Dirut: Merpati Harus Keluar dari Lingkaran Setan

Jakarta -PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih terlilit masalah keuangan dengan utang yang mencapai Rp 7,1 triliun. Merpati harus bisa keluar dari lingkaran setan yang menjerat selama bertahun-tahun.

"Merpati saat ini memerlukan seluruh pemikiran positif dan konstruktif agar segera dapat keluar dari lingkar setan permasalahan yang sudah belasan tahun menggerogoti perusahaan," kata Direktur Utama Merpati Capt. Asep Ekanugraha dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Sabtu (1/3/2014).


Ia mengatakan, peranan pemerintah untuk menyelamatkan Merpati melalui koordinasi antar lembaga patut diapresiasi. Proses pemulihan Merpati, kata Asep, memakan waktu tapi sebenarnya hampir mencapai titik final.


"Jangan sampai proses ini dirusak dari luar oleh tangan-tangan jahil yang memiliki berbagai kepentingan tertentu. Tapi saya bersyukur bahwa Merpati masih banyak yang mendukung dan membantu Merpati tanpa pamrih tanpa balas jasa. Semua karena jiwa merah putih yang kuat," ujarnya.


Asep baru saja menunjuk direktu baru untuk Merpati, yaitu Andika Monoarfa yang kabarnya berprofesi sebagai manajer artis. Ia ditunjuk menjadi associate director yang tidak masuk jajaran BoD (Board of Director).


"Andika bukan orang baru di dunia aviasi. Andika dianggap sebagai figur muda yang tepat untuk menangani kinerja komersial Merpati di kondisi krisis karena jejak rekamnya yang telah terbukti di industri aviasi," ujar Asep.


"Permasalahan yang ada di dalam tubuh Merpati perlu dijalani dengan kepala dingin dan optimisme," tambah Asep.Next


(ang/feb)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Jadi Direktur Merpati, Andika Monoarfa Tidak Dapat Gaji

Jakarta -PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) baru saja punya direktur baru. Andika Monoarfa sudah diangkat menjadi Direktur Niaga maskapai pelat merah tersebut.

Direktur Utama Merpati Capt Asep Ekanugraha mengatakan, pengangkatan Andika yang kabarnya selama ini berprofesi sebagai manajer artis itu tidak perlu izin dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.


"Saya menunjuk dia dengan jabatan setara dengan associate director, bukan BoD (Board of Director), dan dia bekerja tanpa dibayar," kata Asep dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/3/2014).


Menurut Asep, Andika bukan orang baru di dunia aviasi. Sosok Andika yang masih muda juga diperlukan oleh Merpati untuk menangani sisi komersial yang selama ini kurang menonjol.


"Andhika bukan orang baru di dunia aviasi. Andika dianggap sebagai figur muda yang tepat untuk menangani kinerja komersial Merpati di kondisi krisis karena jejak rekamnya yang telah terbukti di industri aviasi," ujar Asep.


Berdasarkan obrolan para pegawai Merpati di kantor pusat Merpati Kemayoran, Andika Monoarfa dikabarkan merupakan putra dari Mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Andika kabarnya hanya punya pengalaman di bisnis manajemen artis.


Nama Suharso Monoarfa dalam dunia industri penerbangan mencuat ketika insiden kecelakaan pesawat Sukhoi 2 tahun lalu. Suharso lolos dari maut saat batal naik pesawat Sukhoi. Ia sempat mengungkapkan membeli dalam jumlah banyak pesawat Sukhoi buatan Rusia untuk merambah bisnis penerbangan.


Seperti diketahui, sejumlah pegawai Merpati kaget anak muda bernama Andika Monoarfa bisa menjabat sebagai Direktur Niaga maskapai BUMN tersebut. Hal ini terungkap ketika ratusan pegawai yang tergabung dalam serikat pekerja Merpati mendatangi kantor pusat maskapai itu.


"Kok tiba-tiba dia (Andika) sudah menjadi direktur saja? Saya bingung sama Capt. Asep (Direktur Utama Merpati)," ujar Dicky seorang pilot senior Merpati di kantor pusat Merpati, Kompleks Gedung Basarnas, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014).


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Alasan Bos Merpati Tunjuk Andika Monoarfa Jadi Direktur Niaga

Jakarta -Nama Andika Monoarfa selaku Direktur Niaga PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) menjadi pembicaraan di kalangan pegawai Merpati karena dianggap sebagai sosok yang tiba-tiba muncul di jajaran manajemen Merpati.

