depan: Australia Pembibitan, Indonesia Penggemukan

Melbourne -Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumpulkan pengusaha Australia dan Indonesia di Melbourne, Australia. Salah satu investasi penting yang dibahas adalah bisnis sapi.

Acara digelar di hotel Hyatt Regency, Melbourne, Jumat (15/11/2013). Wakil Presiden Boediono, Kepala BKPM Mahendra Siregar, Mantan menteri BUMN Sofyan Djalil hadir bersama sekitar 300 pengusaha dari sektor infrastruktur, energi, dan sapi.


Boediono dalam sambutannya mengatakan, forum ini sengaja diadakan untuk menciptakan peluang-peluang bisnis baru di kedua negara. Salah satu yang masih bisa dikembangkan adalah sapi.


"Australia sangat kompetitif dari pembibitan, Indonesia sangat kompetitif dalam penggemukan. Kita bisa kerjasama," kata Boediono.


Bila program ini berhasil, bukan tidak mungkin Indonesia dan Australia jadi pemain penting di dunia dalam penyediaan daging sapi.


Selain itu, Boediono juga mengajak para pengusaha Australia untuk ikut bisnis energi terbarukan dan infrastruktur. Fokus utamanya adalah pada hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.


"Kita jangan terganggu pada hal-hal yang terjadi enam bulan," imbuhnya.


Kepala BKPM Mahendra Siregar menambahkan, saat ini sudah ada dua investasi pengusaha Indonesia dan Australia soal sapi. Dalam waktu tak lama, dua pengusaha lainnya akan menyusul.


"Saya tidak lebih rinci dulu karena masih dalam penjajakan," imbuhnya.


(mad/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Wall Street Tembus Rekor 3 Hari Berturut-turut

New York -Saham-saham di bursa Wall Street AS terus bergerak naik. Pada perdagangan Jumat kemarin, Wall Street menembus rekor baru. Dalam 3 hari berturut-turut, bursa Wall Street terus mencetak rekor baru.

Kenaikan saham-saham ini terjadi setelah calon Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen, menyatakan akan mempertahankan program stimulus.


Pada perdagangan Jumat (15/11/2013), indeks Dow Jones Industrial Average tembus rekor dengan naik 85,84 poin (0,54%) ke level 15.961,7. Sementara indeks S&P 500 naik 7,56 poin (0,42%) ke rekor barunya di 1.798,18. Indeks Nasdaq naik 13,23 poin (0,33%) ke level 3.985,97.


Dikutip dari AFP, Sabtu (16/11/2013), sebelumnya Yellen juga mengatakan tidak percaya bahwa sektor properti dan pasar saham AS sedang mengalami bubble atau gelembung.


(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Cegah Taksi Nakal, Operator Bandara Soekarno-Hatta Bikin Standar Ketat

Jakarta -PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta menandatangani nota kesepakatan Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan, dengan sembilan operator taksi yang beroperasi di bandara tersibuk di Indonesia ini. Hal ini bagian dari penetapan standar pelayanan taksi dan bandara agar tak ada kasus taksi nakal.

Sembilan operator taksi berstiker bandara tersebut antara lain Blue Bird Group, Express Group, Taxiku Group, Primajasa Group, Borobudur Group, Gamya Group, Gading Taksi Group, Royal City, dan Diamond.


"Di dalam Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan ada beberapa kriteria sebagai tolok ukur. Yang jelas, komitmen ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang baru akan melakukan perjalanan dengan pesawat atau penumpang yang baru tiba di bandara," kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Daryanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/2013).


Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan sore ini (15/11/2013) oleh Senior Manager Airport Service Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Dani Indra Iriawan, Senior General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi, Sekjen DPP Organda Andriansyah YP, Direktur LLAJ Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sugihardjo, dan sembilan perwakilan operator taksi.


Kesepakatan Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan merupakan komitmen penyedia taksi resmi berstiker di Bandara Soekarno-Hatta guna memperoleh persepsi yang sama dan efektif dalam meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Langkah ini juga sebagai salah satu upaya Bandara Soekarno-Hatta menuju world class airport.


Kriteria-kriteria yang diukur dalam Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan taksi stiker bandara adalah Pelayanan, Personil, Kendaraan Taksi, Pengawasan dan Pengendalian dari operator, dan Sanksi dari operator ke personil.


Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta menargetkan kepada sembilan operator taksi itu agar kriteria pelayanan harus terpenuhi 100%. Kriteria tersebut akan diukur dengan metode pengukuran spesifik atau secara acak (random).Next


(hen/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Proyek Jembatan Selat Sunda Tak Berhenti, Tapi Lamban

Jakarta -Sampai saat ini, progres proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) belum terlihat signifikan. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) menegaskan proses persiapan proyek Jembatan Selat Sunda tak berhenti. Namun ia mengakui proyek ini berjalan lamban.

"Menurut pendapat saya soal Jembatan Selat Sunda, saya tak pernah mengusulkan itu batal. Kalau dibilang berhenti saya tak sepakat, tapi kalau lambat saya sepakat," tegas Djoko saat acara temu pimpinan media massa di Hotel Century Park, Jakarta, Jumat (15/11/2013)


Menurut Djoko, kini kementeriannya tak hanya diam terkait persiapan mega proyek ini. Kementerian PU telah menyiapkan data-data dan informasi termasuk studi soal JSS. Harapannya ketika proyek ini mulai akan digarap maka pemerintah sudah siap.


"Wamen akan pergi ke Malaysia dan Korea, data-data dan studi kita sudah kumpulkan, saatnya nanti yes, kita sudah siap," katanya beralasan.


Sebelumnya, proses groundbreaking atau konstruksi awal mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) batal dilakukan tahun depan. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.


"Kalau mau groundbreaking 2014 sudah lewat, kita banyak habis waktu yang nggak perlu," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu.


Hatta menuturkan yang paling memungkinkan dilakukan tahun depan adalah menyiapkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) JSS. Secara teknis, Kementerian Pekerjaan Umum siap menjadi penanggungjawab FS.Next


(hen/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Di DKI, Tiap Hari Motor Bertambah 1.500 Unit dan Mobil 600 Unit

Jakarta -Kendaraan di DKI Jakarta terus bertambah. Bayangkan saja, per hari DKI kebanjiran 1.500 unit motor dan 600 unit mobil.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak Daerah DKI Jakarta, Iwan Setiawandi mengungkapkan pangsa pasar penjualan motor dan mobil memang dominan di Ibukota ini.


"Khusus DKI itu pertambahannya per hari 1.500 kendaraan motor. Ini terekam dari Bea Balik Nama (BBN) kendaraan. Roda 4 itu 600 unit per hari," ungkap Iwan di Balaikota, Jakarta, Jumat (15/11/2013).


Iwan mengatakan, pangsa pasar kendaraan di DKI khusus mobil mencapai 26 persen dari total penjualan mobil nasional 1,1 juta per tahun. Sedangkan motor 8 persen dari total penjualan motor nasional sebesar 7 juta.


Untuk itu, pihaknya siap mengajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk menaikkan pajak progresif. Kenaikan pajak ini akan mencapai 100%.


"Kemungkinan kita meminta kenaikan 100 persen. Kita harapkan itu, perpajakan atau progresif untuk PAD dan tambah bus massal," ungkap Iwan.


Dengan kenaikan pajak hingga 100 persen ini diyakini penerimaan pajak daerah akan bertambah. Nantinya punya kendaraan lebih dari satu akan dikenakan pajak yang cukup tinggi. Next


(dru/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Djokir Mengaku Sudah Punya Ide Tol Atas Laut Sejak 9 Tahun Lalu

Jakarta -Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) kembali menanggapi gagasan proyek atas laut dari Jakarta-Surabaya sepanjang 700 km. Ia mengaku sudah sempat memikirkan ide serupa sejak 9 tahun lalu, namun untuk membangun tol di sepanjang pantai harus memiliki studi dan dasar Analisis Mengendai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kuat.

"Ini ide luar biasa, kita sembilan tahun dan lalu bersama Presden SBY sudah memikirkan kenapa nggak lewat pantai semua," kata Djoko saat acara temu pimpinan media di Hotel Century Park, Jakarta, Jumat (15/11/2013).


