Pemerintah Ajak Denmark Bangun Listrik Tenaga Angin di Indonesia

Jakarta - Pemerintah mengajak Denmark menggarap pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia. Denmark dianggap sukses mengembangkan energi baru terbarukan tersebut.

Deputi Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedi Priatna mengatakan Denmark menargetkan pada tahun 2020 sebanyak 50% listrik di Denmark akan bersumber dari angin. Sehingga layak jika tawaran tersebut diberikan kepada Denmark.


"Jadi yang mengagetkan saya Denmark itu 2020, 50% listriknya berasal dari angin, itu kalau tercapai barang kali Denmark yang bisa ngembangin," ujarnya di sela-sela acara Menteri Perdagangan dan Investasi Denmark Pia Olsen Dhyr di Gedung Bappenas, jalan Suropati, Jakarta, Senin (4/3/2013)


Dedi mengaku telah menawarkan Denmar untuk langsung masuk ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Dari hasil pertemuan itu pihak Denmark, tertarik untuk membicarakan hal tersebut.


"Sehingga tadi saya menawarkan kenapa tidak kita kerjasama untuk bisa kita taruh dalam RPJMN 2015-2019. Mereka setuju kita duduk bareng dan mereka mengundang kita untuk melihat disana," paparnya.


Ia menuturkan ada perbedaan anggapan antara Indonesia dan Denmark. Selama ini, sering dianggapa daerah seperti Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa tidak kaya dengan angin, sementara Denmark banyak memiliki angin yang kencang dan kontinyu.


"Karena kita adalah daerah khatulistiwa, katanya daerah khatulistiwa itu tidak kaya angin yang kontinyu yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit," kata Dedy


"Ini yang menurut Denmark tidak demikian, mari kita buktikan karena sampai hari ini otaknya setiap orang di Indonesia seperti itu, apabila itu ada saya kita akan mengurangi subsidi minyak saat ini," sambungnya.


Dedi mengatakan belum ada hitung-hitungan dengan pihak Denmark, termasuk terkait investasinya. Saat ini, menurutnya yang terpenting adalah kajian dan riset yang kemudian diikuti dengan pembuatan grand design.


"Tapi mereka tadi akan meberikan untuk grand desain-nya dulu, studi dan lain-lain," tandasnya.


(hen/hen)