Borong Tanah Rp 86 Miliar di Surabaya, WIKA Mau Bangun 3 Menara

Jakarta -PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membeli aset milik PT Boma Bisma Indra (BBI) persero berupa tanah dan bangunan (eks pabrik) seluas 10.825 m2. Nilai pembelian mencapai Rp 86 miliar.

Direktur Utama WIKA Realty Budi Saddewa Soediro menyebutkan aset tersebut berlokasi di Jalan Ngagel No 155-157, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Aset tersebut, kata Budi akan ditujukan untuk keperluan pengembangan properti dari perseroan.


"Di lokasi tersebut akan dibangun tiga tower bangunan tinggi, satu tower untuk kondotel dan 2 tower untuk apartemen," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (30/12/2014)


Transaksi kedua perusahaan dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Eva Fitri Sagitarina di Subaraya 24 Desember 2014. Tercantum dalam akta jual beli No 47/2014 dan No 48/2014.


Ini juga telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Edaran SEKPER No. SE.01.01/A.SEKPER.11486/2014 tanggal 30 Desember 2014 tentang keterbukaan informasi transaksi afiliasi.


Untuk tahun depan, WIKA tetap fokus dan selektif pada perolehan proyek di luar negeri. Meskipun proyek tersebut memberikan margin yang lebih tinggi daripada di dalam negeri di samping dalam negeri.


WIKA juga akan mengambil peran dalam program 35.000 MW yang akan ditenderkan pemerintah tahun depan. Saat ini WIKA memiliki investasi powerplant sebesar 200 MW. Target pertumbuhan tahun depan di atas 20% dibandingkan 2014.


(mkl/ang)

readmore »»  

Diberi Subsidi Tetap, Harga Solar Bakal Turun Jadi Rp 6.500/Liter

Jakarta -Pemerintah berencana mengumumkan kebijakan baru terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) besok. Salah satu opsi kebijakan yang mengemuka adalah subsidi tetap (fixed subsidy) untuk BBM diesel atau Solar sebesar Rp 1.000/liter.

"Solar masih akan disubsidi. Nantinya Solar harganya naik-turun tergantung market, disubsidi tetap. Mungkin Rp 1.000/liter," ujar Menteri ESDM Sudirman Said kepada detikFinance, Minggu (30/12/2014).


Berapa harga pasar Solar saat ini?


"Rata-rata keekonomian solar selama Desember ini sama dengan harga solar subsidi sekarang, yaitu Rp 7.500/liter," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng kepada detikFinance, Selasa (30/12/2014).


Tapi, kata Andy, jika dihitung rata-rata setahun ini maka harga Solar keekonomian masih di atas Rp 7.500/liter. Sekarang harga Solar memang turun seiring anjloknya harga minyak.


"Harga rata-rata setahun ini masih di atas Rp 7.500/liter," ujar Andy.


Jika harga keekonomian Solar saat ini Rp 7.500 per liter, tambah Andy, maka dengan mekanisme subsidi tetap Rp 1.000/liter harga jualnya menjadi Rp 6.500/liter. Turun dari harga jualnya sekarang yang Rp 7.500/liter.


"Tadi kita rapat juga bahas revisi Perpres No 15/2012 tentang Harga Eceran BBM. Kebijakan yang akan diumumkan tidak akan berubah dari apa yang disampaikan Menteri ESDM kemarin," kata Andy.


Sebagai informasi, Sudirman sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah tengah mengkaji beberapa kebijakan subsidi BBM. Ada 2 hal yang mengemuka yaitu penghapusan subsidi untuk Premium dan subsidi tetap per liter untuk BBM diesel atau Solar.


Penghapusan subsidi membuat harga Premium bisa naik-turun sesuai mekanisme pasar. Sementara subsidi tetap untuk Solar kemungkinan diberikan sebesar Rp 1.000/liter.


(rrd/hds)

readmore »»  

Di Depan JK, Muliaman Curhat Ingin Pasar Modal Jadi Perhatian Masyarakat

Jakarta -Pasar modal Indonesia masuk jajaran pasar modal dengan pertumbuhan empat terbaik di regional setelah Tiongkok, India, dan Filipina.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 22,29% yaitu dari 4.274,177 pada akhir 2013 menjadi 5.226,947 di hari terakhir perdagangan 2014.


Bahkan, pada 8 September 2014, IHSG telah berhasil mencatatkan rekor indeks tertinggi sepanjang sejarah dengan ditutup pada level 5.246,489.


Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menginginkan pasar modal Indonesia menjadi perhatian masyarakat luas. Pihaknya ingin investor lokal di pasar modal terus bertumbuh.


"Indeks kita salah satu yang terbaik di Asia Pasifik. Diharapkan investor lokal bisa terus bertambah dan berkontribusi," ujar Muliaman saat acara penutupan perdagangan bursa yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2014).


Dia menjelaskan, selain penambahan jumlah investor domestik, pasar modal juga diharapkan bisa menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang ke depannya.


"Ada keinginan kuat, kita semua ingin agar pasar modal jadi alternatif atau sumber pembiayaan di masa datang," katanya.Next


(drk/ang)

readmore »»  

Penyelundupan Daging Celeng Melonjak 340%

Jakarta -Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) merilis soal jumlah tangkapan daging celeng atau babi hutan. Tahun ini, upaya penyelundupan daging celeng melonjak 4 kali lipat lebih dibandingkan tahun lalu.

Kepala Sub Humas Barantan Kementan Arief Cahyono mengungkapkan jumlah tangkapan daging celeng selama 2014 sebesar 53.300 kg atau 53,3 ton. Jumlah ini meningkat hampir 340% dibandingkan tahun 2013 lalu yang hanya 12 ton.


"Khusus untuk daging babi hutan atau celeng, Karantina Pertanian telah berhasil mencegah tangkal peredarannya sebanyak 29 kali jumlah 53.300 kg," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Selasa (20/12/2014).


Penangkapan dan penangkalan daging celeng dilakukan di UPT Penyeberangan Bakauheni (Lampung) dan Cilegon (Banten). Kemudian Barantan melaksanakan kegiatan pemusnahan dari hasil tangkapan di wilayah-wilayah seperti Dumai, Tanjung Balai Asahan, Tanjung Balai Karimun, Batam, Belawan serta di daerah penyeberangan Bakauheni dan Cilegon.


Arief memperkirakan masih banyak daging celeng yang merembes ke pasar Jakarta dan sekitarnya.


"Hal tersebut disebabkan karena terdapatnya sekitar 200-an pelabuhan-pelabuhan kecil yang belum terpantau secara optimal baik oleh petugas karantina maupun oleh aparat keamanan," katanya.


Selain daging celeng, dalam kurun waktu tahun 2014 telah dilakukan tindakan pemusnahan terhadap media pembawa yang tidak memenuhi persyaratan berupa buah dan sayuran segar antara lain: bawang putih, bawang merah, dan bawang Bombay dengan nilai ekonomi sebesar Rp 404.581.075. Kemudian bahan asal hewan seperti daging (sapi, ayam, kerbau,) sosis serta komoditas lainnya dengan nilai total keekonomian Rp 8.266.542.500.


"Untuk meminimalkan terjadinya pemasukan berbagai komoditas illegal, dilakukan kerjasama dengan berbagai aparat pengawas/penegak hukum melalui operasi bersama dan tukar menukar informasi intelijen," jelasnya.


(wij/hen)

readmore »»  

Pasar Modal RI Tertinggi Keempat di Asia, JK: Tahun Depan Lebih Baik Lagi

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir 2014 dengan melonjak 48 poin ke level 5.226. Sepanjang 2014, Indeks sudah melaju 22,29%.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) berkesempatan menutup perdagangan saham terakhir tahun ini. JK menganggap, pertumbuhan bursa saham yang cukup tinggi mencerminkan situasi ekonomi Indonesia yang sudah lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga di Asia.


"Walau (IHSG) sedikit bergejolak. Itu artinya ada pihak dapat untung dan nggak beruntung. Itu ekonomi berjalan bersama-sama," kata JK.


Pada kesempatan itu juga JK mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang sudah bekerja keras untuk memajukan ekonomi Indonesia.


"Saya apresiasi upaya saudara semua, yang bekerja keras dan berikan keterbukaan yang baik. Ke depan dapat kita tingkatkan kepercayaan investor ke BEI seperti kepercayaan ke ekonomi kita," ujarnya.


Menurut JK, setelah menutup tahun 2014 ekonomi Indonesia dipercaya bisa lebih baik di 2015. Pemerintah juga berjanji untuk terus mendukung pertumbuhan pasar modal dengan berbagai kebijakan.


"Saya yakin tahun depan kondisi akan lebih baik, BEI juga berjalan dengan baik. Hal ini dapat beri dukungan ke ekonomi dan untuk investor yang terkait bursa. Kita harapkan bursa berikan dampak ke ekonomi yang besar," jelasnya.