Djoko menggarisbawahi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan para pemrakarsa proyek tersebut, di luar aspek studi dan AMDAL. Pertama, masalah kompetisi dengan jalan tol yang sudah ada yaitu Trans Jawa, yang posisinya bakal sejajar. Bahkan saat ini bagian dari Trans Jawa yaitu Tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 Km sudah mulai dikerjakan, dan tahun 2015 targetnya sudah bisa beroperasi.


"Kalau menurut saya itu akan berkompetisi dengan tol yang sudah ada," katanya.


Masalah Kedua, apakah masyarakat akan mau melewati tol tersebut karena masyarakat sudah terbiasa dengan tol di darat dengan pemandangan di jalan yang beragam. Apalagi tol tersebut akan dibuat sepanjang 700 km, sehingga membuat dirinya ragu soal kelayakan proyeknya.


Ia malah mengusulkan sebaiknya gagasan tol atas laut lebih cocok untuk lintasan-lintasan pendek seperti di Teluk Semarang, Teluk Tuban Jawa Timur dan lain-lain. Misalnya contoh proyek tol Bali Mandara di Bali panjangnya hanya 12,7 km.


"Kalau sepanjang itu 700 km saya agak ragu, tapi kalau feasibility study (FS) oke, ya nggak masaah," tegasnya.


Terlepas dari pertimbangan tadi, Djoko secara prinsip menyambut baik ide tersebut. Alasannya selain proyek yang digagas pemerintah yang mengacu pada rancangan tata ruang wilayah (RTRW) dan Rencana Staregis (Renstra), pihak lain pun bisa mengusulkan suatu proyek. Biasanya dalam kasus ini disebut sebagai pemrakarsa baik itu swasta ataupun BUMN.


"Kalau itu diusulkan ke pemerintah silakan, prinsipnya kita dukung asal AMDAL dan FS yang oke," ujar Djoko kembalo menegaskan.


Seperti diketahui 19 BUMN di bawah koordinasi PT Jasa Marga menggagas pembangunan jalan tol atas laut sepanjang pantai utara Jawa dari Jakarta-Surabaya 700 km. Ide pembangunan proyek ini ingin mengulang kesuksesan proyek tol Bali Mandara sepanjang 12,7 km dari Tanjung Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua.


(hen/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ahok Sebut Punya Kendaraan Lebih dari Satu Bakal Kena Pajak Besar

Jakarta -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menaikkan pajak progresif hingga 100% di tahun 2014. Kebijakan ini lebih cepat dilaksanakan ketimbang menggunakan sistem Electronic Road Pricing (ERP).

"Kita harus segera terapkan (kenaikan) pajak progresif pada awal tahun depan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika ditemui di Balai Kota, Jakarta, Jumat (15/11/2013).


Pajak progresif ini merupakan pajak yang dipungut berdasarkan persentase yang naik dengan semakin besarnya jumlah kendaraan. Dengan kata lain, pajak kendaraan kedua dan ketiga akan lebih besar.


Pajak progresif sebelumnya sudah tertuang dalam Perda Nomor 8 tahun 2010. Rencananya, Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta akan merevisi Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor sehingga besaran pajak progresif akan meningkat 100% dari aturan sebelumnya.


Mengutip Perda tersebut, besaran persentase pajak progresif sebesar 1,5% kali nilai jual untuk kendaraan pertama, lalu 2% kali nilai jual untuk kendaraan kedua, 2,5% kali nilai jual untuk kendaraan ketiga serta 4% kali nilai jual untuk kendaraan keempat dan seterusnya.


Sementara dalam revisi Perda No. 8/2010 yang sedang digodok oleh DPP DKI Jakarta, besaran persentase pajak progresif naik jadi 3% kali nilai jual untuk kendaraan pertama, lalu 4% kali nilai jual untuk kendaraan kedua, 5% kali nilai jual untuk kendaraan ketiga serta 8% kali nilai jual untuk kendaraan keempat dan seterusnya.


"Kita lagi cari celahnya supaya pembeli mobil kedua dan ketiga pajaknya lebih mahal. Tapi, pajak kan mesti ada Perda," lanjutnya.


Ahok menuturkan, penambahan kendaraan di Jakarta tergolong pesat. Sejak Januari hingga Oktober 2013, jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 1,2 juta lebih.


(dru/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»