Direktur Utama Merpati Asep Ekanugraha mengatakan punya alasan soal keputusannya memilih sosok Andika sebagai salah satu petinggi di Merpati.


"Karena dianggap kompeten," kata Asep Ekanugraha kepada media di kantornya, Jumat (28/2/2014)


Namun Asep tak menjelaskan apa yang menjadi dasar dirinya menyebut Andika sebagai sosok yang kompeten di jajaran papan atas Merpati. Padahal di kalangan internal Merpati yang sudah bekerja lebih lama tak memiliki jenjang yang tak jelas. Menurutnya latar belakang tak sepenuhnya bisa menjadi patokan kompetensi seseorang.


"Direktur AirAsia pertama itu adalah dari musisi," kilah Asep.


Berdasarkan obrolan para pegawai Merpati di kantor pusat Merpati Kemayoran, Andika Monoarfa dikabarkan merupakan putra dari Mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Andika kabarnya hanya punya pengalaman di bisnis manajemen artis.


Nama Suharso Monoarfa dalam dunia industri penerbangan mencuat ketika insiden kecelakaan pesawat Sukhoi 2 tahun lalu. Suharso lolos dari maut saat batal naik pesawat Sukhoi. Ia sempat mengungkapkan membeli dalam jumlah banyak pesawat Sukhoi buatan Rusia untuk merambah bisnis penerbangan.


Seperti diketahui, sejumlah pegawai Merpati kaget anak muda bernama Andika Monoarfa bisa menjabat sebagai Direktur Niaga maskapai BUMN tersebut. Hal ini terungkap ketika ratusan pegawai yang tergabung dalam serikat pekerja Merpati mendatangi kantor pusat maskapai itu.


"Kok tiba-tiba dia (Andika) sudah menjadi direktur saja? Saya bingung sama Capt. Asep (Direktur Utama Merpati)," ujar Dicky seorang pilot senior Merpati di kantor pusat Merpati, Kompleks Gedung Basarnas, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014).


(hen/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Hampir Setiap Hari Ada Pilot Merpati Ajukan Resign

Jakarta -Sejak Desember 2013, para karyawan PT Merpati Nusantara Airlines belum digaji, termasuk pilot dan pramugarinya. Hampir tiap hari ada pilot Merpati yang minta mengundurkan diri (resign).

"Hampir setiap hari ada pilot yang resign. Karena kita punya kemampuan, tapi kita tidak digaji. Wajar kita pilih mengundurkan diri. Banyak maskapai yang menawarkan. Kita (dunia penerbangan) kan kekurangan pilot juga," ujar seorang pilot Merpati bernama Capt. Dicky Harsa di kantor pusat Merpati, Gedung Basarnas, Jakarta, Jumat (28/2/2014).


Dicky bergabung menjadi pilot Merpati sejak 1993, dia pernah menerbangkan pesawat tipe Casa 212 hingga Boeing 737-200. Lantas, kenapa Dicky masih bergabung dengan Merpati meski tak digaji lagi?


"Saya ada karena Merpati. Saya terbang sampai ke pelosok Manado, Maluku, lalu sampai ke perbatasan Filipina dan Darwin. Hanya Merpati saja yang bisa melayani. Jadi Merpati ini sebenarnya sangat berjasa. Saya heran kenapa Merpati sekarang seperti ini," tutur Dicky.


Sejak awal Februari 2014, Merpati menghentikan seluruh penerbangannya karena kondisinya makin sulit, dan utangnya mencapai Rp 7,1 triliun. Gaji pegawai pun belum dibayar sejak Desember 2014 lalu, dan rencananya ditunda hingga Mei 2014.


(dnl/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

3 Keunggulan yang Bisa Digenjot Supaya Merpati Cepat Sembuh

Jakarta -PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih 'sakit' gara-gara kondisi keuangan yang negatif. Sebenarnya ada 3 keunggulan maskapai pelat merah itu yang bisa digenjot supaya sehat kembali.

Menurut Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, Merpati sebaiknya jangan diberi ide-ide baru tapi fokus ke tiga keunggulan tersebut.


"Pertama, keunggulan Merpati adalah punya SDM (Sumber Daya Manusia) sangat kuat yang mampu operasikan pesawat-pesawat kecil," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (28/2/2014).


Kedua, kata Said, Merpati sangat menguasai rute-rute ke daerah terpencil. Sedangkan yang ketiga adalah, kemampuan pemeliharaan Merpati sangat bagus.


