Seperti dikutip dari Forbes, Selasa (3/12/2013), Fondo Strategico Italiano (FSI) yang dipimpin mantan bos Merrill Lynch, Maurizio Tamagnini, sudah mencapai kesepakatan dengan keluarga Versace atas aksi korporasi ini.
Akuisisi akan dilakukan oleh IQ Made in Italy Venture, perusahaan patungan FSI dengan Qatar Holding. Perusahaan investasi asal Timur Tengah itu memang sudah menganggarkan dana US$ 2,7 miliar (Rp 27 triliun) untuk berinvestasi di industri fesyen Italia yang terkenal mewah.
Atas akuisisi ini, kapitalisasi pasar alias nilai perusahaan Versace akan mencapai US$ 5,76 miliar (Rp 57,6 triliun), sepuluh kali lebih besar dari omzetnya tahun lalu.
Penjualan perusahaan yang didirikan 1978 oleh Gianni ini akan membuat keluarganya makin kaya. Adiknya, Santo dan kepokanannya, Allegra, juga adik perempuannya, Donatella bakal kecipratan hasil penjualan saham ini.
Gianni Versace merupakan salah satu merek pakaian mewah terkenal dan khas. Pada masa jayanya, Gianni dibunuh di tangga rumah mewahnya di Miami pada 1997 oleh pembunuh berantai Andrew Cunanan.
Si pembunuh juga ditemukan tak bernyawa setelah bunuh diri memaki pistol yang sebelumnya dipakai membunuh Gianni. Gianni yang wafat di usia 50 tahun mewariskan sebagian harta dan perusahaannya kepada Allegra keponakannnya atau anak dari Santo.Next
(ang/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!