"Saya berikan penghargaan yang besar ke saudara. Saya ucapkan selamat tahun baru 2015. Selamat berlibur agar pikiran jernih dan performance bisa lebih baik," ujar JK.


Acara penutupan perdagangan terakhir 2014 itu dihadiri juga Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri PanRB Yuddy Chrisnandi, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, petinggi otoritas pasar modal.


(ang/hds)

readmore »»  

PPATK Akan Bantu Menteri Susi Lindungi Laut RI dari Maling Ikan

Jakarta -Semangat menjaga kedaulatan perairan Indonesia tak hanya dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin oleh menteri Susi Pudjiastuti. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menyatakan komitmen untuk mendukung kedaulatan laut Indonesia.

Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya akan segera menyepakati kerja sama dengan KKP terkait pemberantasan pencurian ikan (illegal fishing).


"Seperti yang pernah disampaikan Bu Susi dan di-iyakan oleh Pak Jokowi, ada 5.000-7.000 kapal ilegal yang menangkap ikan secara ilegal juga. Itu modusnya dapat izin satu kapal didatangkan 10 kapal dengan cat yang sama dan izinnya diduplikasi. Itu kejahatan yang akan kita buka bersama," ungkap Yusuf di kantor PPATK, Jakarta, Selasa (30/12/2014).


Peran PPATK dalam kerja sama ini, lanjut Yusuf, adalah pengungkapan identitas pihak-pihak yang memberi perlindungan sehingga aksi ini berjalan mulus selama bertahun-tahun.


"Kami akan menelusuri pihak berwenang yang menjadi beking (pelindung)," tegas Yusuf.


Cara yang dilakukan, tambah Yusuf, adalah dengan menelusuri riwayat transaksi keuangan pejabat-pejabat yang terkait dalam perizinan dan pengawasan. Terutama dalam hal beroperasinya kapal tangkap asing di perairan Indonesia.


"Di situ akan kami telusuri pihak-pihak yang punya kewenangan di bidang perizinan, pengawasan. Lalu kami telusuri profil keuangannya. Wajarkah pejabat dengan gaji sekian melakukan transaksi dengan jumlah sekian dan seterusnya," ‎jelas Yusuf.


Rencana kerja sama ini akan dilaksanakan pada 5 Januari 2015 mendatang. "Kita akan ketemu Bu Susi 5 Januari 2015 nanti," pungkasnya.


(dna/hds)

readmore »»  

Subsidi BBM Tahun Depan Bisa Tinggal Rp 25 Triliun, Ini Perhitungannya

Jakarta -Pemerintah berencana untuk menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 atau Premium. Selain itu, pemerintah akan memberikan subsidi tetap (fixed subsidy) per liter untuk BBM diesel atau Solar, kemungkinan Rp 1.000/liter.

Djoko Siswanto, Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, menilai langkah ini bisa mengurangi subsidi BBM sangat signifikan. Dia memperkirakan subsidi BBM hanya akan tersisa Rp 25 triliun, jauh dibandingkan saat ini yang lebih dari Rp 200 triliun.


"Dengan hanya memberikan subsidi Solar Rp 1.000/liter dan minyak tanah, maka diperkirakan subsidi BBM tahun depan hanya tersisa Rp 25 triliun," ujar Djoko kepada detikFinance, Selasa (30/12/2014).


Sebagai informasi, anggaran subsidi BBM dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 dialokasikan Rp 276 triliun. Djoko pun memaparkan perhitungannya.


"Rp 25 triliun itu dihitung dari subsidi 16 juta kiloliter Solar x Rp 1.000/liter = Rp 16 triliun. Ditambah dengan subsidi minyak tanah 900.000 kiloliter x subsidi Rp 10.000/liter = Rp 9 triliun. Jadi kira-kira Rp 25 triliun," jelasnya.


Sebelumnya, Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyebutkan subsidi BBM tahun depan tidak akan sebanyak yang dianggarkan dalam APBN 2015.


"Alokasi 2015 itu subsidi BBM sekitar Rp 270-an triliun. Kita tidak akan gunakan sebanyak itu," ungkap Sofyan.


Menurut Sofyan, pemerintah akan merilis kebijakan baru yang bisa membuat subsidi BBM lebih terukur. Salah satunya adalah dengan menerapkan subsidi tetap per liter.


"APBN tetap memberikan subsidi, selama kita masih alokasikan subsidi ya nggak ada masalah kan? Dengan kebijakan seperti ini nanti subsidi yang dikeluarkan lebih terukur," kata Sofyan.


(rrd/hds)

readmore »»