"Ini keunggulannya. Kalau sampai konsep ini diubah lagi, saya tidak tahu Merpati akan jadi apa," katanya.


Sejak Pemerintah berusaha menyehatkan kembali Merpati, BUMN penerbangan itu sudah banyak sekali mendapatkan rencana baru, mulai dari membeli pesawat baru untuk genjot operasional, sampai yang terbaru menjual anak usaha, kerjasama dengan asing, dan membuka penerbangan umrah.


"Merpati ini seperti orang sakit, jangan dulu diberi pekerjaan macam-macam. Sembuhkan saja dulu. Kalau sudah sehat baru beri ide-ide baru," katanya.Next


(ang/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini 3 Masalah Utama Double Track Jakarta-Surabaya

Surabaya -Ada tiga kendala yang dihadapi di pembangunan proyek jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya. Meski demikian, Kementerian Perhubungan menargetkan sekitar April 2014 bisa beroperasi.

"Progress double track yang ada di seluruh ruas utara sekitar 97,3%. Artinya Pekalongan-Semarang, Semarang-Bojonegoro, Bojonegoro-Surabaya," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Terminal Teluk Lamong, PT Pelindo III Surabaya, Jumat (28/2/2014).


Ia menerangkan, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pembangunan jalur ganda kereta api sepanjang 727 kilometer yakni, di Semarang, Bojonegoro dan Surabaya.


Katanya, tiga titik yang paling krusial yakni pertama, mendekati Kota Semarang, karena baru selesai persoalan dasar hukum tentang tanah negara.


"Hambatannya adalah tanah negara. Apakah seseorang menempati tanah negara selama 20 tahun ke atas bisa diganti atau tidak. Setelah ada opini dari BPN bahwa itu bisa diganti, diperkirakan akan bisa diselesaikan," ujarnya.


Kedua, yang berada di dekat Bojonegoro. "Karena ada jembatan kemudian ada dua sisi yakni barat dan timur, kalau tidak salah di sisi timur sudah selesai. Sedangkan yang di barat masih ada proses pembebasan lahan," terangnya.


Ketiga, permasalahan di Tandes, Surabaya. Bambang mengatakan, persoalan di Tandes yakni menggantikan jalan lingkungan yang berada di sisi kiri dan kana rel yang perlu diganti.


"Nah, mungkin Jakarta-Surabaya mulai April bisa dioperasikan. Kalau nggak mungkin, ya bisa sampai (Stasiun) Kandangan-Surabaya," jelasnya.


Menurutnya, jalur ganda kereta ini akan menguntukan PT KAI, terutama untuk angkutan barang atau logistik.


"Justru logistik adalah bisnis yang paling menguntungkan buat PT KAI, bukan (angkutan) penumpang loh. Kalau penumpang tarifnya kan masih diatur. Jadi kita ingin April bisa tuntas," tandasnya.


(roi/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kepala Suku di Papua Berharap Merpati Terbang Lagi

Jakarta -Maskapai pelat merah PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) ternyata sangat dibutuhkan oleh rakyat Papua. Bahkan banyak kepala suku di Papua yang berharap Merpati terbang lagi.

"Kepala suku di Papua minta supaya penerbangan Merpati kembali pulih. Selama ini sejak 1960-an, hanya Merpati yang bisa terbang hingga pelosok-pelosok Papua. Orang Papua itu tahunya Merpati. Bahkan Garuda saja disebutnya Merpati ekor biru," ujar Chief Operation Control Merpati di Papua Ogi ditemui di kantor pusat Merpati, Gedung Basarnas, Jakarta, Jumat (28/2/2014).


Bahkan Ogi mengatakan, selama ini banyak pesawat yang terbang di Papua ditembaki oleh penembak misterius, namun Merpati tidak pernah.


Sementara kerabat Ogi yang lain mengatakan, Merpati sangat dekat dengan rakyat Papua. Bahkan penumpang di Papua sampai bisa membawa binatang dalam penerbangannya.


"Merpati itu terbang di daerah yang kondisinya sulit, seperti landasan yang masih menggunakan tanah," ucapnya.


Sejak awal Februari 2014, Merpati menghentikan seluruh penerbangannya karena kondisinya makin sulit, dan utangnya mencapai Rp 7,1 triliun. Gaji pegawai pun belum dibayar sejak Desember 2013 lalu.


(dnl/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»